Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Langka, Bayi Hiu Hantu Ditemukan Oleh Ilmuwan Selandia Baru, Ilmuwan Perikanan Niwa Dr Brit Finucci adalah bagian dari tim yang membuat penemuan itu.

mereka mengatakan pada sebuah pernyataan bahwa ini adalah penemuan yang sangat langka dan menarik.

Baca Yuk :

Langka, Bayi Hiu Hantu Ditemukan Oleh Ilmuwan Selandia Baru

Ilmuwan Selandia Baru menemukan bayi hiu hantu yang langka, spesies ikan yang kurang dikenal yang hidup di kedalaman laut yang gelap.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan kesulitan menempatkan hiu hantu atau dikenal juga sebagai chimaera dalam pohon evolusi kehidupan karena penampilannya yang membingungkan.

Chimaera termasuk dalam keluarga ikan laut dalam yang tubuhnya tidak ditopang oleh tulang keras, melainkan oleh tulang rawan. Hewan ini memiliki ciri mata yang besar, sirip seperti sayap burung, dan gigi pipih untuk menggilas makanan.

Dikutip dari 7News, para ilmuwan ini berhasil menemukan bayi hiu hantu yang baru menetas ini di kedalaman sekitar 1200 meter dan mengabadikannya.

Hiu hantu atau dikenal sebagai chimaera sudah jarang terlihat, dan penampakan anak mereka bahkan lebih jarang tampak.

Hiu yang baru menetas dikumpulkan pada kedalaman sekitar 1,2 kilometer di bawah air di dekat Pulau Selatan.

Para ilmuwan mengatakan temuan itu memperdalam pemahaman tentang tahap remaja spesies tersebut.

Salah satu anggota tim ilmuwan, Dr Brit Finucci mengatakan penemuan itu tidak sengaja Ketika melakukan penelitian pukat populasi bawah laut.

Para ilmuwan dari National Institute of Water and Atmospheric Research percaya bayi hiu itu baru menetas karena perutnya masih penuh dengan kuning telur.

Embrio hiu hantu berkembang dalam kapsul telur yang diletakkan di dasar laut, dan mereka memakan kuning telur sampai siap menetas.

Dr Finucci mengatakan hiu hantu muda dapat menunjukkan karakteristik yang berbeda dari versi dewasa mereka, yang membuat penemuan ini lebih signifikan.

“(Hiu) muda dapat hidup di habitat yang sangat berbeda, mereka dapat memiliki pola makan yang berbeda, mereka bahkan dapat terlihat sangat berbeda dari yang dewasa,” paparnya.

“Menemukan yang muda membantu kita lebih memahami biologi dan beberapa ekologi spesies,” lanjutnya. Dr Finucci mengatakan langkah pertama mereka adalah mencari tahu spesies bayi hiu.

“Kami akan mengambil sedikit sampel jaringan dan genetika acak, kemudian kami akan melakukan sejumlah besar morfometrik atau pengukuran tubuh juga, yang juga akan membantu kami menilai spesies apa yang kami lihat.”

Hiu hantu bukanlah hiu sebenarnya, tetapi spesies ikan yang berkerabat dekat dengan hiu dan pari. Mereka bertulang rawan – artinya kerangka mereka terutama terdiri dari tulang rawan – yang memberi mereka bentuk yang menakutkan dan halus.

Sebagian besar spesies hiu hantu menghuni laut dalam, meskipun beberapa spesies lebih suka hidup di perairan pantai yang dangkal.

Dr Finucci mengatakan, diperlukan penelitian, pengujian lebih lanjut, dan analisis genetik untuk menentukan bermacam hal dengan tepat mengenai spesies tersebut.

Referensi:

  • https://inet.detik.com
  • https://www.merdeka.com
  • https://nationalgeographic.grid.id
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,