Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Fenomena Book Shaming, Bisa Bikin Minat Baca Menurun, Book shaming dapat diartikan perilaku mempermalukan, menghina, atau menyudutkan para pembaca dan penulis buku secara verbal maupun non verbal karena karya tulisan yang dibuat serta bacaan yang dinikmati jenisnya tak populer.

Sebagaimana body shaming, book shaming juga dapat merusak tatanan sosial. Muncul diskriminasi, seleksi alam yang radikal sehingga hanya ada satu genre buku superior, sehingga menutup mata dari keindahan atau kebenaran “lain”.

Baca Yuk :

Fenomena Book Shaming, Bisa Bikin Minat Baca Menurun

Book shaming dapat terjadi ketika seseroang memiliki selera buku yang berbeda. biasanya, seseorang yang melakukan book shaming adalah orang yang sering mendewakan satu genre buku tertentu, dan merendahkan genre buku lainnya. Mereka-mereka ini mungkin merasa bahwa bacaan mereka adalah bacaan yang paling keren, paling berbobot, paling bermanfaat.

Book shaming juga dapat membuat seseorang tidak jujur saat memberikan opini atau ulasan mengenai buku tertentu karena ia tahu, banyak orang yang mencemooh buku tersebut. Walaupun sebenarnya ia suka sekali membaca buku A, tapi dia tidak berani mengutarakan pendapatnya karena takut diejek.

Kondisi ketika ada seseorang yang membuat orang lain menjadi tidak percaya diri dengan buku yang dibacanya atau selera buku mereka. Tentu ada banyak hal yang mungkin dilakukan, entah hanya sebuah opini atau bahkan judgement terhadap buku favoritnya. Sebagai contoh, ada seseorang yang mengatakan, “Udah tua masih baca komik aja.” Dia mengucapkannya mungkin bercanda atau hanya sekadar menyampaikan opininya, tetapi ternyata hal tersebut membuat Anda menjadi tidak percaya diri, itulah book shaming.

Termasuk juga pemikiran yang menganggap bahwa novel dewasa atau buku filsafat lebih baik dibandingkan novel teenlit atau jenis buku bacaan ringan lainnya.

Padahal tentu saja apa pun itu adalah sebuah karya yang harus dihargai, begitu juga dengan orang yang menyukai karya tersebut. Kita tidak boleh merendahkan selera orang lain dan merasa bahwa buku yang dibaca lebih keren, lebih baik, dan lebih segalanya.

Berikut ini Ciri-ciri book Shaming yang telah dirangkum dari berbagai sumber, diantaranya adalah:

  • Membeda-bedakan penulis dan mengagungkan-agung penulis favorit
    Menganggap bahwa penulis favoritmulah yang terbaik. Karya-karyanya adalah sebuah karya yang sangat hebat. Dan kamu memandang bahwa penulis lain yang tak kamu sukai, karyanya biasa saja dan kamu sering mengejek karya tersebut. Hal tersebut adalah sikap yang nyatanya adalah book-shaming. Kamu hanya menganggap hebatnya sebuah buku hanya dari siapa pengarangnya bukan isinya.
  • Memandang rendah buku dengan genre yang menurutmu tidak layak dibaca
    Sering mengejek orang-orang yang suka membaca buku dengan tema semacam romance dan buku-buku dengan tema sendu. Kamu menganggap bahwa hanya buku-buku yang bertema macam filsafat, sejarah atau kritik sosial sajalah yang sebaiknya dibaca. Dengan membedakan dan mengintimidasi orang lain atas genre buku apa yang mereka baca, itu sudah menjadi bentuk book-shaming yang tidak disadari.
  • Merasa Berhak Menilai Buku
    Orang boleh saja membaca banyak buku. Apalagi jenis buku tingkat dewa yang butuh IQ tinggi untuk memahami. Akan tetapi selama ia belum pernah jadi penulis buku, selama itu pula dia tidak berhak membandingkan apalagi menilainya. Dengan ringan lidah memberi nilai suatu buku dengan predikat buruk. Padahal boleh jadi buku yang dianggap tak bermutu tersebut justru dapat memberi semangat, motivasi, dan inspirasi bagi banyak orang untuk bergerak menuju sukses.
  • Mencela Penulis
    Mencela penulis buku karena dianggap masih kalah dengan penulis favoritnya merupakan salah satu indikasi book shaming. Siapapun punya hak untuk mengagumi penulis tertentu. Masing-masing orang punya gairah bacaan sendiri.
  • Fanatik pada Jenis Bacaan
    Memandang jelek genre atau jenis bacaan tertentu karena dianggap tak layak dibaca ialah ciri fanatik buta. Orang seperti itu telah menuhankan dan menganggap sempurna satu jenis buku tertentu. Mengolok para pembaca dengan buku jenis lain.

Setiap orang tentu memiliki selera bacaannya masing-masing yang tidak boleh kita kritik karena itu adalah pilihan. Sama dengan pilihan yang lebih anda suka pada genre buku tertentu dibandingkan buku yang lain. oleh karena itu, kita perlu menghargai selera atau pilihan bacaan masing-masing orang adalah hal yang mulai harus ditumbuhkan dengan baik untuk menjaga tidak ada yang sampai merasa sakit hati atau tersinggung.

Seseorang yang kemudian merasa tidak percaya diri karena book shaming kemudian bisa merasa tidak nyaman saat membaca. karena Book shaming dapat menyebabkan minat baca seseorang menurun atau bahkan lebih parah, yaitu mematikan minat baca itu sendiri.

Padahal membaca adalah kegiatan yang baik bagi semua orang. karena membaca tentu dapat membantu kita untuk menambah perbendaharaan kata kita, membantu untuk memahami hal-hal baru, serta membantu menata cara berpikir kita. Oleh karena itu book shaming ini harus benar-benar dihindari karena efeknya sangat negatif bagi orang lain.

Fenomena Book Shaming, Bisa Bikin Minat Baca Menurun

Referensi:

  • 5 Sikap yang Tak Diduga Bahwa Kamu Sudah Melakukan Book-Shaming, idntimes.com
  • Mengenal Book Shaming dan Menghindarinya,literamediatama.com
  • Mengenal Book Shaming, Perilaku Berbahaya yang Patut Dihindari, zigi.id
  • 5 Bentuk Book Shaming yang Tanpa Disadari Sering Dilakukan. Nggak Keren Sama Sekali, hipwee.com
  • Book Shaming – And Why It’s Never Okay, lindseyh.be
  • On Accidentally Book-Shaming People, offthebeatenshelf.com
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,