Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Miguel Rojas, Remaja 13 Tahun Penemu Asteroid, Bermula dari Nonton YouTube, siswa SMP asal ibu kota Negara Bagian Lara di wilayah barat Venezuela berhasil menemukan asteroid baru.

Miguel Rojas yang memiliki hobi membaca buku-buku mengenai fisika dan lubang hitam. Di usianya yang baru 13 tahun, dia senang mempelajari tata surya, galaksi, dan alam semesta.

Baca Yuk :

Miguel Rojas, Remaja 13 Tahun Penemu Asteroid, Bermula dari Nonton YouTube

Penemuan Miguel tersebut terjadi pada April 2021, yang kemudian diakui oleh Observatorium Pan-Starrs dari Institut Astronomi Universitas Hawaii dan Hardin Simmons University, melalui International Astronomical Search Collaboration (IASC) yang didampingi oleh NASA.

Asteroid yang ditemukan oleh Miguel, sementara dinamai 2021GG40. Remaja kelahiran Lara, Venezuela ini pun membagikan pengumuman di media sosialnya dengan rasa bangga.

“Dengan penuh emosi, saya membagikan pengakuan yang telah diberikan NASA kepada saya, penemuan awal saya sekarang bersifat sementara, yaitu, NASA telah menyatakan bahwa saya menemukan asteroid. Nama sementaranya adalah 2021GG40,” bunyi postingan Miguel Rojas, seperti dikutip dari elciudadano.com, 4 Januari 2022.

Latar Belakang Penemuan Asteroid

Awal mula Miguel menemukan asteroid dimulai melalui Program Orbit CI 130. Program ini bertujuan untuk identifikasi dini dan pendampingan untuk anak-anak dan remaja dengan bakat dan kemampuan tinggi.

Organisasi tersebut mengundang Miguel untuk berpartisipasi aktif sebagai penjelajah atau explorer dalam kampanye pencarian asteroid yang diselenggarakan oleh IASC, dan berlangsung di seluruh dunia.

“Berkat mengikuti program itu, dan saya berpartisipasi dalam kampanye pencarian asteroid, maka saya berhasil menemukannya,” ujar Miguel yang juga mengakui bahwa penemuannya membutuhkan banyak kesabaran dan fokus.

“Prosesnya cukup panjang. Pertama, Anda harus bergabung dengan kampanye pencarian asteroid, yang diselenggarakan oleh IASC. Kemudian, Anda harus mencari gambar yang diambil oleh teleskop Pan-Starrs di University of Hawaii,” tambah Miguel.

Titik asteroid yang ditemukan oleh Miguel, dijelaskan olehnya, berada di antara planet Mars dan Jupiter. Di area tersebut banyak asteroid, dan tugas Miguel adalah menganalisa gambar, kemudian membuat laporan tertulis yang dikirimkan kepada IASC.

Astronom profesional lalu membandingkan laporan Miguel dengan database yang telah ada, lantas dari sini ditentukan apakah ada kemungkinan asteroid baru atau tidak.

“Beberapa observatorium mempelajari bagian langit itu untuk melihat apakah mereka setuju bahwa itu memang asteroid baru. Ketika semua orang setuju, ia lalu menjadi ‘Penemuan Sementara’, lantas NASA mengesahkan, mengenali, dan mengidentifikasinya,” jelas Miguel.

Ikut Pendampingan Senior Penemu Asteroid

Miguel bergabung dengan organisasi nirlaba swasta bernama Orbita CI 130. Organisasi ini berfokus mendampingi anak-anak dengan bakat luar biasa di Venezuela dan didirikan oleh salah seorang penemu asteroid pada tahun 2012, Barquisimeto.

Sosoknya inilah yang juga disebut sebagai mentor bagi Miguel. Saat itu, ia mulai bergabung sebagai seorang peserta karena masih terlalu muda untuk ikut serta dalam kampanye pencarian asteroid.

