Dluz.club Portal Fashion Beauty Parenting Wisata

Tips Mengajarkan Empati Pada Anak Menurut Para Ahli, mengajarkan rasa empati pada anak sejak dini sangatlah penting. Dengan adanya rasa empati, anak dapat membangun dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Empati adalah keterampilan yang harus dijadikan bekal untuk mereka dalam menjalani kehidupan kelak. Keterampilan ini harus diberikan sedini mungkin bahkan sejak batita.

Baca Yuk :

Tips Mengajarkan Empati Pada Anak Menurut Para Ahli

Untuk lebih memahami apa dan bagaimana empati sebenarnya, para ahli kerap memberikan definisi mengenai empati sesuai dengan pemahaman mereka masing- masing. Beberapa Pengertian Empati Menurut Para Ahli yaitu:

  • Bullmer
    Bullmer berpendapat bahwa empati adalah suatu proses yang terjadi ketika seseorang dapat merasakan perasaaan orang lain dan menangkap arti perasaan tersebut, lalu dikomunikasikan dengan kepekaan yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bahwa orang tersebut sungguh – sungguh mengerti perasaan orang lain.
  • Adler
    Menurut Alfred Adler, empati adalah penerimaan terhadap perasaan orang lain dan dapat memposisikan diri kita pada tempat orang tersebut.
  • Thomas F. Mader dan Diane C Mader (1990)

Thomas dan Diane Mader berpendapat bahwa empati adalah kemampuan seseorang untuk berbagi perasaan yang dilandasi oleh rasa kepedulian, dan ada berbagai tingkatan dari kepedulian tersebut.

  • Taylor

Pandangan Taylor tentang empati adalah sebagai suatu usaha untuk menyelami perasaan orang lain agar dapat merasakan dan menangkap makna dari perasaan tersebut. Karena itulah empati menjadi faktor yang esensial untuk menjalin hubungan yang saling mempercayai karena ada penerimaan dan pengertian yang timbul secara tepat terhadap perasaan orang lain.Empati mengkomunikasikan pikiran dan perasaan orang lain secara tepat, karena itu dapat menjadi faktor yang penting bagi terciptanya hubungan saling mempercayai.

  • Mead

George Herbert Mead dalam Eisenberg (2000) menyatakan bahwa empati adalah suatu bentuk kapasitas mengambil peran orang lain dan mengadopsi perspektif yang dimiliki orang lain lalu menghubungkannya dengan diri sendiri. Mead menambahkan komponen kognitif atau kemampuan untuk memahami dalam definisi empati, dengan penekanan pada kepasitas individu untuk memahami bagaimana seseorang memandang dunia melalui peran orang lain.

  • Kohler

Pada tahun 1929 Kohler merupakan salah satu ahli yang pertama memperdebatkan empati dan hubungannya dengan aspek kognitif. Kohler berpendapat bahwa dari pada empati yang terfokus kepada perasaan yang terdalam, sebenarnya empati lebih menekankan bagaimana pemahaman terhadap perasaan orang lain daripada melakukan sharing dengan mereka. Empati dapat merubah seseorang dengan cara menjadi pribadi yang menyenangkan serta cara menghilangkan sifat egois.

  • Hurlock

Menurut Hurlock (1999:118),  empati adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengerti perasaan dan emosi orang lain, dan juga kemampuan untuk membayangkan diri sendiri di tempat orang lain dan menghayati pengalaman orang tersebut. Ia menyatakan bahwa kemampuan empati mulai muncul pada akhir masa kanak – kanak awal atau sekitar enam tahun. Sebaagai pelengkap, Anda juga dapat mempelajari mengenai teori psikologi perkembangan, teori belajar behavioristik, dan juga apa saja peran keluarga dalam pendidikan anak.

  • Baron & Byrne

Baron dan Byrne (2005) menyatakan dalam buku psikologi sosial bahwa empati adalah merupakan suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasakan simpatik, mencoba menyelesaikan masalah dengan mengambil perspektif orang lain. Merasakan empati dapat menjadi cara mengubah diri menjadi lebih baik dan cara menghindari pergaulan bebas.

  • Nancy Eisenberg

Menurut Nancy Eisenberg (2002) empati adalah sebuah respons afektif yang asalnya dari penangkapan atau pemahaman akan keadaan emosi atau juga akan kondisi lainnya, yang mirip dengan perasaan orang lain. Empati merupakan kemampuan untuk menempatkan diri sendiri dalam posisi orang lain dan mampu merasakan penghayatan terhadap perasaan orang lain, namun tetap dapat mempertahankan jati dirinya sendiri. Emosi yang dirasakan seseorang tidak mengakibatkan seseorang lalu kehilangan identitas dirinya.

