Tips Membuat CV Beasiswa. Mendaftar beasiswa sama halnya dengan melamar pekerjaan, sama-sama membutuhkan dokumen CV. Meskipun secara keseluruhan terlihat sama, namun CV beasiswa tidak hanya melampirkan data diri dan pengalaman, juga mendiskripsikan tujuan kamu dalam melanjutkan pendidikan.



Nah, agar CV beasiswamu bisa bernilai dan menarik, sebelum dikonsultasikan dengan para awardee yang kamu kenal, yuk perhatikan lima hal di bawah ini dulu!

Tips Membuat CV Beasiswa

1. Ketahui tujuan beasiswa

Semenarik apa pun latar belakangmu, namun jika tidak diperlukan oleh pihak pemberi beasiswa sama dengan bohong, bukan? Maka dari itu, kamu harus mengetahui tujuan dari program beasiswa yang ingin kamu lamar. Contohnya, apakah program beasiswa tersebut mengutamakan kemampuan pengalaman di bidang penelitian, atau membutuhkan persyaratan jam kerja, hal itu harus disesuaikan dengan pengalaman dan tujuan hidup kamu ketika melampirkan dalam sebuah CV. Tentu tidak sesuai jika selama ini kamu bekerja sebagai desain grafis, namun mendaftar pada beasiswa yang membutuhkan pelamar dari pengalaman bidang penelitian.

2. Gunakan template CV yang mudah dibaca

Selama ini kamu lebih suka membuat CV yang singkat dan padat, atau panjang namun lengkap?. Secara teknis ada dua hal yang harus kamu perhatikan dalam membuat CV beasiswa, yaitu apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Yang harus dilakukan adalah, CV yang terdiri atas dua halaman, be significant, dengan deskripsi yang singkat dan padat. Namun, tidak boleh menuliskan sebuah kebohongan, substansi yang nihil, format tabel, dan desain yang heboh. Biasanya, untuk CV beasiswa para pelamar akan menggunakan format dari Europass, yang bisa kamu dapatkan di laman pencarian ya!

3. Perhatikan relevansi pengalaman yang kamu tulis

Saking semangatnya dalam mempersiapkan dokumen ini, jangan lupa untuk memperhatikan pengalaman yang ditulis pada CV. Secara umum, apapun pengalaman yang kamu peroleh bisa dituliskan. Namun kembali ke poin satu, kamu harus memperhatikan bagaimana relevansinya dengan tujuan beasiswa yang kamu lamar. Kemudian, buat kamu yang minder dengan pengalaman yang dianggap biasa-biasa saja. Dilansir Schoters, CEO Schoters, Radyum Ikono menyatakan, jika para penyelenggara beasiswa tidak hanya membutuhkan list atau nama pengalaman yang kamu kerjakan, namun juga dampak dari yang kamu kerjakan untuk sekitar. Tampilkan sosok menarikmu, agar penyelenggara beasiswa melihat sisi yang berbeda dari diri kamu. Bahkan, pengalaman sehari-hari juga bisa ditulis lho!

4. Harus lebih teliti

Sepele tapi penting, kamu diharuskan jangan melakukan hal-hal ini pada CV kamu. Seperti, typo atau grammatical eror, salah memilih diksi, salah tata bahasa, hingga salah tanda baca. Gunakanlah font yang mudah dibaca seperti, Times New Roman atau Arial. Tampilan memang harus menarik, tapi kalau isinya nggak jelas, berpotensi untuk gagal juga kan?

5. Tidak jauh berbeda dengan CV melamar pekerjaan

Curriculum Vitae memang terdiri atas data diri, riwayat pendidikan, prestasi yang pernah dicapai, pengalaman yang mumpuni, hingga penelitian ilmiah yang pernah dibuat. Bahkan kamu juga harus mencantumkan kontak untuk dijadikan referensi, seperti guru, dosen atau rekan kerja yang paham tentang kualitas diri kamu.

CV bisa menjadi gambaran untuk memberi tahu latar belakang atau assessment kamu, dan menjadi suatu cara bagi penyelenggara beasiswa untuk mengetahui seperti apa dirimu dan apa saja yang kamu lakukan. Meskipun mempunyai perbedaan yang harus diperhatikan, format CV untuk melamar kerja bisa jadi referensi juga, bukan?




Itulah lima poin yang harus diperhatikan ketika membuat CV beasiswa, jangan lupa untuk selalu meng-update secara berkala ya! Ingat, CV merupakan modal awal buat kita berkenalan dengan penyelenggara beasiswa, jadi perhatikan dengan baik ya!

Tips Membuat CV Beasiswa/

/sumber : https://www.idntimes.com/life/education/maisix-dela-desmita/hal-penting-cv-beasiswa-c1c2/5


Read previous post:
game terbaru
Kode Redeem Mobile Legends (ML) 16 Mei 2021 Terbaru

Close