Tips Menjaga Kesehatan untuk Santri dan Anak Asrama. Sobat Phi masih ingat kasus positif covid-19 di Secapa AD beberapa waktu lalu? Karena tinggal di asrama dan tidak bergejala, pasien positif covid-19 di Jabar jadi meningkat tajam. Nah, berikut ini PhiRadio sudah merangkum beberapa tips kesehatan dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) untuk Sobat Phi yang tinggal di asrama dan pesantren.



Tips Menjaga Kesehatan untuk Santri dan Anak Asrama

1. Penyediaan Air Bersih
Menurut Sri, hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah penyediaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa banyak penyakit yang datang karena air yang tak bersih. Air yang tersedia pada sekolah pesantren dan asrama, termasuk air untuk wudhu, harus baik dan dijaga kebersihannya. Sebab, air wudhu digunakan pula untuk berkumur-kumur. Upaya kedua adalah meningkatkan sanitasi perorangan dan lingkungan. Hal itu termasuk mencegah polusi dalam ruangan.

2. Disiplin dengan Barang Pribadi
Pada saat di pesantren dan sekolah asrama, biasanya anak-anak menggunakan alat-alat makan bersama atau barang-barang lain secara bersama. Sri pun menyarankan hal itu perlu ditinjau ulang. “Sebaiknya memiliki barang-barang itu sendiri, yang terpisah dengan milik teman-teman yang lain,” jelas Sri. Upaya yang ketiga adalah pemberian imunisasi kepada anak-anak asrama atau santri. Hal itu ditujukan untuk mencegah penyakit dan penularan penyakit tertentu.



3. Hindari Berkerumun
Selanjutnya, santri dan anak asrama diserukan untuk menghindari berkumpul dalam jumlah banyak. Hal tersebut termasuk menghindari pertemuan orang banyak di ruang belajar, ruang makan, ruang ibadah, dan ruang tidur di dalam asrama. Ruangan-ruangan itu, menurut Sri, juga harus dihuni oleh sesedikit mungkin anak-anak dan menerapkan jaga jarak sosial. Dengan begitu, oksigenasi bisa terjaga di ruangan-ruangan tersebut.
“Ventilasi itu sangat penting. Pertukaran udara bagi anak-anak itu sangat penting untuk pertumbuhan otaknya. Jangan kotori dengan polusi ruangan, seperti asap rokok atau asap dari dapur,” jelas Sri.

4. Pemeliharaan Kesehatan Berkala
Hal yang penting juga adalah hubungan antara pondok pesantren dan dinas kesehatan (dinkes) yang berada di tiap pemerintah daerah. Pemeliharaan kesehatan anak-anak asrama atau santri harus dipantau oleh Dinkes. “Hal ini ditujukan agar bisa mendeteksi infeksi yang menular, sehingga penanganan pun bisa sesegera mungkin dan tidak sampai terlambat. Termasuk rujukan fasilitas kesehatan,” jelas dia.



Tips Menjaga Kesehatan untuk Santri dan Anak Asrama

Itulah tips kesehatan untuk kamu yang tinggal di asrama dan pesantren. Meski begitu, Sri merekomendasikan agar pesantren dan sekolah asrama tak buka dulu di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini.

*sumber: Republika.

Chat Bersama Kami
Read previous post:
Sekolah di Jabar Akan Dibuka Kembali Bulan Agustus
Sekolah di Jabar Akan Dibuka Kembali Bulan Agustus

PPDB Zonasi Disebut sebagai Bentuk Revolusi
PPDB Zonasi Disebut sebagai Bentuk Revolusi

Polres Cianjur Pinjamkan HT untuk Belajar Daring
Polres Cianjur Pinjamkan HT untuk Belajar Daring

Close