Inovasi Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik Multi Fungsi, Dosen Fisika FMIPA UGM sekaligus peneliti di Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM, Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., berhasil mengembangkan alat multi fungsi.

Inovasi Dosen UGM
Ciptakan Lidah Elektronik Multi Fungsi

Inovasi Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik Multi Fungsi, untuk otentikasi halal hingga deteksi keaslian dan kualitas produk makanan secara cepat, akurat, dan portable berupa lidah elektronik (electronic tongue) atau ELTO.

Elto (lidah elektronik /electronic tongue) dibuat dengan komponen utama berupa larik sensor rasa sebagai elektroda kerja, elektroda referensi, sistem akusisi data, dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dihubungkan ke komputer atau ponsel cerdas Android secara nirkabel.



Alat tersebut diklaim sebagai lidah elektronik terkecil yang ada hingga saat ini. Untuk mendukung portabilitas, alat ini menggunakan sumber energi berupa satu baterai lithium 3.500 mAH yang bisa bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan secara kontinu.

Cara pengoperasian ELTO tersebut tergolong mudah. Sampel produk yang akan dideteksi cukup dilarutkan atau diseduh dengan air atau alkohol tergantung sifat sampelnya. Selanjutnya ujung larik sensor dicelupkan ke dalam larutan sampel tersebut selama 1-2 menit.

Kemudian data tersebut diproses dengan berbasis kecerdasan buatan hingga dengan mudah diambil sebuah keputusan atas sampel tersebut.

Selain mampu mendeteksi secara cepat, ELTO  juga memiliki akurasi tinggi yakni lebih dari 98 persen. Keunggulan lain dan yang membedakan dengan alat yang sudah ada di pasaran adalah bersifat portabel, dapat terhubung secara nirkabel dengan perangkat berbasis Android dan komputer.

Selain itu, dapat terhubung ke jaringan internet sehingga memungkinkan untuk dibawa dan digunakan untuk melakukan tes di berbagai tempat secara langsung berbasis IoT.

Elto telah dikalibrasi dan diverifikasi di laboratorium sebuah universitas di Braganca Portugal. Elto dikembangkan sejak tahun 2016 dengan menghabiskan biaya penelitian Rp200-an juta. Dibuat bersama dengan tim mahasiswa dari program pascasarjana Fisika UGM, yakni Shidiq Nur Hidayat, Trsina Julian dan Aditya Rianjanu.

Elto juga mampu mendeteksi kualitas produk.Misalnya pada teh hitam dan kakao, dapat kita ketahui kualitasnya apakah masuk tingkatan premium, sedang, atau rendah. selain itu juga dapat digunakan sebagai detektor kehalalan misalnya pada gelatin dan kontaminasi dalam produk makanan serta kosmetik. ELTO  juga sedang diujikan untuk mampu mendeteksi narkotika yang pengembangannya bekerja sama dengan Mabes Polri.

Elto (lidah elektronik /electronic tongue) tidak hanya untuk industri makanan, tetapi juga akan dikembangkan lagi untuk kepentingan diagnosis medis dan industri farmasi, seperti deteksi penggunaan narkoba, tembakau gorila, lumpuh layu, dan deteksi penyakit lain.

Saat ini telah masuk dalam proses paten dan dihilirkan melalui PT. Swayasa Prakasa. Targetnya, pada tahun ini akan distandardisasi dan tahun 2021 bisa segera diluncurkan dan diproduksi secara massal untuk aplikasi tertentu.

Sumber : ugm.ac.id

 

Chat Bersama Kami
Read previous post:
Kelebihan Radio Streaming
Kelebihan Radio Streaming

Kisah Kisah Dari Asia Tadarus Buku With AARC

Persyaratan dan Tahapan UTBK 2020
Persyaratan dan Tahapan UTBK 2020

Close