NASA mendefinisikan asteroid sebagai benda serupa batu tanpa udara yang tersisa dari pembentukan awal tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

Asteroid mengorbit Matahari seperti planet, tetapi ukurannya jauh lebih kecil. Keberadaan asteroid terkonsentrasi di antara orbit Mars dan Jupiter, wilayah yang kemudian disebut sebagai “sabuk asteroid”.

Tetapi, asteroid juga ditemukan di bagian lain tata surya. Asteroid yang dikenal sebagai “Trojan” mengorbit matahari mengikuti jalur yang sama dengan planet-planet tanpa bertabrakan.

Tidak ada asteorid yang berbentuk sama. Ukurannya bisa sangat besar mencapai 530 kilometer, tetapi bisa juga tidak melebihi 10 meter.

Kebanyakan asteroid berupa bebatuan, tetapi ada juga yang mengandung tanah liat atau logam seperti nikel dan besi. Asteroid juga berbeda dengan komet, sebab komet terbuat dari es dan debu.

Bagaimana seorang anak 13 tahun menemukan asteroid tanpa memiliki teleskop?

melansir dari bbc.com, Kolaborasi Pencarian Astronomi Internasional (IASC) mengirimi Miguel gambar yang diambil oleh teleskop Pan-STARRS.

Teleskop itu berada di Haleakala Observatory, Hawaii, AS yang bertujuan mendeteksi asteroid baru dan objek-objek lain di dekat Bumi. Kampanye pencarian asteroid itu disponsori oleh NASA.

Miguel kemudian menganalisis gambar yang dia terima menggunakan perangkat lunak khusus. Dari situ, dia menulis laporan untuk menggambarkan semua objek yang dia amati.

Seorang astronom profesional meninjau laporan tersebut untuk dibandingkan dengan basis data yang mereka memiliki. Apabila astronom memastikan bahwa objek yang ditemukan tergolong baru, maka itu menjadi sebuah ‘penemuan awal’.

Selanjutnya, penemuan awal itu dikirim ke peneliti lainnya yang akan mengamati objek itu melalui teleskop mereka.

Fase ini bisa memakan waktu berbulan-bulan, tetapi apabila beberapa orang setuju bahwa objek itu merupakan objek baru, maka statusnya kini menjadi ‘penemuan sementara’.

Miguel menemukan asteroid baru itu, yang diberi nama 2021GG40, pada April lalu. Pada Desember ini, dia akhirnya menerima sertifikat atas penemuannya yang ditandatangani oleh IASC, NASA, serta Institut Astronomi Universitas Hawaii.

Pada November 2020, Miguel akhirnya memulai pencarian asteroidnya. Hingga kemudian Kolaborasi Pencarian Astronomi Internasional (IASC) mengirim Miguel sebuah gambar yang diambil oleh teleskop Pan-STARRS, sebagai bentuk sponsor dari NASA.

Tugas Miguel adalah menganalisis gambar tersebut menggunakan perangkat lunak khusus. Lalu, ia diminta untuk menulis laporan dari semua objek yang diamatinya. Hal ini bertujuan untuk membandingkannya dengan data yang sudah ada.

Penelitian ini dilakukan selama berbulan-bulan hingga hasilnya, penemuan dari Miguel dinyatakan sebagai penemuan baru. Kemudian, asteroid tersebut diberi nama 2021GG40 pada April 2021 lalu.

Beberapa bulan kemudian, siswa SMP ini akhirnya menerima sertifikat penemuan asteroid. Berikut dengan tanda tangan resmi dari pihak IASC, NASA, dan Institut Astronomi Universitas Hawaii.

Miguel Rojas, Remaja 13 Tahun Penemu Asteroid, Bermula dari Nonton YouTube

Referensi:

  • Kisah remaja berusia 13 tahun temukan asteroid, bbc.com
  • Bermula dari Nonton YouTube, Siswa SMP Ini Jadi Penemu Asteroid di Usia 13,detik.com
  • Sosok Miguel Rojas, Remaja 13 Tahun Penemu Asteroid,theasianparent.com
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , ,