Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Gejala Fisik Ketika Orang Mengalami Gangguan Kecemasan, Gangguan kecemasan biasanya diketahui saat Anda merasa takut dengan suatu objek atau suatu kejadian yang sebenarnya tidak mengancam, tapi tiba-tiba berubah menjadi ekstrem dan tidak terkendali.

Walaupun kecemasan merupakan masalah pikiran, gejala gangguan kecemasan juga bisa Anda lihat secara fisik.

Baca Yuk :

Gejala Fisik Ketika Orang Mengalami Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang. Ketika Anda mengalaminya, beberapa gejala fisik maupun mental ikut menunjukkan bahwa Anda sedang cemas. Stres serta kecemasan dapat mengganggu kekebalan tubuh seseorang. Akibatnya rentan terhadap infeksi.

Dikutip dari SheKnows, “Kesehatan mental dan kesehatan fisik terkait erat baik secara primer maupun sekunder,” kata psikolog klinis Dr. Deborah Offner .

Menurutnya, hubungan pikiran dan tubuh itu dalam, meresap, dan timbali balik. Sayangnya banyak orang yang tidak menyadarinya. Kebanyakan orang meremehkan kontribusi kesehatan mental terhadap kesehatan atau penyakit fisik.

“Beberapa orang dapat memiliki masalah kesehatan fisik yang sudah berlangsung lama tanpa penyebab biologis yang mungkin hanya diakibatkan oleh kecemasan,” kata Offner.

Stres dan kecemasan yang berlebihan membuat mereka mengalami sakit punggung, gangguan pencernaan, eksim, atau bahkan penyakit jantung. Berikut ini adalah Gejala Fisik Ketika Orang Mengalami Gangguan Kecemasan, yaitu:

  • Jantung berdebar sangat kencang
    Gejala yang paling umum dari gangguan kecemasan adalah detak jantung yang meningkat drastis menurut National Institute of Mental Health (NIMH).
    etika kita sedang dilanda stres, otak mengeluarkan hormon bernama adrenalin dan kortisol. Keduanya dikenal bisa merangsang reseptor pada jantung dan memacunya lebih cepat.
  • Otot tegang dan kaku
    Kecemasan yang kamu rasakan juga memengaruhi otot, terutama yang tersambung dengan alat gerak. Pundak, lengan, punggung, kaki, dan leher terasa sakit dan kaku. tak hanya itu, kita juga cenderung mengepalkan tangan dan menggertakkan gigi. Hal ini akan memicu ketegangan otot lengan dan rahang.
  • Napas menjadi pendek-pendek
    Napas tersengal-sengal adalah gejala gangguan kecemasan berikutnya. Saat stres, jantung yang berdetak kencang memompa darah ke seluruh tubuh. Paru-paru harus bisa mengimbanginya dengan menangkap oksigen sebanyak mungkin. Hasilnya, napas pun menjadi pendek-pendek. Padahal cara tersebut justru semakin meningkatkan kecemasan kita.
  • Perut bermasalah
    Saat kita merasa cemas dan gelisah, perut juga ikut bereaksi. Bahkan bisa dibilang, organ tersebutlah yang paling terdampak. Kamu akan merasakan sakit, konstipasi, diare, atau kembung.
    Menurut studi yang diterbitkan oleh PubMed Central tahun 2015, ini dapat terjadi karena tubuh kita memiliki gut-brain axis, sistem komunikasi yang menghubungkan saraf dengan pencernaan. Ketika otak merasakan stres, maka gut-brain axis akan mengirimkan sinyal ke organ-organ di dalam perut kita.
  • Kepala terasa sakit dan pening
    Tekanan psikologis membuat kita khawatir setiap saat. Semua pikiran negatif akan berkumpul di kepala membentuk skenario terburuk yang mungkin terjadi. Jika kita terus larut dalam lingkaran ini, maka kepala akan terasa sakit, pusing, dan pening. Jadi ungkapan “seakan kepala mau meledak” itu ada benarnya juga.
  • Perilaku kompulsif
    Gangguan obsesif kompulsif (OCD) jelas ditandai dengan gejala pikiran dan perilaku kompulsif yang sulit dikendalikan. Perilaku kompulsif ini akan terus dilakukan sampai mereka merasakan sensasi ketenangan tersendiri.
    Contohnya adalah mengecek kunci pintu rumah, mematikan kompor atau lampu, mencuci tangan secara berulang-ulang sampai aktivitas harian Anda terhambat dan Anda tidak bisa mengendalikan rasa cemasnya.
  • Sulit tidur
    Mengalami masalah tidur dapat dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Jika Anda sering terbangun di tengah malam dengan keadaan gelisah tanpa sebab, ini mungkin merupakan salah satu gejala gangguan kecemasan.
  • Takut dan tidak percaya diri
    Menjadi hal yang wajar bila Anda merasa takut atau tidak percaya diri saat hendak wawancara kerja atau berbicara di muka umum. Akan tetapi jika ketakutan ini terlalu kuat sehingga Anda malah menghindarinya, bisa jadi Anda mengalami gejala gangguan kecemasan sosial (fobia sosial).
    Fobia sosial adalah gangguan kecemasan yang membuat seseorang anti bersosialisasi, misalnya menjadi enggan berbicara melalui telepon atau mengobrol dengan orang lain di sebuah acara. Penderita fobia sosial akan terus berusaha untuk menghindari keramaian dan memilih untuk menyendiri. Atau bila penderitanya berhasil melewati masa-masa sulit dalam berinteraksi, mereka cenderung memikirkannya dan bertanya-tanya tentang penilaian orang lain terhadapnya. Orang yang mengalami fobia sosial biasanya menunjukkan gejala gangguan kecemasan secara fisik dan mudah dikenali. Gejala-gejala fisik tersebut di antaranya denyut jantung meningkat, berkeringat, mual, gagap, dan tangan gemetar.
  • Muncul jerawat
    Salah satu penelitian menyebutkan bahwa orang dewasa dengan masalah jerawat ditemukan mengalami kecemasan yang relatif tinggi. Ini disebabkan karena hormon stres saat dalam kondisi cemas cenderung meningkat sehingga produksi minyak di wajah pun ikut meningkat. Akibatnya, muncul jerawat-jerawat di sekitar wajah. Dilansir dari Medical Daily, menurut Sandhya Ramrakha dari University of Otago, Selandia Baru, jerawat dan kecemasan adalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki kaitan satu sama lain. Orang yang mengalami gangguan kecemasan memiliki kebiasaan untuk menyentuh wajah dan menyebabkan iritasi. Maka tidak heran bila kemudian jerawat mulai tumbuh subur di wajah.

