Syarat Perjalanan Transportasi Laut GeNose C19. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi menetapkan tes GeNose C19 sebagai salah satu syarat perjalanan moda transportasi laut.

Syarat Perjalanan Transportasi Laut GeNose C19

Ketentuan penggunaan GeNose C19 pada moda transportasi laut ini diatur dalam SE Nomor 25 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Laut dalam Masa Pandemi Covid-19.



Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 tahun 2021.

Nantinya, calon penumpang transportasi laut di masa pandemi Covid-19 harus menjalani tes Covid-19 dengan menggunakan GeNose C19 di pelabuhan, sebelum melakukan perjalanan.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 1 April 2021.

Penetapan penggunaan GeNose C19 sebagai alat tes Covid-19 pada moda transportasi laut tersebut diawali di Pelabuhan Tanjung Priok.

Saat ini, penggunaan GeNose C19 baru diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok, dan secara bertahap akan diterapkan di pelabuhan lainnya.




Menurut Agus H. Purnomo, alat tes yang dikembangkan para peneliti UGM ini memiliki kemampuan mendeteksi virus corona yang berada di tubuh manusia dalam waktu cepat.

“Hanya butuh beberapa menit, hasil tes sudah dapat diketahui apakah positif atau negatif Covid-19,” ucapnya.

Agus H. Purnomo mengungkapkan bahwa GeNose C19 telah digunakan sebagai salah satu alternatif pemeriksaan kesehatan yang menjadi syarat perjalanan penumpang transportasi darat, yakni Kereta Api.

“Kemudian hari ini, tanggal 1 April 2021, diterapkan pada moda transportasi laut,” ujarnya.

Agus H. Purnomo juga menjelaskan beberapa keunggulan GeNose C19, yakni efisiensi waktu karena hasilnya keluar dengan cepat, serta melakukan deteksi dan akurasi yang tinggi.



Selain itu, penggunaan GeNose C19 jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan penggunaan tes usap PCR.

“Saya berharap dengan penggunaan alat tes GeNose C19 ini, dapat mencegah penyebaran serta dapat mengendalikan Covid-19,” tutur Agus H. Purnomo.

Berdasarkan SE Nomor 25 Tahun 2021, syarat penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan transportasi laut wajib menunjukkan :

  1. Hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimum 3X24 jam sebelum keberangkatan, atau
  2. Hasil negatif Tes GeNose C19 di Pelabuhan atau terminal, yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimum 1X24 jam sebelum keberangkatan
  3. Wajib mengisi e-HAC Indonesia

Sementara hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen bagi pelaku perjalanan menuju Pulau Bali, harus ditunjukkan dengan pengambilan sampel maksimum 2X24 jam sebelum keberangkatan.

Syarat tersebut tidak berlaku bagi:

  1. Penumpang rutin pulau Jawa yang melakukan perjalanan dengan kapal laut yang melayani pelayaran lokasi terbatas antar pulau antar pelabuhan domestik dalam wilayah satu aglomerasi
  2. Penumpang transportasi laut perintis dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, serta Perbatasan (3T)
  3. Penumpang anak-anak yang berusia di bawah lima tahun.




Syarat Perjalanan Transportasi Laut GeNose C19

Apabila penumpang mendapatkan hasil negatif tapi menunjukkan gejala, maka penumpang tidak boleh melanjutkan perjalanan, diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR, serta isolasi mandiri selama waktu tunggu pemeriksaan.

Sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011710249/genose-c19-jadi-syarat-perjalanan-moda-transportasi-laut-simak-ketentuan-selengkapnya?page=3


Read previous post:
Makna dan Hikmah Puasa
Ketika Lupa Baca Niat Puasa Ramadhan

Close