Universitas Lampung Luncurkan Mobil Listrik Buatan Dosen dan Mahasiswa, Electric Vehicle Unila,  Universitas Lampung (Unila) meluncurkan mobil listrik yang diberi nama Electric Vehicle Unila (E.V.U 01) karya dari dosen dan mahasiswa.

Electric Vehicle Unila merupakan mobil listrik ramah lingkungan, dengan memanfaatkan serat alam untuk beberapa bagian mobil.

Baca Yuk :

Universitas Lampung Luncurkan Mobil Listrik Buatan Dosen dan Mahasiswa, Electric Vehicle Unila

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr Asep Sukohar mengatakan bahwa “Mobil listrik ini asli buatan tangan dari tim pembuatan mobil listrik Unila, bukan buatan pabrikan,”.

Peluncuran mobil listrik ini sebagai upaya Unila dalam membantu mengurangi pemanasan global dan memenuhi penilaian UI Green Metric serta mendukung program sustainable development goals (SDG’s).

Pembuatan mobil listrik membutuhkan proses yang panjang dan hampir mengalami kegagalan. Dalam perjalanannya, sempat mengalami problematika yang cukup rumit, dan akhirnya mobil listrik tersebut dapat terealisasi.

Mobil listrik Unila seri E.V.U 01 ini memiliki spesifikasi sebagai berikut :

  • Motor Listrik : 3 KW
  • Torsi : 70 Nm
  • Gear Rasio : 1:10 dan 1:20
  • Solar Panel : 100 Wp
  • Baterai : 60 volt 45 Ah
  • Top Speed : 50 km/jam
  • Range : 100-150 km
  • Berat : 400 kg
  • Bodi : Rami dan Daun Bambu

Martinus, Ketua Tim Mobil Listrik Unila mengatakan, mobil ini sudah digagas sejak 2015, yang dilanjutkan dengan pembuatan robot pembersih lantai yang lolos dalam Pimnas di Kendari. “Lalu kita buat dua kendaraan listrik. Dan setiap tahunnya kita kembangkan kendaraan listrik dengan melibatkan mahasiswa hingga alumni,” ucapnya.

Kreatifitas menarik dari mobil ini, lanjutnya, pertama kali pakai serat alam, bodinya dari rami dan daun bambu hingga joknya menggunakan serat kelapa. “Negara kita punya serat alam sangat banyak, hanya pemanfaatannya masih terbatas. Maka kita gagas penggunaan serat alam meski belum sempurna, dan ke depan kita akan terus lakukan penyempurnaan,” jelasnya.

Mobil listrik tersebut masih prototipe yang akan terus dikembangkan. Menurut Martinus, untuk satu unit mobil listrik ini memiliki nilai ekonomi di bawah Rp 100 juta, lebih terjangkau dibandingkan produk komersil yang sama yang berkisar Rp 200 jutaan.

Ia mengatakan ke depan yang harus dilakukan adalah memperbanyak ekosistemnya dan pengisian bahan bakar tenaga surya serta penelitian turunannya.

Referensi: antaranews.com, medcom.id

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,

Streaming Now