Sekolah di Jabar Akan Dibuka Kembali Bulan Agustus. Bagi Sobat Phi yang masih menjalani sekolah online, ada kabar baru, nih. Rencananya, sekolah di Provinsi Jabar akan kembali dibuka untuk kegiatan belajar mengajar tatap muka pada bulan Agustus 2020 mendatang.



Sekolah di Jabar Akan Dibuka Kembali Bulan Agustus

Melansir situs berita Pikiran Rakyat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, kegiatan pendidikan tatap muka sudah bisa dibuka. Namun, terbatas hanya di 257 kecamatan yang berada di zona hijau. Dalam artian, di kecamatan tersebut tidak pernah ada kasus Covid-19 atau selama tiga bulan bersih dari Covid-19.

Protokol Kesehatan Harus Diterapkan Secara Ketat

Menurut dia, analisis dan rekomendasi pembukaan aktivitas belajar mengajar tidak lagi melihat skala kota atau kabupaten karena dianggap terlalu luas. Artinya, pertimbangan menggunakan skala kecamatan karena dianggap lebih mudah untuk diawasi. “(Pertimbangan) tidak lagi berbasis kabupaten kota. Tapi kecamatan yang zona hijau,” ucap dia usai rapat koordinasi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung (28/07/2020).

Khusus di Zona Hijau

Status hijau pun tidak begitu saja disematkan terhadap suatu daerah, Sobat Phi. Tetap ada klasifikasinya. Yakni, daerah yang tidak pernah ada satu pun kasus positif Covid-19. Lalu, jika ada atau pernah ada kasus positif Covid-19, maka kecamatan tersebut bisa kembali berkategori hijau jika selama tiga bulan terakhir tidak ada lagi kasus positif baru.



Hanya Berlaku untuk SMA dan Sederajat

Pembukaan aktivitas belajar mengajar ini belum berlaku untuk semua tingkatan. Yang pertama didahulukan adalah tingka SMA atau SMK sederajat. “Kalau SMP terkendali baru masuk ke SD dan TK. Dalam kenyataannya kelas dikurangi 50 persen. Murid yang masuk sekolah diatur, dijadwal. Kebijakan ini diharapkan bisa menjawab ribuan orang tua yang komplain. Tapi, intinya, kami nggak bisa mengiyakan tanpa ada kajian yang membuat kita yakin dalam kondisi pengendalian yang benar,” ucap dia.

Sebelumnya, dalam kesempatan lain, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat mewajibkan sekolah yang akan menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka agar melakukan uji usap (tes PCR) kepada semua guru yang akan mengajar. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memfasilitasi tes PCR yang jumlahnya sesuai dengan permintaan dari daerah. Ini dilakukan untuk menekan potensi penularan saat KBM tatap muka berlangsung.

Selain itu, syarat lain yang harus dipenuhi adalah menerapkan protokol kesehatan ketat, di antaranya siswa tak hanya wajib menggunakan masker tapi dilengkapi dengan pelindung wajah (face shield). Kapasitas kelas juga dikurangi minimal 50 persen. “Gurunya akan kita tes PCR, daerah tinggal mengajukan berapa ribu guru yang akan dites. Setelah selesai baru anak-anak boleh sekolah. Orang tua siswa dapat memilih apakah akan mengikuti KBM tatap muka atau daring,” kata dia.



Sekolah di Jabar Akan Dibuka Kembali Bulan Agustus

Nah, menurutmu bagaimana Sobat Phi? Apakah sekolah daring masih sistem belajar yang ideal untuk kondisi di tengah pandemi seperti sekarang ini? Meski nanti sekolah jadi dibuka, semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir ya agar bisa kembali berangkat ke sekolah bertemu dengan teman-teman dan guru.

*sumber: Pikiran Rakyat

Chat Bersama Kami
Read previous post:
PPDB Zonasi Disebut sebagai Bentuk Revolusi
PPDB Zonasi Disebut sebagai Bentuk Revolusi

Polres Cianjur Pinjamkan HT untuk Belajar Daring
Polres Cianjur Pinjamkan HT untuk Belajar Daring

Bill-Gates-Sebut-Korsel-Siap-Bikin-200-Juta-Vaksin-Corona
Bill Gates Sebut Korsel Siap Bikin 200 Juta Vaksin Corona

Close