Tanda-tanda emosional dari kecemasan, yaitu:

  • Ketakutan atau kekhawatiran yang terus-menerus dan tidak berdasar (baik tentang peristiwa masa lalu atau masa depan)
  • Kesulitan berkonsentrasi, memiliki pikiran kosong atau gangguan memori
  • Merasa ragu-ragu, bingung, mudah tersinggung atau tidak sabar
  • Merasa terus-menerus gelisah atau gugup
  • Pola tidur terganggu, mungkin dengan mimpi yang hidup.

Jika kecemasan mulai terasa, maka jangan ragu untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Yakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dan anda kuat untuk menghadapi masalah tersebut. Rilekskan pikiran dan jika memungkinkan tidur untuk mengistirahatkan tubuh anda.

Cara lain mengurangi kecemasan yakni dengan melakukan relaksasi salah satunya dengan meditasi. Selain meditasi, stress ball juga bisa menjadi sarana menyalurkan ketegangan. Dengan meremas stress ball bisa membantu tubuh lebih rileks.

Namun, bila Anda merasa mulai menunjukkan salah satu atau beberapa gejala gangguan kecemasan di atas, segera konsultasikan pada dokter Anda.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk memastikan diagnosis, apakah Anda memang terkena gangguan kecemasan tertentu atau masalah kesehatan lainnya.

Gejala Fisik Ketika Orang Mengalami Gangguan Kecemasan

Referensi:

  • 6 Gejala Fisik Saat Orang Alami Gangguan Kecemasan, liputan6.com
  • Kenali 8 Gejala Fisik Gangguan Kecemasan atau Anxiety, idntimes.com
  • 5 Ciri-Ciri Fisik yang Menandakan Gangguan Kecemasan, hellosehat.com
  • Physical Symptoms of Anxiety: How Does It Feel?, healthline.com
  • What are the physical symptoms of anxiety?, medicalnewstoday.com
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , ,