Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Taksi Terbang Listrik Siapkan Rute Singapura-Indonesia pada Tahun 2024, Taksi terbang listrik buatan start up asal Jerman, Volocopter, akan melakukan penerbangan perdananya di Singapura pada 2024.

Taksi terbang listrik ini rencananya akan melayani penerbangan dari Singapura dengan tujuan terdekat ke Indonesia dan Malaysia.

Baca Yuk :

Taksi Terbang Listrik Siapkan Rute Singapura-Indonesia pada Tahun 2024

Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai tarif, tapi menurut Chief Commercial Officer Volocopter Christian Bauer, pada tahap pertama perusahaan akan mengoperasikan sebanyak 10 unit sampai 20 unit taksi udara.

Seluruh armada ini akan melayani penerbangan ke tujuan wisata populer, seperti Marina Bay dan Sentosa, Singapura.

Dilansir dari The Straits Times menjelaskan, berdasarkan peta jalan Volocopter yang sudah dirilis pada Senin (14/2), penerbangan dari bandara Changi ke Batam hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Sementara perjalanan bisnis ke Ibrahim International Business District di Johor Baru, Malaysia bisa tercapai hanya 30 menit. Ini lebih cepat ketimbang berkendara mobil selama tiga jam menurut perusahaan.

Taksi terbang Volocpoter terlihat seperti helikopter kecil dengan berbagai baling-baling. Kendaraan ini lepas landas dan mendarat di landasan yang dinamakan vertiports yang kira-kira seluas 20-25 meter. Landasan ini bisa dibangun di atas gedung untuk lebih memudahkan.

Saat ini, Volocopter masih proses untuk mendapatkan sertifikasi dari Badan Keselamatan Penerbagan Uni Eropa agar memungkinkan mengoperasikan taksi udara di Eropa dan Singapura.

Namun, perusahaan sudah menjual tiket untuk penerbangan singkat taksi terbang listrik selama 15 menit.

“Pada manufaktur, kami menilai itu dan kami memiliki 12 bulan ke depan untuk melihat apakah kami harus melakukannya atau apakah ada potensi lain,” kata Bauer, dikutip dari laman Hindustan Times, Rabu (16/2/2022).

Sebagai bagian langkah ekspansi di Asia, Volocopter juga merencanakan mendirikan pusat operasi pemeliharaan di Singapura.

Perusahaan juga akan melakukan studi kelayakan pembuatan pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal listrik di Asia.

Bahkan, perseroan berencana meningkatkan jumlah stafnya di Singapura, dari 10 orang menjadi 500 orang pada 2030 mendatang.

Referensi:

  • https://otomotif.kompas.com
  • https://www.cnnindonesia.com
  • https://otomotif.tempo.co
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , ,