Greeone

KUNCI JAWABAN Kelas 8 soal Bahasa Indonesia Halaman 60-78 Bab 3 Menyusun Cerita Pendek Pohon Keramat. Pada artikel ini akan dipaparkan soal dari pembahasan materi pelajaran Bahasa Indonesia pada Bab 3 tentang Menyusun Cerita Pendek.

Soal disertai jawaban ini dibuat untuk memudahkan siswa khususnya Kelas 9 dalam memahami materi khususnya pada Bab 3. Berikut soal pembahasan dari materi Bahasa Indonesia kelas 9 pada Bab 3 tentang Menyusun Cerita Pendek Pohon Keramat di halaman 60 sampai 78, selengkapnya di artikel ini.

Baca Yuk :



KUNCI JAWABAN Kelas 8 soal Bahasa Indonesia Halaman 60-78 Bab 3 Menyusun Cerita Pendek Pohon Keramat

Pembahasan soal dimulai dari halaman 60 hingga halaman 78 pada Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Revisi 2018. Berikut soal dan pembahasan materi bahasa Indonesia Kelas 9 dilansir dari Kanal YouTube Hairani Sains, Sabtu 4 September 2021:

Halaman 60

Pada halaman ini, siswa diminta menjawab pertanyaan identifikasi soal cerpen (cerita pendek) berjudul ‘Pohon Keramat’.

Baca Juga: Pembahasan Soal Matematika Kelas 9 Halaman 30 Latihan 1.3 Nomor 6 sampai 10 Pembagian Bilangan Pangkat

Jawaban:

1. Iya, judul cerpen tersebut menarik orang untuk membacanya karena mengandung unsur misteri

2. Tidak, judul cerpen tidak mencerminkan isi cerpen, karena isi cerpen yang sesungguhnya adalah mengenai kisah hidup tokoh utama di lereng Gunung Baser.

3. Kata ‘keramat’ yang dimaksud adalah pepohonan yang berada di Gunung Beser.

4. Berdasarkan teknik sudut pandang orang pertama. Hal ini ditandai dengan adanya kata ganti ‘saya’

5. Tokoh-tokoh dalam cerpen ‘Pohon Keramat’ adalah :

– saya (tokoh utama)

– kakek (kakek tokoh utama)

– Kang Hasim (guru mengaji tokoh saya)

– Mbah Jayasakti (nenek moyang di Gunung Beser)

Halaman 61

Setelah adik-adik membaca cerpen tersebut kemudian buatlah simpulan unsur cerpen dengan mengisi kotak seperti berikut ini.

Simpulan kunci jawaban soal Bahasa Indonesia kelas 9 SMP MTs
Simpulan kunci jawaban soal Bahasa Indonesia kelas 9 SMP MTs

Jawaban :

1). Unsur Simpulan dan bukti

Latar tempat : di Gunung Beser

Kutipan cerpen : Bagi sawah – sawah di kampung saya, air tidak mesti diperebutkan. Gunung Beser memberikan air yang melimpah. Nama Gunung Beser sendiri berarti mengeluarkan air terus-terusan.

Mata air yang berada di kaki gunung mengalirkan sungai yang lumayan besar. Sebagian air itu dialirkan ke kampung untuk memenuhi bak-bak mandi.

Sisanya yang masih melimpah mengairi sawah dan kolam. Selain itu, masih banyak yang mata air kecil yang dipakai penduduk sebagai pancuran.

2). Unsur Simpulan dan bukti

Latar waktu : Saat pendudukan Belanda

Kutipan Cerpen : Paragraf ketiga kalimat pertama

3). Unsur Simpulan dan bukti

Latar sudut pandang penceritaan : Sudut pandang orang pertama (saya)

Kutipan cerpen : Saya beberapa kali melihat para petani berbuburu berang-berang atau tikus. Mereka mengasapi seluruh lubang yang ditemui. Bila ada buruannya yang keluar, orang-orang mengejar sambil berteriak-teriak.

Tentu pemukul tidak ketinggalan ikut beraksi. Sekali berburu puluhan tikus atau berang-berang bisa didapatkan.

Bila panen tiba, setiap petani yang punya sawah luas akan mengadakan syukuran. Para tetangga diundang, Ikan ditangkap atau ayam disembelih. Saya selalu senang.

Selain sering dibawah Kakek ke ketempat syukuran, saya senang dengan hari-hari di sawah. Anak-anak seluruh kampung mengalihkan tempat bermain ke sawah.

Ada yang membuat baling-baling, bermain musik dengan terompet-terompet kecil dari batang padi, atau berburu burung beker. Saya pernah mengikuti seluruh permainan itu.

Saya bermain dengan anak dari kelompok mana saja. Setiap orang di kampung saling mengenal, termasuk anak-anak.




