Hari Buku Sedunia 23 April 2020. Berbicara soal membaca, hari ini tepatnya 23 April 2020, dunia memperingatinya sebagai Hari Buku Sedunia (World Book and Copyright Day) atau dikenal dengan Hari Buku Internasional atau Hari Buku Sedunia 23 April.

Hari Buku Sedunia 23 April 2020 Membaca #dirumahaja

PBB menetapkan 23 April sebagai Hari Buku Internasional. Itu adalah momen yang tepat untuk merayakan pentingnya membaca, menumbuhkan minat baca anak-anak, dan mempromosikan cinta sastra serta integrasi seumur hidup ke dalam dunia kerja.



Membaca adalah jendela dunia dan buku adalah salah satu pintu untuk melihat dunia. Di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita #dirumahaja, kekuatan buku harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terlebih, hari ini, tanggal 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia

“Di saat sebagian besar sekolah di seluruh dunia tutup dan orang-orang harus membatasi waktu mereka, kekuatan buku harus dimanfaatkan. Memperkuat ikatan antar-orang, memperluas cakrawala kita, sambil merangsang pikiran dan kreativitas kita,” tulis keterangan UNESCO, seperti dikutip republika.co.id.

Dari tanggal 1 hingga 23 April, UNESCO pun berbagi kutipan, puisi, dan pesan untuk melambangkan kekuatan buku dan mendorong minat baca sebanyak mungkin. Dengan menciptakan rasa kebersamaan melalui pembacaan bersama dan pengetahuan yang dibagikan, pembaca di seluruh dunia dapat terhubung dan saling membantu mengurangi kesepian.

Dalam keadaan seperti itu, UNESCO mengundang siswa, guru, dan pembaca dari seluruh dunia, serta seluruh industri buku dan layanan perpustakaan, untuk bersaksi dan mengekspresikan kecintaan mereka terhadap membaca. Dengan membagikan pesan positif kepada orang lain melalui hashtag #StayAtHome dan #WorldBookDay.

Badan Khusus PBB yang membidangi pendidikan dan budaya itu menegaskan, penting sekali meluangkan waktu untuk membaca buku selama masa pandemi seperti saat ini. “Ini adalah waktu untuk merayakan pentingnya membaca, meningkatkan pertumbuhan anak-anak sebagai pembaca, dan mempromosikan kecintaan akan sastra,” tulis UNESCO.

UNESCO menetapkan Hari Buku Sedunia pada 23 April 1995 sebagai penghormatan terhadap penulis dunia William Shakespeare yang meninggal pada 23 April 1616 dan penulis kenamaan lainnya, seperti novelis Prancis (Maurixe Druon), penulis Kolombia (Manuel Mejia Vallejo), dan penulis asal Islandia (Halldor Laxness).

Ada empat tema yang diusung pada Hari Buku Sedunia 2020, yaitu membaca dalam segala bentuk, pengembangan infrastruktur industri buku, inklusivitas dan aksesibilitas digital serta pemberdayaan anak melalui membaca.

Semakin banyak orang yang bisa kita jangkau, semakin banyak orang yang bisa ditolong.

Pada masa pandemi [Corona](global “”) COVID-19 ini, buku juga menjadi jendela dunia saat isolasi. Berimajinasi berjalan-jalan di dunia tanpa keluar rumah.



Bonusnya, dengan membaca kita bisa terhindar dari fake news yang marak beredar di tengah pandemi Corona COVID-19. Hal itu membuat kita tidak mudah menerima atau meneruskan informasi yang salah kepada orang lain.

Berikut ini serba-serbi soal Hari Buku Sedunia yang jatuh pada 23 April, dikutip dari un.org dan hindustantimes.com:

1. Tanggal 23 melambangkan lahirnya dan meninggalnya penulis terkenal di dunia

Tahukah kamu bahwa pada tanggal 23 April tahun 1616 penulis terkenal seperti Cervantes, Shakespeare dan Inca Garcilaso de la Vega menindalaggal dunia. Mereka adalah beberapa sosok penting dalam dunia penulisan.

Namun di saat yang sama, seperti yang dikutip dari un.org, 23 April juga menandakan lahirnya sejumlah penulis terkenal dunia lainnya.  Maurice Druon, Haldor K.Laxness, Vladimir Nabokov, Josep Pla dan Manuel Mejía Vallejo.

2. Ide cetusan penulis asal Valencia

Awalnya Hari Buku Internasional ini merupakan cetusan seorang penulis asal Valencia, Vicente Clavel Andres seperti yang dikutip dari Hindustan. Hari Buku Internasional ini pertama kali diresmikan pada Konferensi UNESCO tahun 1995 yang berada di Prancis.

Hari Buku ini diselenggarakan untuk mengenang para penulis sebelumnya, sekaligus menemukan kenikmatan dalam membaca buku.

3. Kuala Lumpur ditunjuk sebagai UNESCO’s World Book Capital 2020

Tahun ini, Hari Buku International akan dirayakan secara online dan Kuala Lumpur ditunjuk sebagai World Book Capital 2020. Dalam kutipan The Star, Hari Buku Internasional akan dirayakan melalui platform seperti Facebook dan Instagram.



Peluncuran digital akan dimulai dengan pidato oleh Direktur Jenderal Unesco Audrey Azoulay, dan walikota Kuala Lumpur Datuk Nor Hisham A. Dahlan. Ini akan diikuti oleh pembacaan puisi oleh aktor dan sutradara Adlin Aman Ramli, yang akan membaca puisi baru Merindui Buku.

Selamat Hari Buku Sedunia 23 April 2020

Chat Bersama Kami
Read previous post:
memilih SMA-atau-SMK
Memilih SMA atau SMK?

Kuliah-Di-Universitas-Gunadarma,-Tidak-Remehkan-The-Power-of-UKM
Kuliah Di Universitas Gunadarma, Tidak Remehkan The Power of UKM

Merayakan-Hari-Bumi-di-Tengah-Pandemi-Covid-19
Merayakan Hari Bumi di Tengah Pandemi Covid-19

Close