  • Goleman

Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence menyatakan bahwa pada dasarnya empati adalah kemampuan untuk mengerti emosi – emosi yang dirasakan orang lain. Goleman juga mencatat bahwa ada tingkatan yang lebih dalam mengenai pengertian, pendefinisian dan reaksi terhadap kepedulian serta kebutuhan yang mendasari reaksi dan respon emosional lainnya.

Tips Mengajarkan Empati Pada Anak Menurut Para Ahli

Mengutip pendapat Jean Decety dan Jason Cowell dari University of Chicago dalam paper-nya yang berjudul ‘The Complex Relation between Morality and Empathy’. Kata empati  telah menjadi istilah untuk tiga proses berbeda yakni:

  1. Emotional sharing
    Yang terjadi ketika kita mengalami perasaan tertekan sebagai akibat dari mengamati kesusahan pada individu lain.
  2. Perhatian empati

Motivasi untuk merawat individu yang rentan atau tertekan

  1. Pengambilan perspektif.

Kemampuan untuk secara sadar menempatkan diri dalam pikiran orang lain dan membayangkan apa yang dipikirkan atau dirasakan orang itu.

Ketiga proses tersebut mendefinisikan apa itu sikap empati yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa empati memiliki peranan yang sangat penting di dalam kehidupan, maka dari itu sejak dini kita memang harus mengajarkan anak mengenai perasannya agar nantinya bisa memiliki perasaan yang etrdadalam terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain.

sehinga anak juga mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. untuk itu lah pentingnya rasa empati harus dimiliki oleh setiap anak. hal ini juga bisa menunjukan rasa empati dan cinta kaish diantara sesama manusia.

Manfaat Rasa Empati

Berikut ini merupakan manfaat dari rasa empati, yaitu:

  • Empati membawa kebaikan. Perasaan positif dan bahagia akan meningkat ketika rasa empati yang kita sampaikan, didengar dan dimengerti dengan baik. kemudian, ketika kita merasa diri kita dimengerti oleh orang lain, maka akan terjalin hubungan.
  • Pelaku empati akan merasa mendapatkan identitas diri, dan hal ini bisa memicu diri seseorang untuk terus berbuat kebaikan lagi dan lagi di dalam hidupnya.
  • Empati bisa meningkatkan kesehatan secara emosional dan fisik, melalui koneksi yang terbangun dan perhatian.
  • Empati dikatakan mampu menghilangkan masalah psikologis, seperti stress, kesepian, rasa malu, kecemasan (anxiety), dll.
  • Rasa empati bisa menghindari terjadinya konflik, mencegah konflik menjadi marah dan membantu menyelesaikannya.
  • Empati membuka sudut pandang dan cara pikir seseorang, meningkatkan rasa peduli serta keinginan untuk menolong.

tugas orang tua adalah mengajarkan sikap empati pada anak, berikut ini Tips Mengajarkan Empati Pada Anak diantaranya yaitu:

  • Berempati dengan anak dan teladan empati untuk orang lain
    Anak-anak belajar empati baik dari melihat kita maupun dari merasakan empati kita terhadap mereka. Ketika kita berempati dengan anak-anak kita, mereka mengembangkan kepercayaan, mengamankan keterikatan dengan kita. Keterikatan tersebut adalah kunci keinginan mereka untuk mengadopsi nilai-nilai kita dan untuk mencontoh perilaku kita, dan untuk membangun empati mereka terhadap orang lain.
  • Jadikan perhatian pada orang lain sebagai prioritas

Jika anak-anak ingin menghargai perspektif orang lain dan menunjukkan belas kasih kepada mereka, sangat penting bagi mereka untuk mendengar dari orang tua mereka bahwa peduli terhadap orang lain adalah prioritas utama, dan itu sama pentingnya dengan kebahagiaan mereka sendiri. Meskipun kebanyakan orang tua mengatakan bahwa membesarkan anak yang penuh perhatian adalah prioritas utama, seringkali anak-anak tidak mendengar pesan itu.Misalnya, daripada mengatakan “Yang terpenting adalah kamu bahagia,” Bunda dapat mengatakan, “Yang terpenting adalah kamu baik dan kamu bahagia.”

