DISDIK JABAR – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindung Anak (Kemenpppa) Republik Indonesia (RI) bekerja sama dengan Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Gebyar Hari Internasional Penyandang Disabilitas di Halaman Museum Geologi, Jln. Diponegoro No. 57, Kota Bandung, Sabtu (7/12/2019).



Gebyar Hari Internasional Penyandang Disabilitas 2019

Gebyar Hari Internasional Penyandang Disabilitas tahun ini diisi berbagai macam kegiatan. Mulai dari funwalk, penampilan seni musik para siswa dan anak penyandang disabilitas, mewarnai bersama serta penampilan bakat lainnya.

Gebyar Hari Internasional Penyandang Disabilitas 2019

Selain memperingati Hari Internasional Penyandang Disabilitas yang jatuh pada 3 Desember, kegiatan ini juga bertujuan memberikan wadah kepada anak penyandang disabilitas untuk mengaktualisasikan dirinya melalui bakat maupun potensi yang dimiliki. Selain itu, memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang perlindungan anak penyandang disabilitas.

Deputi Perlindungan Anak Kemenpppa, Bapak Nahar menegaskan, penting diberikan ruang bagi anak penyandang disabilitas di masyarakat agar mereka bisa menunjukkan potensinya di berbagai bidang.

gebyar hari internasional disabilitas 2019

Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, tepatnya pada Bab III Pasal 5 yang membahas tentang Hak Penyandang Disabilitas.

“Beberapa Hak Penyandang Disabilitas tersebut, yakni hak hidup, bebas dari stigma, keadilan dan perlindungan hukum, pelayanan publik serta pendidikan.”

Khusus pada poin terakhir, Bapak Nahar menegaskan, partisipasi pendidikan anak penyandang disabilitas harus ditingkatkan. Mengingat, berdasarkan data statistik pendidikan pada 2018, angka putus sekolah siswa penyandang disabilitas masih tinggi.

Sehingga, ia mendorong organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di daerah untuk menyampaikan pesan tersebut. Karena, menurutnya, masih banyak keluarga yang tidak memberikan hak anak dalam pendidikan dengan alasan malu, pasrah, dan lainnya.

“PKK harus bisa menyampaikan pesan-pesan ini kepada keluarga agar semua anak (disabilitas) terpenuhi hak pendidikannya dan tidak memiliki ruang tertutup bagi siapa pun,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyandang disabilitas pun mampu berprestasi. “Banyak prestasi yang mereka raih. Bahkan di olimpiade internasional, mereka selalu menyumbangkan emas,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Jabar,Bapak Firman Adam mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

Selain mampu menampilkan kemampuan siswa penyandang disabilitas, kegiatan ini juga diharapkan bisa mengembangkan wawasan masyarakat terhadap persoalan-persoalan yang terjadi pada penyandang disabilitas. “kita semua harus memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas,” tegasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Bapak Nanang Nurwasid mengucapkan terima kasih atas digelarnya acara bagi penyandang disabilitas ini. Ia berharap, hal tersebut mampu mengubah stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. “Ini menunjukkan bahwa siswa penyandang disabilitas juga mampu berkreasi dan memiliki potensi. Sesuai tema kegiatan ini, “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul” ucapnya.

Salah seorang peserta Gebyar Hari Internasional Penyandang Disabilitas, Isti mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak. Pengurus Yayasan Biruku Bandung itu berharap, kegiatan seperti ini bisa diadakan lebih rutin. “Karena, melalui kegiatan ini, anak-anak bisa saling bersilaturahmi. Potensi mereka juga bisa dikeluarkan karena mereka kan punya kemampuan berbeda-beda. Ada yang melukis, menyanyi dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB Jabar, Ibu Poppy Sophia Bakur menegaskan, Pemprov Jabar tengah mengupayakan program strategis guna memenuhi hak-hak anak penyandang disabilitas. Terlebih, Jabar merupakan provinsi dengan jumlah anak-anak paling banyak,  yakni 30% dari total 48 juta penduduk.

Salah satu program yang dimaksimalkan, yaitu Forum Anak Daerah. Bahkan, program ini berhasil menjadi forum anak terbaik di tingkat nasional. Selain itu, Gubernur Jawa Barat, Bapak Ridwan Kamil pun menyabet prestasi sebagai Pembina Forum Anak Terbaik Tingkat Nasional.  “Hal tersebut menegaskan bahwa Jabar merupakan provinsi yang layak anak dan adik-adik merupakan bagian dari anak-anak terbaik Jabar,” ungkapnya.

Ibu Poppy pun mengapresiasi seluruh orang tua dan guru yang telah membimbing anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. “Itu merupakan upaya mengembangkan sumber daya manusia yang unggul guna mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin,”.

Chat Bersama Kami
Read previous post:
pameran produk kreatif hasil pembelajaran 2019
Pameran Produk Kreatif Hasil Pembelajaran 2019

talkshow with smk nasional bandung
Talkshow with SMK Nasional Bandung

talkshow sma negeri 9 bandung
Talkshow With SMA Negeri 9 Bandung

Close