4). Unsur Simpulan dan bukti

Karakter (tokoh) : tokoh saya, kakek, penduduk

Kutipan cerpen : Saya merasa waktu itu kakek adalah orang yang dihormati oleh penduduk kampung. Siapapun akan mengangguk hormat apabila bertemu kakek.

Di sawah, saat mengontrol air kakek menjadi tempat bertanya apabila ada masalah. Dan kakek adalah orang yang memutuskan apakah tikus atau berang-berang yang mulai merusak itu harus diburu segera atau tidak.

5). Unsur : struktur

Simpulan dan bukti : orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, resolusi

Kutipan cerpen :

Orientasi : terletak pada paragraf 1 hingga paragraf 9

Rangkaian peristiwa : terletak pada paragraf 10 hingga 16.

Komplikasi : terletak pada paragraf 17 hingga paragraf ‘Kakek meninggal tidak lama kemudian. Kematian kakek tidak mendatangkan perhatian yang besar dari penduduk. Saya sedikit…apa yang mereka lakukan.

Resolusi : terletak pada ‘keberhasilan pertanian dan pabrik itu memberi kemewahan tersendiri bagi kampung saya…yang tidak punya izin berdagang kayu sembunyi – sembunyi.

6). Unsur : alur

Simpulan dan bukti : alur maju

Kutipan cerpen : Cerpen Pohon Keramat menceritakan mengenai sejarah Gunung Beser, masa kecil tokoh saya, pembukaan hutan Gunung Beser, hingga bencana yang melanda warga kaki bukit Gunung Beser.

Halaman 63 – 75

Kegiatan 1 Mengidentifikasi struktur Cerpen

Isi cerpen :

1. Disebelah barat kampung … menyebutnya Gunung Beser tentang: Lokasi Gunung Beser

2. Meski areanya kecil…hafal cerita keangkeran Gunung Beser tentang : Mitos Gunung Beser

3. Saat pendudukan Belanda…baunya dibawa angin seputar gunung tentang : Sejarah Gunung Beser pada masa pendudukan Belanda.

4. Karena cerita itu dipercaya…penyabit rumput hanya berani sampai ke kaki gunung tentang : kepercayaan penduduk Gunung Beser

5. Sejak saya ingat…mengganggu ketenangan Gunung Beser tentang : kharisma Gunung Beser

6. Bagi saya,…melihat gunung itu bercahaya tentang : kenangan saya ketika berumur 5 tahun

7. Selesai shalat…mandi di pancuran sawah tentang : kenangan saya ketika mengikuti kakek

8. Dari pematang …salat diatas daun pisang tentang : pemandangan Gunung Beser

9. Bagi sawah-sawah di kampung saya…penduduk sebagai pancuran tentang : air dari Gunung Beser

10. Oleh karena itu…berang-berang itu akan diburu oleh orang kampung tentang : antivitas penduduk Gunung Beser.

11. Saya beberapa kali …berang berang bisa didapatkan tentang : petani berburu tikus atau berang-berang

12. Bila panen tiba …termasuk anak-anak tentang : syukuran ketika panen tiba

13. Bagi anak – anak…hal yang sudah saya hafal betul tentang : aktivitas anak-anak di sore hari

14. Pulang dari mengontrol sawah…sebelum saya memilih tentang : kenangan saya dan kakek berjalan-jalan di pasar

15. Saya merasa waktu itu…harus diburu segera atau tidak tentang : kakek dimata penduduk kampung

16. Sering kakek juga diminta…kakek malah membawa si sakit ke rumah pak Mantri tentang : kakek yang dapat mengobati orang sakit

17. Kedamaian kampung saya…pabrik-pabrik semakin santer diinformasikan orang kecamatan tentang : kedamaian kampung mulai terusik

18. Perkenalan kampung saya…tidak lagi merupakan pesta kampung tentang : penduduk mulai jarang berkumpul

19. Kebutuhan yang semakin mendesak…Saya waktu itu sudah meningkat remaja tentang : kenangan saya ketika remaja.

20. Perselisihan antarpenduduk… Akan tetapi tidak sedikit yang mendukungnya tentang: perselisihan antar penduduk

21. “Saat ini adalah …memperjuangkan perluasan pabrik tentang : aktivitas penggerak pembangunan

22. “Apanya yang mesti ditakuti…yang tidak perlu ditakutkan,” kata mereka tentang : ajakan untuk memanfaatkan sumber daya alam.

23. Semakin banyak penduduk …apa yang dikatakan Kakek, tentang : sebagian penduduk masih menghormati kakek

24. Saya tidak begitu jelas…pembukaan sebagian Gunung Beser tentang: Kakek menyetujui pembukaan Gunung Beser.

25. “Saat ini saat sulit…Kisah Mbah Jayasakti masih diperlukan untuk melindungi Gunung Beser” tentang alasan kakek menyetujuinya.

