Greeone

Mengingat Pahlawan yang Hampir Terlupakan. Mengenang pahlawan Indonesia serta jasa perjuangannya membuat kita semakin bisa mencintai negeri Indonesia. Namun kadang kali beberapa pahlawan yang dulu pernah berjuang, terlupakan jasanya.

Mengingat Pahlawan yang Hampir Terlupakan

Baca Yuk :

Melansir dari Ruang Guru,alasan mengapa Hari Pahlawan jatuh pada tanggal 10 November adalah terjadinya pertempuran antara tentara Indonesia dengan pasukan Inggris di Kota Surabaya. Pertempuran pertama setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia ini menjadi pertempuran terbesar dalam sejarah revolusi nasional.

Berbicara tentang hari pahlawan, ternyata ada beberapa pahlawan Indonesia yang masih belum banyak dipublikasikan, nih. Kenali yuk pahlawan-pahlawan Indonesia yang hampir terlupakan.

1. Tan Malaka

Nama lengkapnya adalah Sutan Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka. Tan Malaka adalah sosok yang cerdas dan perhatiannya terhadap pendidikan kaum pribumi pun sangat tinggi. Beliau sempat bersekolah dan belajar di Belanda. Setelah kembali ke Indonesia, Tan Malaka mendirikan Sekolah Rakyat di Semarang. Di setiap kurikulumnya, terdapat semangat melawan penindasan dan perjuangan untuk mendapatkan hak sebagai manusia dan warga negara.

Beliau sempat beberapa kali mengevaluasi kondisi dan situasi Republik Indonesia setelah adanya Perjanjian Linggarjati (1947) dan Renville (1948). Atas kecerdasan pemikirannya, Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 53, yang kemudian ditandatangani Presiden Soekarno pada 28 Maret 1963.

 

2. Dewi Sartika

Raden Dewi Sartika lahir dari keluarga ternama, sehingga sejak kecil, beliau sudah mendapatkan pendidikan dasar yang layak. Beliau merupakan pahlawan Indonesia yang bercita-cita mendirikan sekolah untuk kaum perempuan. Beliau merasa miris ketika melihat perempuan-perempuan pada saat itu buta aksara dan miskin ilmu pengetahuan. Berkat perjuangannya, akhirnya sekolah perempuan bernama Sekolah Isteri berhasil berdiri di Pendopo Kabupaten Bandung pada 16 Januari 1904.

Kemudian sekolah ini direlokasi sekaligus berubah nama menjadi Sekolah Kaoetamaan Isteri tahun 1910. Sekolah ini kemudian terus berkembang dan tersebar di seluruh Jawa Barat. Pada tahun 1912 sudah berdiri 9 sekolah dan terus bertambah satu di setiap kota maupun kabupaten pada tahun 1920. Selanjutnya sekolah itu berganti nama menjadi Sekolah Raden Dewi pada September 1929. Atas jasanya dalam memperjuangkan pendidikan, beliau diberi gelar penghargaan Orde van Oranje-Nassau (bintang emas) pada ulang tahun ke-35 Sekolah Kaoetamaan Isteri. Serta diakui sebagai pahlawan pada 1 Desember 1966.

3. Sam Ratulangi

Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi (Sam Ratulangi) adalah Gubernur pertama Sulawesi. Beliau juga orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan guru di masanya. Sam Ratulangi pernah bersekolah di Jakarta, Belanda, dan Universitas Zurich, Swiss. Demi menaikkan taraf hidup rakyat Minahasa, Beliau berhasil menghapus kerja paksa (rodi), kemudian menyelenggarakan transmigrasi, juga mendirikan yayasan dana belajar.

Beliau juga merupakan aktivis kemerdekaan yang sangat keras melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Beliau tidak ingin masyarakat Indonesia berada di bawah penguasaan penjajah. Demi mempertahankan Republik Indonesia, Gubernur Ratulangi membentuk badan perjuangan rakyat bernama Pusat Keselamatan Rakyat. Pemerintah pun menetapkan Ratulangi sebagai Pahlawan Nasional dan tiga kali dianugerahkan gelar Anumerta.

4. SIlas Papare

Silas Papare berjuang menyatukan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Beliau pernah dipenjara karena terus mempengaruhi Batalyon Papua untuk terus memberontak Belanda. Saat menjadi tahanan di Serui, ternyata beliau bertemu dengan Sam Ratulangi yang sedang diasingkan oleh Belanda. Pertemuan dengan Sam Ratulangi membuatnya menjadi semakin yakin jika Papua harus bebas.

Saat aktif dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB), beliau diminta Presiden Soekarno menjadi delegasi Indonesia di New York Agreement yang mengakhiri konflik antara Belanda dengan Indonesia perihal Irian Barat. Namanya pun diabadikan pada salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386. Selain itu, didirikan pula Monumen Silas Papare di dekat pantai dan pelabuhan Laut Serui. Di Jayapura, namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare. Sedangkan di Kota Nabire, nama Silas Papare dikenang dalam wujud nama jalan.

5. Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan wanita yang ikut mengangkat bambu runcing dan terlibat dalam perang Indonesia. Martha terlibat dalam perang Pattimura yang berlangsung pada tahun 1817. Beliau dikenal sebagai gadis yang pemberani, tangguh, dan berani mengambil resiko. Atas perjuangannya, masyarakat Ambon membuat monumen sebagai simbol penghargaan untuk Martha.

Mengingat Pahlawan yang Hampir Terlupakan

Sumber: Ruang Guru

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , , , , , ,

Streaming Now