dLuz.club

Mengenal Ilmuwan Muslim di Bidang Sains, perkembangan sejarah islam di Indonesia maupun dunia tak luput dari peran para ulama dan ilmuwannya terdahulu. Banyak sekali tokoh ilmuwan Islam memberikan sumbangsih penemuannya untuk kemajuan teknologi maupun perkembangan ilmu-ilmu lainnya. Dari fisika sampai antropologi.

Hubungan Al-Qur’an dengan sains tidak dapat dipisahkan, dan Islam merupakan satu-satunya agama yang respek terhadap ilmu pengetahuan.

Baca Yuk :

Mengenal Ilmuwan Muslim di Bidang Sains

Dengan berkembangnya teknologi dan zaman semakin modern, para ilmuwan muslim tetap dikenang. Mereka menjadi inspirator bagi kemajuan dunia sains dan kesehatan.

Berikut tokoh ilmuwan muslim berpengaruh dalam dunia sains dan kedokteran yang dihimpun dari berbagai sumber, yaitu:

  1. Abu Bakar Muhammad Ar-Razi, Lahir di Teheran (864-930)
    Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi atau dikenal dengan nama Razi lahir di Teheran, Iran tahun 864-930. Beliau meneliti penyakit seperti demam, penyakit cacar, alergi, dan asma. Beliau merupakan orang pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.
    Para ilmuwan barat mengenalnya dengan nama Rhazes, pakar sains dari Negara Iran. Razi pernah memimpin sebuah rumah sakit di Rayy dan Muqtadari di Baghdad. Razi pernah membuat penelitian mengenai penyakit cacar. Beliau juga menemukan penyakit alergi asma dan imunologi. Pada bidang farmasi, Ar-Razi berkontribusi membuat peralatan medis seperti tabung, spatula dan mortar. Selain itu beliau mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri. (Foto/http://abulyatama.ac.id)
  2. Ibnu Haitsam/Alhazen, Lahir di Basrah (965-1039)
    Nama lengkapnya Abu Ali Muhammad Al-Hassan Ibnu Al-Haitsam atau Ibnu Haitsam. Lahir di Basrah pada tahun 965 kemudian tinggal di Kairo hingga wafat pada tahun 1039. Beliau lebih dikenal dengan nama Alhazen, seorang ilmuwan yang meneliti tentang sifat cahaya dan juga ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan dan filsafat. Ibnu Haitsam ketika hijrah ke Ahwaz dan Mesir menghasilkan beberapa karya tulis luar biasa tentang matematika dan falak saat dalam perjalanan. Beliau menjadi seorang yang mahir dalam bidang sains, falak, matematika, geometri pengobatan, dan falsafah. Teorinya mengenai pengobatan mata masih digunakan hingga saat ini di berbagai universitas seluruh dunia. Para ilmuwan Eropa menggunakan penemuannya sebagai pendalaman atas ilmu yang mempelajari sifat cayaha. Beberapa ilmuwan Eropa seperti Boger, Bacon dan Kepler terinspirasi dari Alhazen dalam menciptakan mikroskop serta teleskop.
  3. Jabir Ibnu Hayyan, Lahir di Kufah (721-815)
    Jabir Ibnu Hayyan lahir di Kuffah, Irak antara tahun 721-815. Ilmuwan Eropa lebih mengenalnya dengan nama Gebert, seorang penemu ilmu kimia. Gebert merupakan seorang tokoh ilmuwan Islam yang yang mempelajari ilmu kimia. Ilmu ini dipelajarinya bermula dari kajiannya terhadap Al-Qur’an dan berguru pada Barmaki Vizier seorang ilmuwan yang lahir pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Penelitiannya berhasil dikembangkan melalui eksperimen tentang kuantitas zat yang berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi. Gebert kemudian menyempurnakan reaksi kimia lainnya seperti penguapan, sublimasi, distilasi, dan kristalisasi. Sehingga tidak heran jika banyak ilmuwan Eropa mempelajari ilmu tersebut dan menjadikannya sebagai rujukan ilmu sains khususnya kimia.
  4. Al-Kindi, Lahir di Kufah (801-873)
    Nama lengkapnya Abu Yusuf Yaqub Ibnu Ishaq Al-Kindi. Beliau seorang ilmuwan muslim yang mengarang sekitar 270 buku tentang ensiklopedi. Beliau juga ahli matematika, fisika, kedokteran, musik, geografis, filsafat Arab dan Yunani Kuno. Al-Kindi dikenal sebagai filsuf muslim pertama yang mahir berbahasa Yunani selain bahasa Arab. Dalam dunia barat Al-Kindi diberi nama Al-Kindus yang akhirnya banyak membuat orang tidak tahu bahwa beliau adalah muslim. Dengan pemikiran cemerlangnya, Al-Kindi dikenal sebagai ilmuwan serba bisa meliputi ilmu pengobatan, farmakologi, astrologi, matematika, optic, zoology, meteorology dan gempa bumi.