26. Saya kurang mengerti…kenapa tidak dari dulu Gunung Beser dibuka, tentang : ketidakpahaman saya atas alasan kakek

27.”Gunung Beser akan marah…perbatasan kaki gunung saja” tentang: pertengkaran saya dan kakek

28. Pembukaan kaki Gunung Beser itu…pekerja sebagian besar didatangkan dari daerah lain tentang : pembukaan Gunung Beser.

29. Para penggerak …dibicarakan di setiap pertemuan resmi dan tidak resmi tentang : para penggerak pembangunan dipuji

30. Kakek meninggal tidak lama kemudian…mengagumi juga apa yang mereka lakukan tentang : kakek meninggal

31. Keberhasilan pertanian …berdagang kayu sembunyi-sembunyi tentang : keberhasilan pertanian dan pabrik

32. Gunung Beser bercahaya siang dan malam…bukan merupakan bagian dari kampung saya tentang : saya merasa Gunung Beser bukanlah kampungnya lagi.

33. Kekeringan di musim kemarau…kamus kampung saya tentang : Kekeringan di musim kemarau

34. Perlawanan terhadap…perahu itu tiba tentang : banjir melanda Gunung Beser.

35. Saya hanya bisa mencatat peristiwa – peristiwa seperti itu… merasa pintar padahal tidak, tentang : kesimpulan saya mengenai pohon keramat

Kegiatan 2: Menyimpulkan struktur isi cerpen Pohon Keramat (halaman 75)

Adik-adik diminta menjawab soal bagaimana cara menyimpulkan struktur isi cerpen Pohon Keramat dan masukan seperti pada gambar dibawah ini

menyimpulkan struktur isi cerpen soal Bahasa Indonesia kelas 9
menyimpulkan struktur isi cerpen soal Bahasa Indonesia kelas 9

Pembahasan :

Orientasi —> penentuan peristiwa, menciptakan gambaran, visual latar, atmosfir dan waktu kisah

Rangkaian peristiwa —> Rangkaian kisah berlanjut melalui serangkaian peristiwa – peristiwa tak terduga.

Komplikasi —> cerita bergerak seputar konflik atau masalah dan karakter. Tokoh utama mengarah ke solusi.

Resolusi —> Solusi untuk masalah atau tantangan dicapai berhasil. Bagaimana pengarang mengakhiri cerita.

Kegiatan 5: latihan kata/kalimat ekspresif (halaman 77)

Apakah kalian sudah bisa memilih kata untuk menulis cerpen dengan ketrampilan memilih kata yang bermakna kuat, lebih ekspresif secara emosi?

Jika belum maka kalimat berikut merupakan latihan untuk memilih kata ekspresif

1. Wajahnya keras dan beku seperti dinding batu. Ia berkata, “Aku ikut”. Makna yang emotif yang terkandung dalam kalimat ini adalah?

Jawab : takut

2. Untuk menyatakan diam yang lebih ekspresif adalah…

Jawab : Mulutnya terkunci rapat

3. Mulutnya tiba-tiba rasa terkunci. Maksud kalimat tersebut adalah…

Jawab : ia tiba-tiba tidak bisa berbicara

4. Ada orang baru saja kehilangan mata pencaharian. Ia tidak mampu berbuat apa-apa. Beban dan kesusahan terbayang di depan mata. Reaksi orang itu. Ia tertawa. Tawa yang membungkus tangis. Maksud kalimat yang tercetak miring adalah…

Jawab : seseorang yang tertawa untuk menutupi kesedihan yang dialaminya.

5. Ia sudah jauh dari rumah. Keterasingan tiba-tiba menggigit dirinya. Kalimat ini cocok untuk menggambarkan perasaan seseorang yang …

jawab : rindu kampung halaman

6. Kulayangkan pandangku…kata teriris memiliki makna yang mirip dengan kata terbelah dalam kalimat…

jawab : kuarahkan pandanganku ke dua bukit kecil yang terbelah oleh aliran sungai

7. Aku telah menghabiskan…kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan seseorang yang…

jawab : merasa cemas

8. Matahari menancap tinggi di langit. Udara gerah. Kalimat ini mengandung arti …

Jawab : hari telah siang

9. Bahagia seperti ini…kalimat yang cocok dengan kalimat ini adalah…

jawab : seolah-olah dadanya siap meledak kapan saja

10. Matahari telah terbenam…kalimat ini dapat juga menggambarkan satuan waktu …

jawab : sore hari menjelang malam

Itulah pembahasan soal bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 60-85 Bab 3 Menyusun Cerita Pendek Pohon Keramat.

Semoga dapat menjadi referensi adik-adik dalam belajar

Sumber : https://ringtimesbali.pikiran-rakyat.com/edukasi/pr-282525418/soal-bahasa-indonesia-kelas-8-halaman-60-78-bab-3-menyusun-cerita-pendek-pohon-keramat?page=all

Baca Yuk :

Streaming Now