Dampak Program Kartu Prakerja bagi Penerima, Hasil Riset dan Evaluasi, Ternyata Positif. Bahkan pada program tersebut, tidak saja dari peningkatan peluang untuk mendapat pekerjaan baru dan membuka usaha, tapi juga dari segi peningkatan pendapatan.

Survei dilakukan terhadap sebanyak 47 ribu responden pendaftar Kartu Prakerja (penerima maupun non penerima) dari Agustus-Oktober 2021. Berdasarkan riset dan evaluasi dari program Kartu Prakerja memperlihatkan dampak yang postif bagi penerimanya.

Baca Yuk :

Dampak Program Kartu Prakerja bagi Penerima, Hasil Riset dan Evaluasi, Ternyata Positif

Riset tersebut merupakan kerja sama antara J-PAL SEA/LPEM FEB UI dan Kartu Prakerja. Studi riset dilakukan melalui penyebaran survei secara daring.

Banyak orang mungkin belum familiar dengan Program Kartu Prakerja yang diadakan oleh pemerintah. Tapi apakah sebenarnya Kartu Prakerja, bagaimana cara mendapatkannya dan sampai kapankah berlaku dan bisa didapatkan? Simak ulasannya berikut ini.

Dilansir dari Prakerja.go.id, Program Kartu Prakerja sendiri merupakan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Berikut presentase penemuan hasil dari riset dan evaluasi terhadap dampak Kartu Prakerja bagi penerimanya.

  1. Sebesar 8 persen peningkatan kebekerjaan, baik dengan bekerja maupun wirausaha.
  2. Sebesar 18 persen berpeluang memulai pekerjaan baru, sejak pembukaan gelombang pertama.
  3. Sebesar 30 persen, memungkinkan memilikoi usaha sendiri.
  4. Sebesar Rp122.500 per bulan, peningkatan pendapatan yang diperoleh penerima Kartu Prakerja.
  5. Sebesar 172 persen peningkatan penggunaan sertifikat oleh penerima Kartu Prakerja untuk melamar kerja.

Seperti diketahui, bahwa program Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja.

Terutama pekerja yang terkena PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi, termasuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Dengan adanya program Kartu Prakerja, setidaknya mampu meningkatkan manfaat kebekerjaan/kewirausahaan. Selain itu juga, mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Program Kartu Prakerja tahun 2020-2021 sudah mencapai 22 gelombang sehingga pemerintah memutuskan untuk melanjutkan program tersebut di tahun 2022, dengan jumlah anggaran sebesar Rp 11 triliun atau 4,3 persen dari pagu anggaran perlindungan sosial Rp 252,3 triliun pada tahun 2022.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio N Kacaribu mewakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam acara webinar Impact Evaluation of Kartu Prakerja, Rabu (1/12/2021).

Media transfer dana dan pengembangan keterampilan

Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam menangani COVID-19. Program ini tidak hanya menjadi transfer dana dari pemerintah ke masyarakat tetapi juga menawarkan pembelajaran keterampilan.

Program ini juga menjadi pondasi dalam memberi dan meraih kesempatan kerja yang lebih luas, terutama saat kegiatan ekonomi mengalami banyak perubahan selama pandemi COVID-19.

“Oleh sebab itu Tahun 2022 kartu program program kartu pra kerja masih terus dilanjutkan skema pelaksanaannya bersifat semi bantuan sosial, tetapi tetap dilakukan dan bersifat reguler akan dimulai dengan mempertimbangkan situasi yang semakin kondusif,” ujar Febrio.

Dampak Program Kartu Prakerja bagi Penerima, Hasil Riset dan Evaluasi, Ternyata Positif

pikiran-rakyat.com

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , ,

Streaming Now