Kenali 5 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh. Meskipun sebagian besar orang menyadari pentingnya donor darah dalam menyelamatkan nyawa, terdapat beberapa manfaat yang kurang dikenal namun sangat berarti. Berikut ulasan selengkapnya.

Tahukah Anda bahwa setiap 8 detik, ada satu orang yang membutuhkan transfusi darah di Indonesia dan setiap menitnya, ada 10 orang sekarang menanti donasi donor darah? Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, Indonesia kekurangan jumlah produksi darah secara nasional, yaitu sekitar 500 ribu kantong tiap tahunnya. Bisa jadi kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela masih rendah. Padahal, banyak sekali manfaat rutin donor darah bagi kesehatan pendonornya.

Mental Health Foundation menyebut, donor darah dapat mengurangi stres, meningkatkan persepsi terhadap keadaan emosional yang meliputi kepuasan hidup dan kebahagiaan hidup (emotional well-being), baik untuk kesehatan tubuh, membantu menyingkirkan perasaan negatif, menciptakan rasa saling memiliki dan mengurangi perasaan kesepian (isolation).

Kenali 5 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh

Donor darah adalah tindakan sukarela yang dapat memberikan manfaat luar biasa tidak hanya bagi penerima darah tetapi juga bagi pendonor sendiri.

“Donor darah” adalah istilah dalam bahasa Indonesia yang mengacu pada proses sukarela menyumbangkan darah oleh seseorang untuk keperluan transfusi darah. Menyumbangkan darah adalah tindakan altruistik yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Berikut beberapa informasi terkait donor darah:

  1. Proses Donor Darah:
    • Sebelum proses donor, calon donor akan menjalani pemeriksaan kesehatan singkat untuk memastikan bahwa mereka memenuhi syarat sebagai donor.
    • Darah diambil melalui jarum yang ditempatkan pada pembuluh darah vena di lengan. Proses ini umumnya berlangsung sekitar 10-15 menit.
    • Jumlah darah yang diambil biasanya sekitar 450 ml hingga 500 ml, tergantung pada aturan setempat.
  2. Syarat Donor Darah:
    • Umumnya, calon donor harus berusia antara 17 hingga 65 tahun. Namun, batasan usia bisa bervariasi berdasarkan peraturan lokal.
    • Berat badan calon donor juga harus mencapai batas tertentu.
    • Kesehatan umum dan riwayat medis calon donor juga diperiksa untuk memastikan keamanan proses donor.
  3. Manfaat Donor Darah:
    • Donor darah dapat menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah akibat kecelakaan, operasi, penyakit darah, atau kondisi medis lainnya.
    • Donor darah juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi diri sendiri, seperti merangsang produksi sel darah baru.
  4. Keamanan dan Etika:
    • Proses donor darah diatur oleh standar keamanan yang ketat untuk memastikan bahwa darah yang disumbangkan aman untuk digunakan.
    • Semua perlengkapan yang digunakan selama proses donor adalah alat sekali pakai untuk menghindari risiko infeksi.
  5. Konseling dan Pemulihan:
    • Setelah donor darah, calon donor biasanya diberikan waktu untuk istirahat dan pemulihan di area khusus.
    • Pemberian makanan ringan dan minuman sering dilakukan untuk memastikan kondisi fisik calon donor pulih setelah kehilangan volume darah yang kecil.
  6. Rutinitas Donor Darah:
    • Beberapa negara memiliki program donor darah rutin di pusat donor darah atau melalui kegiatan donor darah keliling.
    • Rutinitas donor darah tergantung pada kebijakan dan kebutuhan lokal.
Baca Juga :  Cara Mengatasi Asam Lambung Naik yang Disebabkan Karena Stres

Donor darah merupakan kontribusi penting dalam sistem kesehatan untuk memastikan pasokan darah yang cukup bagi mereka yang membutuhkannya. Jika Anda berminat menjadi donor darah, sebaiknya hubungi pusat donor darah setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan mengetahui persyaratan yang berlaku.

Kenali 5 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh

1. Deteksi Dini Penyakit Menular

Sebelum setiap donor darah, dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh pada calon donor. Hal ini mencakup pemeriksaan terhadap penyakit menular seperti HIV, hepatitis B, dan C. Dengan pemeriksaan ini, donor darah dapat mengetahui status kesehatannya, memungkinkan deteksi dini dan penanganan lebih awal jika ditemukan adanya penyakit.

2. Stimulasi Produksi Sel Darah Baru

Donor darah merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah baru. Proses ini akan mempertahankan kesehatan sistem hematologi, termasuk sel darah merah yang bertanggung jawab atas transportasi oksigen dan sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Karena itu, donor darah dapat memberikan manfaat jangka panjang.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Donor darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Peningkatan kadar besi dalam tubuh, yang terjadi karena kehilangan darah saat proses donor, dihubungkan dengan pengurangan risiko kardiovaskular. Kadar besi yang tinggi dapat menyebabkan oksidasi berlebihan, sedangkan donor darah membantu menjaga keseimbangan besi dalam tubuh.

