Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Ide Kreatif, Mahasiswa UNAIR Olah Pupuk dari Limbah Udang, empat mahasiswa universitas airlangga menghadirkan inovasi pupuk padat dan pupuk cair dari limbah udang atau produk yang bernama poli udang.

Pembuangan limbah budidaya udang yang kerap diabaikan melatarbelakangi tim mengambil gagasan tersebut. Meskipun pemerintah sudah menyediakan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL)

Baca Yuk :

Ide Kreatif, Mahasiswa UNAIR Olah Pupuk dari Limbah Udang

Tim Aquafuture menciptakan inovasi pupuk padat dan cair dari limbah udang bernama Pupuk Olahan Limbah Udang (Poli Undang). Pembuatan ini dilatarbelakangi pembuangan limbah budidaya udang yang kerap diabaikan.

Tim Aquafuture terdiri dari 3mpat mahasiswa yaitu:

  1. Heri Prasetyoning Tias,
  2. Putri Mardhotillah,
  3. Cahaya Mahadiva, dan
  4. Anggraeni Tirta Sari

Ke empat mahasiswa tersebut meraih juara 2 pitch deck nasional dalam ajang kompetisi Hack A farm yang diselenggarakan oleh PT Indmira pada Jumat (28/1/22).

Produk yang dihasilkan melalui terobosan maju tersebut diberi nama Pupuk Olahan Limbah Udang (POLI UDANG). Tim ini beranggotakan Heri Prasetyoning Tias, Putri Mardhotillah, Cahaya Mahadiva, dan Anggraeni Tirta Sari.

CEO Aquafuture, Heri Prasetyoning Tias mengatakan inovasi tersebut tercetus dari melihat banyaknya petani tambak yang tidak menerapkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dalam pengolahan limbah udang.

“Sudah banyak pengaduan masyarakat terkait limbah budidaya udang. Apalagi limbah tersebut mengandung senyawa fosfat dan nitrogen yang sifatnya metabolit toksik dan sangat berbahaya,’’ ujar CEO Aquafuture, Heri Prasetyoning Tias.

Pupuk padat berukuran 5 kg, sambung Tias,  hanya bisa digunakan untuk lahan pertanian. Sementara pupuk cair berukuran 500 mL dapat digunakan untuk lahan pertanian maupun perikanan.

“POLI UDANG yang jenis cair ini bermanfaat untuk menumbuhkan pakan alami, fitoplankton, sehingga bisa memudahkan petambak dan petani ikan di Indonesia dalam budidaya,’’ ujar Tias mahasiswa FPK UNAIR.

‘’Produk ini masih akan terus dikembangkan dan dilakukan uji coba. Kedepannya produk ini akan dipasarkan dengan kisaran harga 30.000/botol dan 25.000/karungnya,’’ imbuhnya.

‘’Harapannya, produk ini dapat menjadi pupuk yang efektif dan dipasarkan secara luas sehingga dapat memberikan solusi dari permasalahan limbah budidaya udang yang berkelanjutan,’’ harap Tias dan tim.

Tim Aquafuture juga turut mendukung beberapa ketercapaian SDGs, salah satunya SDGs poin ke-14 mengenai life below water yang mendukung keberlangsungan ekosistem laut. Selain itu, juga SDGs poin ke-9 yang mendorong inovasi melalui hubungan dengan industri.

Referensi:

  • http://news.unair.ac.id
  • https://perikanan.sariagri.id
  • https://www.medcom.id
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,