Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih. Pernahkah kalian mendengar istilah juru ukur? Juru ukur adalah salah satu profesi yang berkaitan erat dengan SMK Jurusan Teknik Geospasial.

Selain sumber daya manusianya banyak dibutuhkan, profesi juru ukur juga menawarkan gaji yang begitu menjanjikan. Gaji juru ukur berada di kisaran Rp 4-6 juta per bulan. Tetapi prospek kerjanya bukan hanya juru ukur saja.

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

Teknik Geospasial, juga dikenal sebagai Teknologi Informasi Geografis (GIS), adalah disiplin yang berkaitan dengan pengumpulan, analisis, interpretasi, manajemen, dan pemetaan data geografis. Ini melibatkan penggunaan teknologi komputer dan sistem informasi geografis untuk memahami dan memvisualisasikan data yang berkaitan dengan lokasi geografis dan ruang fisik. Berikut adalah beberapa aspek utama dari Teknik Geospasial:

  1. Pengumpulan Data Geografis: Ini melibatkan penggunaan berbagai metode untuk mengumpulkan data geografis, termasuk pengukuran lapangan, pemrosesan citra satelit, survei GPS (Global Positioning System), dan sumber data lainnya.
  2. Analisis Data Geografis: Setelah data geografis dikumpulkan, teknisi geospasial menggunakan perangkat lunak khusus untuk menganalisis data tersebut. Ini bisa melibatkan analisis spasial, pemodelan geografis, dan pengembangan solusi berdasarkan lokasi geografis.
  3. Pemetaan: Pemetaan adalah proses penciptaan peta, baik dalam bentuk cetak atau digital. Teknisi geospasial sering terlibat dalam pembuatan peta tematik, peta jalan, dan peta topografi.
  4. Pengelolaan Data Geografis: Data geografis dapat sangat besar dan kompleks. Pengelolaan data ini adalah bagian penting dari teknik geospasial. Sistem Informasi Geografis (GIS) digunakan untuk mengatur, menyimpan, dan mengakses data geografis.
  5. Aplikasi: Teknik geospasial digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pemetaan tanah, pemetaan kota, analisis perubahan lingkungan, perencanaan urban, pemantauan cuaca, manajemen sumber daya alam, navigasi, dan banyak lagi. Selain itu, GIS sering digunakan dalam industri seperti perminyakan dan gas, manajemen bencana, dan telekomunikasi.
  6. Konservasi Lingkungan: Teknik geospasial juga digunakan untuk tujuan konservasi lingkungan seperti pemantauan deforestasi, pengelolaan habitat satwa liar, dan pemantauan perubahan iklim.
  7. Pemetaan dan Navigasi: Teknik geospasial membantu dalam pengembangan sistem navigasi GPS dan peta digital yang digunakan di perangkat seluler, navigasi kendaraan, dan bahkan pesawat.
  8. Analisis Pemukiman dan Perencanaan Kota: GIS digunakan dalam analisis pemukiman, penggunaan lahan, dan perencanaan kota untuk mengoptimalkan penggunaan ruang dan meningkatkan kualitas hidup di perkotaan.
  9. Manajemen Sumber Daya: Ini melibatkan pemantauan dan manajemen sumber daya alam seperti air, energi, dan pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Teknik Geospasial adalah alat yang kuat dalam pemahaman dan pengelolaan data geografis yang mendukung banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai industri. Hal ini membantu pengambilan keputusan yang lebih baik, pengembangan proyek, pemantauan lingkungan, dan banyak lagi.

Tahukah kamu, ada satu jurusan SMK dengan jenjang karier tinggi yang bisa dipilih. Saat ini profesi juru ukur sedang banyak diganderungi oleh generasi muda, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah dekat pertambangan.

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

Dilansir dari laman Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Rahmat Indra Lianto, Ketua Program Jurusan Teknik Geospasial, SMKN 15 Samarinda, Kalimantan Timur akan memberitahu siswa terkait empat profesi menjanjikan buat Jurusan Teknik Geospasial. Ini daftarnya.

1. Land Surveyor

Seorang surveyor bertugas untuk melaksanakan survei pengukuran di lapangan dan menyusun laporan dalam bentuk gambar dan data.

“Pekerjaan seorang surveyor ini melakukan pengumpulan data koordinat atau posisi suatu titik di permukaan bumi melalui pengukuran sudut, jarak, dan lainnya,” ucap Rahmat.