  • Berikan kesempatan kepada anak untuk melatih empati

Anak-anak dilahirkan dengan kapasitas empati, tetapi perlu dipupuk sepanjang hidup mereka. Mempelajari empati dalam hal-hal tertentu seperti belajar bahasa atau olahraga. Itu membutuhkan latihan dan bimbingan. Membantu anak-anak menjadi lebih baik dalam menyelaraskan perasaan dan perspektif orang lain.

  • Perluas lingkaran perhatian anak

Kita sering berbicara tentang empati sebagai kuantitas. Misalnya, kita berbicara tentang anak-anak yang memiliki banyak atau sedikit empati atau kurang empati sama sekali. Namun masalahnya seringkali bukanlah apakah anak-anak dapat berempati atau seberapa besar empati yang mereka miliki. Untuk siapa mereka memiliki empati, Bunda.

Bagi kebanyakan dari kita, tidak sulit memiliki empati kepada anggota keluarga dan teman dekat kita. Ini juga merupakan sifat manusia untuk memiliki empati terhadap orang yang seperti kita dalam beberapa hal.

Orang tua, tidak hanya penting bagi kita untuk menjadi teladan dalam mengapresiasi banyak tipe orang. Penting bagi kita untuk membimbing anak-anak dalam memahami dan peduli berbagai jenis orang yang berbeda dari mereka.

  • Bantu anak-anak kendalikan diri dan kelola perasaan secara efektif

Seringkali ketika anak-anak tidak mengungkapkan empati, itu bukan karena mereka tidak memilikinya. Itu karena perasaan atau gambaran tertentu menghalangi empati mereka. Seringkali kemampuan untuk peduli orang lain terhalangi oleh emosi mereka, misalnya, oleh kemarahan, rasa malu, iri hati, atau perasaan negatif lainnya. Membantu anak-anak mengelola perasaan negatif serta stereotip dan prasangka tentang orang lain bisa melatih empati mereka.

Dilansir dari Psychology Today, Peneliti percaya terdapat beberapa cara untuk meningkatkan empati kita terhadap orang lain., berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan empati yaitu:

  • Habiskan waktu dengan banyak individu berbeda untuk mengetahui berbagai sudut pandang orang lain
  • Membaca novel. Hampir mirip dengan bertemu dengan orang lain, hal ini mampu membuat kita memahami berbagai sudut pandang orang lain
  • Meditasi

Cara Meningkatkan Empati

Pada dasarnya kemampuan seseorang untuk merasakan empati telah ada sejak lahir, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atau melatih kepekaan untuk merasakan empati tersebut, yaitu:

  • Membentuk rasa kepedulian dengan menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain.
  • Mempelajari tingkah laku atau sikap orang – orang yang memiliki kemampuan empati yang tinggi.
  • Berlatih untuk mengasah kemampuan empati dengan berusaha menyelami seperti apa sekiranya perasaan dan pikiran orang lain pada satu situasi.
  • Berbagi pengalaman dengan orang lain yang akan meningkatkan kemampuan kita untuk merasakan empati.
  • Mendengarkan orang lain adalah salah satu cara untuk melatih empati Anda, namun tidak hanya sekedar mendengarkan apa yang disampaikan melainkan mendengar bagaimana cara penyampaiannya, misalnya dengan juga memperhatikan bahasa tubuh seseorang ketika sedang menyampaikan ceritanya.

Penelitian menunjukkan, bagian otak yang mengatur empati sangat adaptif pada berbagai jenis situasi. Terkadang kita butuh rasa empati, tapi di lain waktu mungkin kita perlu mematikan rasa empati untuk melindungi diri dan orang lain.

Empati juga dapat menghambat tindakan sosial atau bahkan memicu perilaku tercela. Misalnya, orang yang melihat kecelakaan mobil dan sangat terpengaruh oleh rasa sakit yang dialami korban bisa membuatnya tidak segera menolong.

Hanya saja tidak semua orang merasakan empati dalam setiap situasi. Beberapa orang mungkin lebih berempati secara alami, tapi ada juga yang cenderung merasa lebih berempati terhadap beberapa orang saja dan tidak begitu terhadap orang lainnya.

Di samping itu, menanamkan empati juga salah satu cara untuk mencegah bullying oleh karena itu orangtua perlu mengedukasi anak-anak agar menumbuhkan empati.

Itulah Informasi tentang Tips Mengajarkan Empati Pada Anak Menurut Para Ahli.

Source: klikdokter.com,dosenpsikologi.com, gramedia.com

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , , ,

Streaming Now