Tahukah sobat Phi kalau tanggal 21 Februari itu merupakan Hari Bahasa Ibu Internasional? Peringatan ini ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization atau UNESCO. Sampai tahun 2020 ini, peringatannya telah berjalan selama 21 tahun, setelah dikukuhkan pada tanggal 17 November 1999 lalu.

Hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari 2020

Dengan adanya peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ini, UNESCO sebagai bagian dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengajak seluruh negara di dunia untuk turut mengingat keberagaman bahasa yang juga turut menjadi sebuah kekayaan dunia yang patut untuk diingat.



Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa ibu sendiri diartikan sebagai bahasa pertama yang dikuasai manusia sejak lahir melalui interaksi dengan sesama anggota masyarakat bahasanya, seperti keluarga dan masyarakat lingkungannya. Contohnya, anak yang lahir di suatu daerah akan mampu berbicara dengan bahasa daerahnya karena pengaruh lingkungan sekitarnya. Bahasa daerah yang ia pakai adalah bahasa ibunya. Selanjutnya, ia akan mengenal bahasa Indonesia sebagai bahasa tutur yang sifatnya formal.

Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

Inisiatif ditentukannya hari peringatan ini datang dari seorang Bangli atau warga Bangladesh bernama Rafiqul Islam yang tinggal di Vancouver, Kanada yang menuliskan surat ke Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan. Surat itu ditulisnya pada tanggal 9 Januari 1998. Di dalam surat, ia meminta PBB untuk mengambil langkah guna menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan. Dan kemudian menyarankan untuk mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day).

PBB kemudian mengindahkan permintaan itu dan menetapkan Hari Bahasa Ibu Internasional pada 21 Februari, dan diresmikan pada 17 November 1999. 21 Februari dipilih PBB atas adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi. Pada tanggal tersebut di tahun 1952, terdapat peristiwa Gerakan Bahasa Bengali yang merupakan usaha politik di Pakistan Timus (sekarang Bangladesh) agar pemerintah meresmikan bahasa Bengali sebagai bahasa resmi Pakistan.

Negara Pakistan sendiri pada kemerdekaannya di tahun 1947 memiliki dua wilayah yang latar belakang budaya, geografis, dan bahasanya berbeda. Namun, pemerintah Pakiskan pada tahun 1948 meresmikan bahasa Urdu (bahasa masyarakat Pakistan Barat) sebagai satu-satunya bahasa resmi Pakistan. Padahal pada saat itu, mayoritas penduduk Pakistan berasal dari wilayah timus. Keputusan inilah yang memunculkan ketegangan antara masyarakat di kedua wilayah tersebut hingga akhirnya mahasiswa Universitas Dhaka dan aktivis politik di Pakistan Timut melakukan demonstrasi pada 21 Februari 1952.

Peristiwa ini diwarnai kerusuhan hingga penghilangan nyawa yang dilakukan oleh polisi kepada beberapa demonstran. Selanjutnya peristiwa ini memberikan pengaruh budaya yang besar kepada perkembangan bahasa, sastra dan budaya Bengali. Di Bangladesh sendiri, 21 Februari dirayakan sebagai Hari Gerakan Bahasa atau Shohid Dibosh (Hari Martir). Dan kini turut diperingati sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional.

Bahasa Ibu di Indonesia

Dilansir dari surat edaran pers oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Indonesia menempati urutan kedua sebagai negara yang memiliki jumlah bahasa terbanyak di dunia. Hal ini menunjukkan betapa Indonesia kaya akan budaya, dalam hal ini bahasa. Masyarakat Indonesia telah hidup dalam keberagaman sejak dahulu. Maka dari itu pula, pelestariannya menjadi salah satu hal yang harus didukung oleh segala pihak.

Dalam surat edaran persnya, Kemendikbud turut melaporkan kegiatan perlindungan bahasa yang dilakukan oleh Badan Bahasa hingga tahun 2020. Kegiatan tersebut meliputi pemetaan, kajian vitalitas, konservasi, revitalisasi, hingga registrasi bahasa. Hasilnya, saat ini Indonesia telah mengidentifikasi 718 bahasa ibu dengan 778 dialek dan 43 subdialek.

Masing-masing bahasa tersebut juga memiliki status atau vitalitasi bahasa. Status ini menunjukkan kehidupan bahasa di lingkungan sehari-hari dan perkembangannya. Mulai dari aman, rentan, mengalami kemunduran, terancam punah, kritis, hingga punah. Menurut data tersebut, 11 bahasa di Indonesia telah punah dan 6 bahasa lainnya berstatus kritis.

Mengutip Liputan6.com, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa, Dr. Hurip Danu Ismadi mengatakan perlu adanya usaha serius, seperti memasukkan pembahasan bahasa dalam ranah pendidikan, pembuatan kamus, dan melakukan penelitian tentang kondisi khusus bahasa (yang berstatus kritis) tersebut untuk menjauhkannya dari kepunuhan. Pernyataan ini disampaikannya di Kemendikbud, 21 Februari 2020 lalu pada peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.

(Ismi Hakim Azzahrah)

Source: Kemendikbud, Liputan6.com. Wikipedia
https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2020/02/peringatan-hari-bahasa-ibu-internasional-tahun-2020
https://www.liputan6.com/news/read/4184648/semakin-banyak-bahasa-daerah-punah-kita-bisa-apa
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Bahasa_Bengali#Warisan
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Bahasa_Ibu_Internasional

Chat Bersama Kami
Read previous post:
Pantai Indah di Jawa Barat
Pantai Indah di Jawa Barat

Download Soal Ekonomi IPS SMA 2019
Download Soal Ekonomi IPS SMA 2019

Download Soal Matematika IPS SMA 2019
Download Soal Matematika IPS SMA 2019

Close