Pekerjaan seorang Land Surveyor (atau juru ukur tanah) adalah penting dalam pemetaan dan pengukuran lahan dan properti. Mereka bertanggung jawab untuk mengumpulkan data yang akurat tentang lahan dan menghasilkan peta, gambar, dan laporan yang digunakan dalam berbagai industri dan proyek konstruksi. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung jawab utama seorang Land Surveyor:

  1. Pengukuran Lahan: Land Surveyors mengukur tanah, properti, dan perbatasan untuk mendapatkan informasi tentang ukuran, bentuk, dan batas-batas lahan. Mereka menggunakan instrumen seperti alat ukur laser, GPS, dan perangkat pengukuran lainnya.
  2. Pemetaan: Mereka menghasilkan peta dan gambar topografi yang menunjukkan detail-detail seperti elevasi, perairan, dan struktur di lahan. Ini penting dalam perencanaan konstruksi, perencanaan kota, dan pengembangan properti.
  3. Penentuan Batas Lahan: Salah satu tugas utama Land Surveyor adalah menentukan batas-batas lahan. Mereka bekerja dengan pemilik tanah, pengembang, dan pemerintah lokal untuk memastikan lahan dan properti memiliki batas yang jelas.
  4. Penyusunan Rencana: Land Surveyors dapat membantu dalam penyusunan rencana penggunaan lahan, pembangunan, atau perencanaan kota. Mereka memberikan masukan berdasarkan data mereka.
  5. Penyusunan Laporan: Setelah mengumpulkan data, mereka menyusun laporan teknis yang menjelaskan hasil pengukuran, pemetaan, dan analisis data.
  6. Perizinan dan Kepatuhan: Mereka membantu pemilik lahan dan pengembang dalam memahami dan mematuhi regulasi dan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan properti dan lahan.
  7. Kontrol Kualitas: Mereka memastikan bahwa data yang mereka kumpulkan adalah akurat dan dapat diandalkan, serta sesuai dengan standar profesional dan regulasi.
  8. Penggunaan Teknologi: Land Surveyors sering menggunakan teknologi seperti perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design) dan peralatan pengukuran canggih seperti total station dan GPS untuk melakukan pekerjaan mereka.
  9. Konsultasi: Mereka mungkin memberikan konsultasi kepada klien mereka, mengenai batas tanah, penggunaan lahan, atau persyaratan regulasi.
  10. Pemeliharaan Peralatan: Land Surveyors harus memelihara dan merawat peralatan mereka agar tetap dalam kondisi baik dan memberikan hasil yang akurat.
Baca Juga :  Kode Redeem Clash of Clans (COC) 25 Maret 2024 Terbaru Valid

Pekerjaan seorang Land Surveyor memegang peran kunci dalam berbagai industri, termasuk konstruksi, pengembangan properti, perencanaan kota, pertanian, lingkungan, dan banyak lagi. Mereka membantu memastikan bahwa penggunaan lahan dan properti berjalan sesuai regulasi dan rencana, serta menyediakan data yang diperlukan untuk berbagai proyek. Profesi ini memerlukan pemahaman yang kuat tentang pemetaan, matematika, dan teknologi, serta komunikasi yang baik dengan klien dan pihak lain yang terlibat dalam proyek.

Gaji land surveyor sendiri mencapai Rp 8 juta per bulan.

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

2. Operator SIG

Seorang Operator Sistem Informasi Geografis (GIS) adalah seorang profesional yang bekerja dengan perangkat lunak dan teknologi GIS untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan memvisualisasikan data geografis. Posisi ini dapat ditemukan dalam berbagai industri, termasuk pemetaan, perencanaan kota, manajemen lingkungan, pertanian, energi, transportasi, dan banyak lagi. Berikut adalah tugas dan tanggung jawab umum dari seorang Operator GIS:

  1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data geografis dari berbagai sumber, termasuk citra satelit, survei GPS, data lapangan, peta, dan basis data geografis lainnya.
  2. Manajemen Data: Memasukkan, mengorganisir, dan mengelola data geografis ke dalam sistem GIS. Ini mencakup pemeliharaan data, validasi, dan perawatan.
  3. Analisis Data: Melakukan analisis data geografis untuk mendapatkan wawasan dan informasi yang berguna. Ini termasuk analisis spasial, pemodelan, dan pemetaan tematik.
  4. Pembuatan Peta: Membuat peta digital dan cetak berdasarkan data geografis yang ada. Ini melibatkan pemilihan simbologi, pengukuran, dan tata letak peta.
  5. Integrasi Data: Mengintegrasikan data geografis dengan data non-geografis (misalnya, data demografis, ekonomi, atau lingkungan) untuk analisis yang lebih mendalam.
  6. Pemeliharaan Perangkat Lunak: Merawat perangkat lunak GIS dan memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik. Ini mungkin termasuk pembaruan perangkat lunak dan perawatan rutin.
  7. Pelaporan: Menyusun laporan dan dokumentasi hasil analisis data geografis. Laporan ini dapat digunakan oleh manajemen, pemerintah, atau pemangku kepentingan lainnya.
  8. Pelatihan dan Dukungan: Memberikan pelatihan dan dukungan kepada pengguna lain dalam organisasi yang menggunakan sistem GIS.
  9. Kepatuhan Hukum: Memastikan bahwa penggunaan data geografis mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, terutama dalam hal privasi dan hak kepemilikan data.
  10. Proyek Khusus: Mungkin terlibat dalam proyek-proyek khusus, seperti perencanaan penggunaan lahan, pemantauan lingkungan, pemetaan perubahan iklim, dan lainnya.
  11. Kualitas Data: Memastikan kualitas data geografis dengan mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan atau ketidakakuratan data.
  12. Keamanan Data: Mengamankan data geografis untuk melindunginya dari akses yang tidak sah atau kerusakan.
Baca Juga :  Syarat Beasiswa KIP 2024 serta Manfaat Prioritas Penerima PIP

