Mahasiswa Inspiratif Yohanes Soubirius de Santo Mahasiswa Undiksha Lolos Pameran Bertaraf Internasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali berhasil menembus pameran bertaraf internasional. Prestasi Yohanes Soubirius de Santo bisa menjadi inspirasi lho SobatPhi.

Mahasiswa Inspiratif Yohanes Soubirius de Santo Mahasiswa Undiksha Lolos Pameran Bertaraf Internasional

Baca Yuk :

Bahkan, dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, ia sudah terlibat dalam dua pameran berskala internasional. Masing-masing pameran Art Initiatives yang diselenggarakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) yang notabane sebuah lembaga bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).



Dalam pameran bertajuk ‘UNDP From The Desk of The Executive Secretary’ itu, Yohanes berhasil merebut predikat pemenang. Pameran itu telah dilangsungkan pada bulan Januari lalu di London, Inggris.

Yohanes menyebut pameran yang diselenggarakan UNDP itu sangat bergengsi. Puluhan ribu orang yang berasal dari kelas pekerja, asosiasi, perusahaan, seniman, pekerja seni, serta perajin seni, berusaha mendaftarkan karya mereka dalam pameran tersebut. Hanya karya terpilih yang dipamerkan. Lebih lagi proses kurasi dalam pameran itu sangat ketat.

Pada pameran itu, Yohanes menghadirkan seni prasi. Seni itu ia geluti sejak beberapa tahun terakhir. Termasuk pada pameran tugas akhir di kampus, ia juga menghadirkan seni tersebut. Bedanya dalam pameran UNDP itu, Yohanes menghadirkan kolaborasi seni prasi dengan cerita tradisi di tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur.

Berbagai hal ia hadirkan, diantaranya keberadaan komodo yang dihadirkan lewat karya berjudul Pulau Rugu Ora. Selain itu Yohanes juga berhasil menembus pameran bertajuk Art And Artisans. Pameran diselenggarakan oleh lembaga Integrated Learning Institute for Sustainable Development and Forum Global Challenges.

Pameran itu dilangsungkan di Kanada pada Januari hingga Februari 2021. Pada ajang itu, ia memilih menghadirkan karya drawing. Karya itu bercerita tentang perebutan peran pada masa pandemi. Ia mengaku tak memakan waktu lama untuk mengikuti pameran tersebut. Sebab karya-karya itu sudah ia siapkan sejak lama. Karya kemudian didaftarkan untuk kepentingan pameran. Dengan harapan karya itu bisa dinikmati oleh publik yang lebih luas lagi.



Pameran di Perancis Dan Jerman 

Mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Yohanes Soubirius De Santo, berhasil menembus pameran seni rupa internasional di Prancis dan Jerman. Dalam karya-karyanya, Yohanes Subirius ingin menyampaikan pesan bahwa kesenian dapat menjadi suatu terapi kesehatan yang dapat memulihkan segala ketidaknyamanan yang ada dalam jiwa dan raga setiap makhluk.

Yohanes Soubirius menuturkan, di Prancis ia menembus pameran “CoArt” yang digelar oleh Provence Academy, di Galeri Doramaar, Ménerbes, Prancis. Pameran tersebut dilaksanakan September lalu.

Ada dua karya Yohanes Soubirius yang dipamerkan di CoArt Prancis, yakni berjudul “I’m Starting To Be Spotted” dan “Negotiable Crowd”.

Ia menuturkan, karya-karya seni rupa yang dilahirkannya berawal dari penglihatannya atas lingkungan sekitarnya. Bagi dia, kesenian memang tidak bisa menjadi obat dari suatu penyakit. Namun, menurut mahasiswa semester akhir ini, kesenian dapat menjadi suatu terapi kesehatan yang dapat memulihkan segala ketidaknyamanan yang ada dalam jiwa dan raga setiap makhluk.



Sementara Wakil Rektor III Undiksha Singaraja, Prof. Wayan Suastra, memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi internasional di bidang seni yang masih sangat jarang tersebut. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, mahasiswa masih berkarya dan berprestasi.

Sumber :

  • https://radarbali.jawapos.com/read/2021/02/04/239550/inspiratif-mahasiswa-undiksha-lolos-pameran-bertaraf-internasional
Baca Yuk :