Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia? Meskipun tampak mengerikan, dalam dunia psikologi kondisi itu disebut sebagai pareidolia. Secara psikologis, pareidolia adalah fenomena yang melibatkan stimulus samar-samar dan acak yang membuat seseorang melihat wajah atau objek tertentu pada benda mati.

Karena itu, biasanya mereka melihat wajah atau gambar binatang misalnya pada tebing, bangunan, kumpulan awan, kubangan air, dan sebagainya. Padahal itu sebenarnya hanya imajinasi yang kita buat.

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Kebanyakan dari kita mungkin pernah melihat sebuah wajah pada bentuk benda mati atau kumpulan awan di langit. Hal itu disebut pareidolia.

Pareidolia sendiri berasal dari bahasa Yunani ‘Para’ yang berarti samping, dengan, atau bersama dan ‘eidolon’ yang berarti gambar atau bentuk. Dapat dimaknai sebagai ilusi visual yang dialami seseorang.

Beberapa orang mungkin sering kali melihat sosok ataupun wajah manusia pada benda mati, seperti rumah, awan, bangunan-bangunan, lubang stop kontak, biskuit, dan lainnya.

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI, Pusat Nasional Informasi Bioteknologi), pareidolia adalah fenomena psikologis yang menyebabkan seseorang dapat mengenali suatu bentuk atau pola tertentu, biasanya wajah, padahal yang dilihat sebenarnya adalah benda mati.

Baca Juga :  Kode Redeem Clash of Clans (COC) 22 Februari 2024 Terbaru Valid

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Apa itu pareidolia

Dalam kajian psikologi, pareidolia merupakan ilusi parsial dan terjadi dalam kondisi pencahayaan rendah.

Sedangkan dalam neuropatologi, keberadaan pareidolia tidak disengaja dan merupakan fenomena acak. Biasanya gambar pareidolia yang diterima oleh otak manusia tidak lengkap.

Akan tetapi, otak kemudian secara otomatis menggunakan pengetahuan bawaan dan data yang dikumpulkan dari pengalaman sebelumnya untuk mengisi bagian yang hilang, sehingga menghasilkan interpretasi lengkap yang menghasilkan gambar yang koheren.

Berikut adalah beberapa contoh pareidolia yang umumnya terjadi:

  • Rumah yang tampak seperti wajah wanusia
  • Awan tampak menyerupai sosok tertentu atau seperti bentuk binatang
  • Colokan di stok kontak yang terlihat seperti bentuk wajah
  • Sebuah pohon nampak mirip bentuk tubuh manusia.
  • Kumpulan benda mirip wajah dan sebagainya.
  • Dan masih banyak lainnya.

Melansir jurnal Cell Press (2017), pareidolia merupakan kondisi yang berkaitan dengan cara kerja otak dalam mengartikan rangsangan visual.

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab pareidolia. Namun, kondisi ini cenderung tidak berbahaya dan normal dialami seseorang.

Akan tetapi, jika pareidolia yang dialami oleh orang dengan riwayat penyakit Parkinson dan Lewy Body Dementia perlu diperhatikan. Pasalnya, imajinasi melihat wajah atau gambar pada suatu benda menjadi tanda penyakit.

Baca Juga :  Fungsi Memori Digital ChatGPT untuk Mengingat Riwayat Percakapan

Lantas, apa penyebab pareidolia?

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Penyebab pareidolia

Penyebab pareidolia sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Kendati demikian, studi yang dirilis di Cell Press Journal pada 2017 menjelaskan bahwa pareidolia berkaitan dengan cara kerja otak dalam memproses dan mengartikan rangsangan visual.

Otak manusia memiliki area yang bertanggung jawab terhadap pengenalan dan persepsi akan wajah, yaitu bagian depan (frontal) dan samping (temporal).

Pada beberapa orang, otak mereka memiliki kecenderungan untuk langsung memproses suatu benda mati menjadi bagian-bagian wajah tertentu.

Selain itu, pareidolia tidak selalu menjadi kondisi yang berbahya, kondisi ini normal terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja.

Namun, dalam beberapa kasus, pareidolia bisa menjadi tanda penyakit tertentu.

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Siapa yang bisa mengalami pareidolia?

Dikutip dari lenstore, pareidolia rentan terjadi pada orang yang lebih religius atau percaya pada hal-hal gaib.

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang neurotik dan orang-orang dalam suasana hati yang negatif akan lebih mungkin mengalami pareidolia.

Alasannya karena orang-orang tersebut lebih waspada terhadap bahaya, sehingga lebih cenderung menemukan sesuatu yang tidak ada.

Baca Juga :  Soal Latihan Tes OJK dan Kunci Jawaban Lengkap 2024

Selain itu, wanita tampaknya juga lebih cenderung melihat wajah yang sebenarnya tidak ada. Ini mungkin terkait dengan fakta bahwa mereka memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengenali emosi melalui mengartikan ekspresi wajah.

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Penggunaan pareidolia dalam psikologi

Beberapa psikolog mengandalkan pareidolia dalam pemeriksaan psikologis. Terkadang, psikolog akan menggunakan tes Rorschach inkblot untuk menginterpretasikan emosi tersembunyi seseorang.

Tes tersebut mencakup gambar yang dibuat dengan menjatuhkan tinta di atas kertas dan melipat kertas menjadi dua.

Psikolog kemudian meminta pasiennya untuk menginterpretasikan gambar yang dihasilkan. Secara teori, pasien memproyeksikan pikiran terdalam mereka ke gambar acak.

Namun, metode terapi ini banyak diperdebatkan oleh para psikolog, karena tidak memiliki landasan fakta.

Pengertian Pareidolia, Kondisi Saat Melihat Benda Mati seperti Wajah Manusia?

Sumber : https://www.kompas.com/