Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dimulai. Seperti yang sudah diketahui, SNMPTN sendiri merupakan sistem penerimaan yang merujuk kepada nilai rapot siswa selama lima semester. Sistematika seleksinya memang terbilang tidak banyak diketahui oleh pendaftar.

Proses seleksinya tidak bisa dikuantifikasikan. Semua siswa dianggap memiliki kemampuan yang sama sesuai dengan nilai rapotnya, meski asal sekolahnya berbeda.

Misalnya, nilai 80 di sekolah A dan nilai 80 di sekolah B dianggap memiliki bobot yang sama. Meski pun pada kenyatannya nilai tersebut memiliki bobot nilai yang berbeda.

Berbeda denganSeleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang mana memang pada dasar nya melalui tes yang sama. Sehingga relative lebih “fair” dan bisa dikuantifikasikan.

Maka pemeringkatan pendaftar didasarkan pada tes yang sama.



Sistem yang ada pada SNMPTN membuat kita menjadi kesulitan dalam hal prediksi peluang penerimaan. Pasalnya, kita akan bersaing dengan siswa yang memiliki nilai beragam dari sekolah yang berbeda pula.

Di mana penyeleksian tidak hanya melihat nilai rapot saja, tetapi juga indeks sekolah.

Nah Sobat Phi, sudah sejauh mana dan sematang apa persiapan untuk mendaftar di kampus tujuannya dengan SNMPTN? Bukan hanya memantapkan pilihan jurusan saja lho yang penting. Ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam SNMPTN. Phiradio merangkum beberapa langkah penting yang perlu dipersiapkan sebelum menentukan pilihan di kampus tujuanmu.

Tentukan Jurusan Yang Diinginkan

Dalam melanjutkan studi keperguruan tinggi, hal yang pertama dan utama harus dipikirkan dengan matang adalah bidang studi yang ingin kita tekuni. Ke mana minat kita tertuju, bidang apa yang ingin dikuasai, akan mengarahkan kita kepada pilihan jurusan yang tepat. Jangan sampai kita memilih jurusan yang bidang studinya tidak kita minati.

Dalam memilih jurusan, kita harus mengenal diri sendiri dan juga realita di lingkungan sekitar saat ini. Kita harus mengenali apa yang kita hadapi jika kita memilih satu jurusan tertentu. Dan bagaimana konsekuensinya saat telah memasuki dunia kerja nanti.

Pastikan kalian tidak “mencoba-coba” dalam memilih jurusan. Akan sangat baik jika kalian menentukan pilihan sesuai dengan keinginan sendiri, bukan keinginan orang lain, apalagi hanya ikut-ikutan ya sobat Phi.

Setelah kita tahu jurusan apa yang ingin kita tuju. Saat nya memilih perguruan tinggi yang dirasa tepat dan mampu memenuhi keinginan belajarmu.

Ingat, jangan sebaliknya. Jangan sampai memilih perguruan tinggi sebelum memilih jurusan. Karena mungkin saja perguruan tinggi yang kamu inginkan tidak menyediakan program studi yang sesuai dengan minat kamu.

Kenali Detail JurusanTujuanmu

Selain mengetahui jurusan apa yang cocok dengan minat kita, penting bagi kita untuk mengenal apa saja yang akandipelajari di jurusan tersebut, serta hal-hal substantif lainnya. Namun, kita perlu juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peluang kita dalam SNMPTN. Detail jurusan tersebut meliputi daya tampung, daftar jurusan yang dapat memilih program studi tersebut (misalnya IPS atau IPA), sebaran siswa yang diterima, jumlah pendaftar dan jumlah diterima, jumlah siswa diterima berdasarkan jurusan, serta jumlah siswa diterima berdasarkan provinsi.

Detail tersebut bisa dilihat langsung di website SNMPTN. Kita hanya tinggal memilih jurusan tujuan kita, dan data pun akan muncul mencakup semua hal yang disebutkan di atas. Data yang terterapada website SNMPTN merupakan data terbaru yang biasanya diambil dari SNMPTN di tahun sebelumnya.

Pelajari Indeks Sekolahmu

Kita tahu bahwa indikator penerimaan SNMPTN meliputi nilai rapot dan indeks sekolah. Banyak di antara siswa SMA tingkat akhir yang mungkin belum mengetahui indeks sekolahnya. Pada dasarnya, indeks sekolah kita berbeda di setiap PTN. Indeks sekolah sendiri ditentukan lewat beberapa faktor, seperti akreditas, jenis kelas, IPK dan prestasi alumni, track record sekolah, prestasi sekolah, nilai SBMPTN di tahun sebelumnya, dan jumlah siswa lulus SNMPTN di PTN yang bersangkutan di tahun sebelumnya.

Hal-hal ini memang tidak memiliki angka pasti yang bisa kita ketahui sebagai calon pendaftar. Namun setidaknya kita bisa mencari data alumni sekolah kita yang di tahun sebelumnya lulus SNMPTN di PTN yang bersangkutan. Untuk melihat peluang mana yang lebih besar, adalah langkah yang tepat jika kita membandingkan jumlah alumni yang diterima di PTN berbeda melalui SNMPTN.

Misalnya, dari 100% alumni yang mendaftarke PTN A, 50% di antaranya diterima. Sedangkan dari 100% alumni yang mendaftarke PTN B, hanya 30% di antaranya diterima. Darinya, kita bisa melihat peluang  yang lebih besar untuk diterima di PTN tertentu. (Ismi Hakim Azzahrah)

Chat Bersama Kami
Read previous post:
NWSF 2020 ITB Dalam Mengatasi Masalah Sanitasi
NWSF 2020 ITB Dalam Mengatasi Masalah Sanitasi

Raih Piala Oscar 2020 Parasite Cerita Antara Si Miskin dan Si Kaya
Raih Piala Oscar 2020 Parasite Cerita Antara Si Miskin dan Si Kaya

Minuman Segar Paling Populer
Minuman Segar Paling Populer

Close