Operator GIS bekerja dengan berbagai perangkat lunak GIS seperti ArcGIS, QGIS, dan software lainnya. Mereka harus memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep GIS, matematika, dan pemrograman (terutama dalam bahasa seperti Python). Kemampuan komunikasi yang baik dan kemampuan berpikir analitis juga penting dalam peran ini. Operator GIS membantu organisasi mengambil keputusan yang didasarkan pada data geografis dan dapat memainkan peran yang penting dalam pemetaan dan analisis berbagai masalah terkait lokasi dan ruang geografis.

Operator sistem informasi geografis (SIG) bertugas mengumpulkan, membangun, mengelola, dan menyajikan dalam bentuk informasi data spasial. Secara khusus operator SIG memiliki spesialisasi dalam analisis, kartografi, hingga manajemen data. Gaji operator SIG juga tinggi. Bisa di atas Rp 5 juta.

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

3. Drafter

Drafter adalah profesi yang berkaitan erat dengan bidang gambar-menggambar. Seorang drafter bertugas untuk membuat gambar pelaksanaan atau asdrawing sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan pembangunan di lapangan. Gajinya pun bisa mencapai Rp 5 juta bahkan lebih.

“Seorang drafter akan bertugas mempersiapkan berbagai gambar yang berkaitan dengan kerja teknik, di mana gambar ini bertujuan untuk mempermudah pembentukan berbagai objek yang terdapat di dalam gambar tersebut,” ucap Rahmat.

Drafter adalah seorang profesional yang mengkhususkan diri dalam menggambar dan merancang gambar teknis dan konstruksi yang digunakan dalam berbagai proyek teknik dan konstruksi. Tugas utama seorang drafter adalah menghasilkan gambar teknis, denah, dan rancangan yang akurat dan detail untuk membantu dalam perencanaan dan pembangunan proyek. Di bawah ini adalah beberapa aspek utama dari pekerjaan seorang drafter:

  1. Menggambar Teknis: Drafter menggunakan perangkat lunak CAD (Computer-Aided Design) atau secara manual untuk menghasilkan gambar teknis yang mencakup detail geometri, ukuran, spesifikasi material, dan instruksi konstruksi.
  2. Perencanaan Arsitektur: Drafter di bidang arsitektur menghasilkan gambar yang berkaitan dengan desain bangunan dan tata letak ruangan. Ini mencakup gambar denah, elevasi, dan detail interior.
  3. Teknik Sipil: Drafter di bidang teknik sipil menghasilkan gambar yang berkaitan dengan konstruksi infrastruktur seperti jembatan, jalan raya, saluran air, dan proyek-proyek lainnya.
  4. Mesin dan Manufaktur: Drafter di bidang rekayasa mesin dan manufaktur menghasilkan gambar yang berkaitan dengan desain dan pembuatan mesin, peralatan, dan komponen manufaktur.
  5. Elektronik: Drafter di bidang elektronik menghasilkan gambar dan layout sirkuit cetak untuk perangkat elektronik.
  6. Pemantauan dan Revisi: Drafter bertanggung jawab untuk memantau proyek-proyek yang sedang berlangsung dan membuat revisi pada gambar sesuai dengan perubahan yang mungkin terjadi selama proses konstruksi.
  7. Kerja Tim: Drafter sering bekerja dalam tim dengan insinyur, arsitek, dan profesional teknis lainnya untuk memahami kebutuhan desain dan memastikan bahwa gambar teknis mencerminkan tujuan proyek.
  8. Mengikuti Pedoman dan Regulasi: Drafter harus mematuhi pedoman dan regulasi yang berlaku, termasuk peraturan bangunan dan regulasi keselamatan.
  9. Komunikasi: Mereka berinteraksi dengan klien, kontraktor, dan tim proyek lainnya untuk memastikan pemahaman yang baik tentang spesifikasi proyek.
  10. Pemahaman Material: Drafter perlu memiliki pemahaman yang baik tentang berbagai material yang digunakan dalam konstruksi dan manufaktur.
  11. Pemahaman Teknologi: Memahami penggunaan perangkat lunak CAD dan teknologi terkait lainnya adalah penting dalam pekerjaan mereka.
  12. Pengukuran dan Presisi: Kebijaksanaan presisi dan kemampuan mengukur dengan akurat sangat penting dalam menghasilkan gambar teknis yang tepat.
Baca Juga :  Download Aplikasi Fitness Erakulis Bikinan Pesepakbola Cristiano Ronaldo Terdapat Fitur Kesehatan Mental