  5. Al-Kirmani, Lahir di Kordoba, Andalusia (970-1066)
    Nama lengkapnya Abul Hakam Umar bin Abdirrahman bin Ahmad bin Ali Al-Kirmani, biasa dipanggil Al-Kirmani. Beliau merupakan ilmuwan muslim yang juga ahli bedah. Banyak karyanya yang ditulis dalam bidang geometrid dan logika. Beliau adalah murid dari Maslamah Al-Mairiti, berasal dari Kordoba Al-Andalus pada abad ke-12.Pada saat menuntut ilmu, Al-Karmani pernah hijrah ke Al-Jazira yang terletak di Turki untuk mendalami ilmu geometrid dan kedokteran. Setelah itu ia kembali ke kota kelahirannya Al-Andalus. Di sana beliau menjalani praktik kedokteran meliputi praktik bedah pasien seperti amputasi dan kauterisasi. Beliau dijuluki sebagai ahli bedah abad ke-12.
  6. Al-Battani
    Al-Battani merupakan ahli astronom terbesar Islam. Lahir pada tahun 929 Masehi, ia merupakan pencipta alat ukur gata gravitasi dan alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian hingga 3 desimal. Ia juga astronom pertama yang dapat mengukur jarak bumi dengan matahari, mengukur keliling bumi dan menerangkan bahwa bumi berputar pada porosnya, jauh sebelum Galileo Galilei.
  1. Abul Qasim Khalaf ibn Al-Abbas
    Abul Qasim yang lahir pada tahun 936 Masehi, merupakan dokter pertama yang ahli di bidang kedokteran gigi dan kelahiran anak. Ia sepanjang hidupnya, meneliti ilmu kedokteran khususnya gigi dan kelahiran anak, selain itu ia juga menciptakan penemuan mengenai obat-obatan.
    Abul Qasim pernah menciptakan alat bedah sendiri dengan teknik pengoperasian yang maju pada saat itu. Ia juga pernah menulis buku tentang kedokteran gigi dan kelahiran anak yang menjadi sumber utama pembelajaran pengobatan dan kedokteran.
  1. Ibnu Sina/Avicenna
    Ibnu Sina atau Avicenna merupakan ilmuwan dan filsuf terkenal yang lahir pada tahun 986 Masehi. Ia pernah menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC, diabetes dan penyakit lainnya. Selain mempelajari ilmu-ilmu tersebut, avicenna juga tak melupakan ilmu akhirat. Ia telah menyelesaikan hafalan Alquran pada umur 10 tahun. Setelah usai menghafal Alquran, ia baru menghabiskan waktu mudanya untuk mempelajari dan mendalami ilmu kesehatan, psikologi, geologi, dan filsafat.
  1. Al Jazari (Robotika)
    Al Jazari lahir di Ardhul Jazirah, sebuah wilayah yang terletak di antara Sungai Efrat dan Tigris di Irak, pada tahun 1136 M. Ia dikenal sebagai orang yang ahli di bidang mekanik hingga banyak menciptakan robot humanoid. Salah satu warisan dari pemikiran Al Jazari adalah mesin cuci tangan otomatis dengan menggabungkan mekanisme flush dan saat ini digunakan pada toilet flush modern. Ia juga menuliskan prinsip-prinsip teknik robotikanya dalam buku “Al-Jami’ Bain al-‘Ilm wa al-‘Aml al-Nafi’ fi Shinat’at al-Hiyal” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices).
  2. Al Asma’i (Zoologi dan Botani)
    Al Asma’i yang bernama lengkap Abdul Malik bin Qurain Al Asma’i disebut-sebut sebagai orang Islam pertama yang menguasai ilmu zoologi (ilmu hewan). Banyak karya yang ditulisnya mengenai seluk beluk binatang.
    Mulai dari kitab Al Khail (tentang kuda), Al Ibil (tentang unta), Al Farq (tentang hewan langka), Al Wuhush (tentang hewan liar), dan lain sebagainya. Melansir dari 36 Kisah Inspiratif Ilmuan Muslim karya Afriza Han, buku-buku dari Al Asma’i banyak menjadi referensi dari peneliti di Eropa pada masanya.
    Selain ilmu hewan, Al Asma’i juga tertarik dengan tumbuhan. Ada sekitar kurang lebih 276 tanaman yang berhasil ditemukan Al Asma’i dan diberi nama yang sama dengannya.

Itulah tokoh ilmuwan muslim yang berpengaruh di bidang sains. Kita sebagai manusia yang membutuhkan ilmu pengetahuan untuk kehidupan, harus menghargai para penemu ilmu-ilmu pengetahuan. Karena berkat jasa mereka, saat ini kita dapat dengan mudahnya mempelajari berbagai macam ilmu.

Mengenal Ilmuwan Muslim di Bidang Sains

Referensi:

  • https://www.gramedia.com
  • https://www.kompas.com
  • https://sindonews.com
  • https://www.idntimes.com
  • https://jernih.co
Baca Yuk :


Tags : , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »
Streaming Now