4. Pembaruan Sistem Kardiovaskular

Donor darah teratur dapat memberikan efek pembaruan pada sistem kardiovaskular. Proses ini membantu mengoptimalkan sirkulasi darah, mengurangi viskositas darah, dan memastikan bahwa sel-sel darah merah tetap elastis. Dengan begitu, donor darah tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular pendonor sendiri.

Baca Juga :  Pengertian Sarkoma Rahim, Penyebab, Gejala, Pengobatannya

5. Meningkatkan Produksi Sel Darah Putih

Donor darah dapat meningkatkan produksi sel darah putih, yang merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Dengan meningkatnya sel darah putih, tubuh menjadi mampu melawan infeksi dan penyakit. Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima darah, donor darah juga dapat meningkatkan kemampuan tubuh untuk melindungi diri dari infeksi.

Kenali 5 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum donor darah

Tergoda dengan segala kebaikan dari donor darah? Bagus! Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda menyumbang darah.

Dikatakan oleh dr. Sara Elise Wijono, MRes, dari KlikDokter, untuk jadi pendonor darah, Anda harus berusia antara 17-60 tahun. Usia 17 tahun diperbolehkan jika mendapat izin tertulis dari orang dan selama kondisi kesehatannya memenuhi syarat. Syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Berat badan minimal 45 kg
  • Suhu tubuh 36,6-47,5 derajat Celcius
  • Tekanan darah sistolik 110-160 mmHg dan diastolik 70-100 mmHg
  • Denyut nadi teratur, yaitu sekitar 50-100 kali/menit
  • Hemoglobin wanita minimal 12 gram, sedangkan untuk pria minimal 12,5 gram
  • Maksimal penyumbangan lima kali per tahun dengan jarak sekurang-kurangnya 3 bulan (tetap harus disesuaikan dengan keadaan pendonor)

Anda dilarang menjadi donor jika:

  • Pernah menderita hepatitis B dalam jangka waktu 6 bulan
  • Sesudah kontak erat dengan penderita hepatitis, sesudah transfusi, sesudah melakukan tato, atau sesudah melakukan operasi kecil
  • Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi
  • Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar
  • Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksin polio, influenza, kolera, tetanus, difteria, atau profilaksis
  • Dalam jangka waktu 2 minggu sesudah vaksin virus hidup parotitis epidemika, measles, dan tetanus toxin
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi rabies terapeutik
  • Dalam jangka waktu 1 minggu sesudah gejala alergi menghilang
  • Dalam jangka waktu 1 tahun sesudah transplantasi kulit
  • Hamil hingga 6 bulan sesudah persalinan dan sedang menyusui
  • Ketergantungan obat
  • Alkoholisme akut dan kronis
  • Mengidap sifilis dan tuberkulosis
  • Menderita epilepsi dan sering kejang
  • Menderita penyakit kulit pada vena yang akan ditusuk jarum
  • Memiliki kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya G6PD, thalasemia, dan polisitemia vera
  • Termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi HIV/AIDS (homoseksual, morfinis, suka gonta-ganti pasangan seks, dan pemakai jarum suntik tidak steril)
  • Pengidap HIV/AIDS
Baca Juga :  Penyakit Kanker Sarkoma, Simak Gejala dan Cara Penanganannya

Jika Anda telah memenuhi syarat, pastikan untuk makan dan minum sebelum donor darah agar gula darah stabil. Anjuran dari dr. Astrid Wulan Kusomoastuti dari KlikDokter,perbanyak konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, ikan, ayam, dan bayam untuk menjaga kadar sehat besi dalam darah. Perbanyak juga asupan cairan sebelum hari pendonoran.

Hindari melakukan aktivitas berat seperti olahraga angkat beban sebelum hari pendonoran. Anda pun direkomendasikan untuk cukup tidur, yaitu sekitar 7-9 jam, pada malam hari sebelum pendonoran agar Anda lebih segar dan terhindar dari risiko lemas atau pusing setelah selesai donor darah.

Karena proses donor darah cukup memakan waktu, Anda dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang nyaman. “Gunakanlah pakaian lengan pendek atau pakaian longgar, dan bisa digulung hingga di atas siku supaya petugas bisa dengan mudah mengakses pembuluh darah Anda,” kata dr. Astrid.

Karena donor darah tak boleh sembarangan, Anda pun berkewajiban untuk memilih layanan donor darah yang resmi dan terjamin. Pastikan pula donor darah dilakukan oleh petugas yang kompeten. Jangan ragu untuk menanyakan hal-hal yang ingin Anda ketahui.

Donor darah merupakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menyehatkan, dan dapat dilakukan secara rutin. Dari banyaknya manfaat kesehatan yang bisa Anda rasakan dari rutin donor darah, ingatlah selalu bahwa sumbangan darah Anda bisa menyelamatkan nyawa mereka yang membutuhkan. Yuk, dalam rangka Hari Palang Merah Indonesia donorkan darah Anda untuk membantu sesama sekaligus menjaga kesehatan tubuh!

Kenali 5 Manfaat Donor Darah untuk Kesehatan Tubuh

Sumber :

Live Streaming