Drafter memainkan peran penting dalam pengembangan proyek konstruksi, manufaktur, dan rekayasa. Mereka membantu memastikan bahwa rencana dan desain direalisasikan dengan benar dan sesuai dengan spesifikasi. Profesi ini membutuhkan keterampilan teknis yang kuat, pemahaman mendalam tentang konsep konstruksi, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dalam lingkungan proyek.

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

4. Operator Drone

Seorang operator drone bertugas untuk merencanakan penerbangan melakukan pengolahan data foto udara dan melaksanakan pengontrolan kualitas terhadap data yang diperoleh.

Gaji operator drone memang beragam. Sama dengan keempat profesi di atas. Ada yang mencapai Rp 5 juta bahkan lebih.

Profesi Operator Drone, juga dikenal sebagai pilot drone, adalah pekerjaan yang berkaitan dengan mengoperasikan dan mengendalikan pesawat tanpa awak (drone) untuk berbagai tujuan, termasuk pemetaan, pemantauan, pengambilan gambar, inspeksi, pengiriman, dan banyak lagi. Berikut adalah beberapa aspek utama dari pekerjaan seorang Operator Drone:

  1. Operasi Drone: Seorang Operator Drone bertanggung jawab atas pengoperasian dan pengendalian drone. Mereka harus memastikan bahwa drone dapat terbang dengan aman dan efisien.
  2. Pemantauan Penerbangan: Selama penerbangan drone, operator harus memantau perangkat untuk memastikan kinerja yang baik dan untuk mendeteksi masalah potensial.
  3. Pemetaan dan Survey: Drone digunakan untuk pemetaan lahan, pemantauan pertanian, survei topografi, dan pemetaan situs konstruksi. Operator harus mengumpulkan data dengan akurat dan menghasilkan peta digital.
  4. Fotografi dan Videografi: Drone sering digunakan untuk pengambilan gambar udara dan perekaman video. Operator harus memastikan gambar dan video yang dihasilkan berkualitas tinggi.
  5. Inspeksi: Dalam industri seperti konstruksi dan energi, drone digunakan untuk inspeksi struktur, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Operator harus mengidentifikasi masalah atau kerusakan yang mungkin.
  6. Kontrol Kualitas: Operator drone harus memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan klien.
  7. Kepatuhan Hukum: Mereka harus memahami dan mematuhi regulasi penerbangan drone yang berlaku di wilayah mereka, termasuk izin penerbangan, batasan ketinggian, dan aturan keselamatan.
  8. Perawatan Drone: Operator bertanggung jawab untuk merawat dan memelihara drone, termasuk perbaikan kecil dan pemeliharaan rutin.
  9. Analisis Data: Setelah mengumpulkan data, operator dapat melakukan analisis awal untuk mendapatkan wawasan yang bermanfaat dari informasi yang dikumpulkan.
  10. Kerja Tim: Dalam beberapa kasus, operator drone bekerja dalam tim dengan profesional lain, seperti insinyur, geolog, arsitek, atau ahli pemetaan, untuk mencapai tujuan proyek.
  11. Pelaporan: Operator dapat diminta untuk menyusun laporan yang mencakup hasil penerbangan, data yang dikumpulkan, temuan, dan rekomendasi.
  12. Keamanan: Karena drone sering digunakan untuk tugas-tugas yang memerlukan ketelitian, operator harus memastikan keselamatan dan keamanan selama operasi.

Profesi Operator Drone telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi drone. Banyak industri dan sektor telah mengadopsi teknologi ini untuk berbagai tujuan, dari pemetaan hingga pengiriman barang. Keterampilan operator drone sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa operasi drone berjalan dengan lancar, data yang akurat diperoleh, dan keselamatan dipertahankan. Selain keterampilan teknis, pemahaman tentang peraturan dan regulasi penerbangan drone sangat penting dalam pekerjaan ini.

Itu dia empat profesi menjanjikan buat kalian yang sedang mendalami Jurusan Teknik Geospasial. Kira-kira sudah ada bayangan belum dari keempat profesi tersebut mana yang cocok untuk kalian?

Prospek Kerja SMK Jurusan Teknik Geospasial, Gaji Bisa Rp 5 Juta Lebih

Sumber : https://www.kompas.com/