Hebat, Mahasiswa Unpad Membuat Skintella, Masker Wajah Bisa Diminum yang Dapat Dikonsumsi, banyaknya produk skin care terutama masker wajah termasuk yang cukup digemari. Terlebih, perkembangan zaman membuat produsen masker wajah semakin berinovasi, Ada masker wajah bentuk bubuk yang perlu diencerkan dengan air, ada yang berbentuk krim siap pakai, serta ada pula yang berupa lembaran atau sheet mask.

Saat ini, ada juga masker wajah yang bisa dimakan dan diminum, yaitu Inovasi Mahasiswa Unpad yang membuat  Produk Skincare Bisa Dimakan dan Minum, dan berhasil menjadi juara 1 lomba Business Plan Competition oleh PUIPT IPK Unpad pada Agustus 2021.


Hebat, Mahasiswa Unpad Membuat Skintella, Masker Wajah Bisa Diminum yang Dapat Dikonsumsi

Melansir dari unpad.ac.id, Mahasiswa Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran membuat produk edible skincare, berupa masker wajah yang juga bisa dimakan atau diminum. Masker edible ini diyakini dapat merawat kulit dari luar dan dalam tubuh.

Mahasiswa FITP Unpad tersebut membuat jenama (brand) skincare bernama “Skintella”, para mahasiswa itu diantaranya adalah:

  1. Christopher Verrell,
  2. Lintang Haqni,
  3. Hilman Mulkya Zdikri, dan
  4. Putri Armelia

Produk Skintella ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang memilih skincare berbahan dasar alami.

Saat ini Skintella memiliki satu varian masker, yaitu Soothing Chocorganic. Varian ini berbahan dasar susu kambing dan bubuk kakao, yang dapat melembabkan dan menutrisi kulit.

Selain itu, masker ini juga mengandung berbagai bahan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan kulit yaitu :

  • Activated charcoal,
  • Centella asiatica (pegagan),
  • Gula kelapa,
  • Bubuk oat, dan
  • Bubuk cinnamon (kayu manis).

Masker dari Skintella ini berbentuk bubuk dari proses dry mix.  Untuk perawatan eksternal, masker dapat dicampur air untuk kemudian dioleskan diwajah dan dibilas. Sementara untuk perawatan dari dalam, masker dapat dijadikan minuman atau bahan campuran makanan.

“Bubuk masker ini juga dapat dijadikan pasta untuk campuran roti. Bisa dibuat juga jadi bahan kue,” kata Verrell.

Verrell dan tim tertarik memformulasikan edible skincare karena ingin mewujudkan pengalaman menarik bagi konsumen menggunakan skincare. Terlebih, sekarang sudah mulai banyak orang peduli dengan perawatan kulit.

“Nah, saya kulliah di Teknologi Pangan ada mata kuliah Techopreneur, di mana salah satu output-nya membuat bisnis dan diwujudkanlah Skintella ini,” ungkap Verrell.

Verrel mengungkapkan produk dikembangkan sejak Maret 2021 dan mulai dipasarkan pada Januari 2022. Saat ini penjualan melalui online dan mendapatkan banyak tanggapan positif dari konsumen.

“Dari yang beli responsnya banyak yang positif, utamanya karena produk ini unik dan costumer journey-nya menarik. Aromanya juga bisa membuat sensasi relaksasi,” ungkap Verrell.

Melalui Skintella, Verrell dan tim terpilih sebagai penerima dana hibah Program PIF (Paragon Innovation Fellowship) pada Mei 2021.

Tim juga meraih sejumlah penghargaan, yaitu juara 1 lomba Business Plan Competition oleh PUIPT IPK Unpad pada Agustus 2021,  juara 1 lomba Business Plan Podium 360 pada Agustus 2021, dan juara 1 Lomba Business Plan EURECA oleh Prasetiya Mulya pada September 2021.

Saat ini Verrell dan tim juga sedang berupaya untuk memformulasikan sejumlah produk masker edible baru. Diharapkan Verrell, Skintella akan terus berkembang dan memiliki berbagai varian edible skincare. Harapannya juga bisa memperluas pasar, mengeluarkan berbagai varian baru , dan bisa menjadi brand edible skincare nomor 1 di Indonesia.

Referensi:

  • https://unpad.ac.id
  • https://edukasi.sindonews.com
  • https://www.medcom.id

Tags : , , , , , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »
Live Streaming