Hari Buku Anak Sedunia 2021, Tanggal 2 April merupakan peringatan Hari Buku Anak Sedunia. Peringatan tersebut adalah untuk menghargai Jasa Hans Christian Andersen yaitu seorang  pengarang buku anak yang karya-karyanya sudah dibaca oleh banyak orang di seluruh penjuru dunia.

Hari Buku Anak Sedunia 2021

Sejarah Hari Buku Anak Sedunia

Hans Christian Andersen lahir di Denmark pada 2 April 1805. Ia merupakan penulis buku anak terkenal sebagai Bapak Dongeng Dunia. Buku-buku karyanya diantaranya adalah  Si Itik Buruk Rupa, Gadis Penjual Korek Api, dan Legenda Putri Duyung merupakan 3 buku yang telah diciptakannya dan sudah digemari oleh banyak sekali anakdi penjuru dunia.



Hari Buku Anak Sedunia pertama kali dicetuskan oleh organisasi IBBY ( International Board of Book for Young People) pada tahun 1966. IBBY merupakan sebuah organisasi non-profit yang mempresentasikan sebuah jaringan internasional orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang berkomitmen membawa anak-anak dan buku bersama-sama.

Hans Christian Andersen telah berjasa dalam menyumbang karya-karya sastra anak terbaik untuk dunia. Namun demikian, banyak yang tidak tahu bagaimana kehidupan Hans Christian Andersen di masa lalu.

Ayah Hans adalah seorang pembuat sepatu dan ibunya membantu mencucikan baju tetangga. Namun, sejak kecil, Hans Christian Andersen telah menunjukkan minat terhadap cerita anak dan dongeng.

Karena kesungguhannya dalam belajar, Hans mendapat beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan kuliah dan memulai karirnya dalam bidang literasi setelah lulus. Hans memulai karirnya sebagai naskah drama dan puisi, lalu Hans menulis buku anak.

Pada awalnya buku anak-anak yang dia tulis tidak dihargai dan dijual murah. Namun, karena ide-ide buku anak Andersen yang otentik membuat karya-karya Hans Christian Andersen terkenal hingga kini.

Literasi Di Indonesia

Di Indonesia, perayaan Hari Buku Anak Sedunia memang belum menjadi rutinitas baik di sekolah maupun di event-event lain. Menurut Survey UNESCO yang diadakan pada tahun 2016 yang  bertajuk Negara dengan Tingkat Literasi Tertinggi (World’s Most Literate Nations). Dari 61 negara yang di survey oleh UNESCO, Indonesia berada di urutan 60 atau setingkat lebih tinggi dari Botswana yang berada di urutan paling bawah.

Dilansir dari data World Bank, persentase buta huruf fungsional di Indonesia mencapai 55%, Buta huruf fungsional adalah suatu kondisi dimana seseorang bisa membaca namun kurang memahami isi dan konteks dari bacaannya tersebut.


Hari Buku Anak Sedunia dapat dijadikan sebuah sarana awal untuk membiasakan anak untuk membaca buku. Dengan adanya peringatan Hari Buku Anak Sedunia, diharapkan dapat membantu mengembangkan pola pikir dan meningkatkan literasi anak sebagai penerus generasi Bangsa. Untuk itu, mari kita ajak anak-anak Indonesia menyambut Hari Buku Anak Sedunia dengan membiasakan membaca buku sejak usia dini. Demikian artikel tentang Hari Buku Anak Sedunia, semoga bermanfaat.

Source: https://www.febykurniawatirejeki.com/hari-buku-anak-sedunia/

Read previous post:
Cara Daftar BPUM BLT UMKM Rp 2,4 Juta
Cek BLT UMKM 2021 Program BPUM Sudah Cair di BRI Login www.kemenkopukm.go.id Banpres Rp 2,4 Juta

Close