Pemuda Wuhan berusia 21 tahun asal Wuhan bernama Tiger Ye mulai menunjukkan gejala infeksi Covid-19 pada pertengahan Januari. Ia membagikan pengalamannya menjalani pengobatan dan akhirnya sembuh.

Cerita Pemuda Wuhan yang Sembuh dari Corona

Pada 17 Januari Tiger merasakan semua otot-otot nyeri. Tiger mengira pada saat itu dirinya mengalami demam ringan, tapi tidak terlalu diperhatikan.

Jika menengok ke belakang, memang agak menakutkan, karena rumah dan sekolah tempat Tiger belajar bahasa Jepang hanya ada dalam radius 5 Km dari pasar seafood Wuhan (yang diyakini sebagai awal mula penularan).



Untuk mengobati nyeri otot, Tiger minum obat flu karena ia pikir itu hanya flu biasa. Tiger menganggap dirinya sebenarnya terlambat minum obat antivirus pada tahap awal penyakit.

Tiger tidak tahu dari mana dirinya bisa tertular. Tiger selalu makan di restoran masakan Hongkong di kantin sekolahnya. Tiger juga mengaku dirinya tidak banyak jalan-jalan karena pada saat itu musim dingin dan selalu langsung pulang setelah sekolah karena sudah lelah.

Pada saat libur semester, Tiger tinggal di rumah orangtua, bukan di asrama. Ia juga rajin pakai masker setelah semua orang di sekitar mulai memakai masker.

Sakit dan isolasi

Tanggal 21 Januari, Tiger merasakan nyeri di seluruh tubuhnya. Ia lalu menelepon sang ayah dan langsung menjemputnya. Di rumahnya, Tiger mengalami demam ringan dan ibunya mengatakan jika demamnya tidak turun juga maka Tiger akan dibawa ke rumah sakit.

Sampai jam 11 malam, demam yang dialami Tiger tak kunjung turun sehingga ia memutuskan untuk berobat ke rumah sakit Tongji. Ketika tiba di sana, Tiger melihat rumah sakit kewalahan dengan lonjakan pasien.

Melihat dokter dan perawat dalam hazmat suit di dunia nyata untuk pertama kalinya, Tiger menyadari bahwa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi.

Tiger mengaku pada saat itu dirinya sebenarnya tidak takut, karena rumah sakit itu yang terbaik di Wuhan dan memang selalu penuh. Karena pasien sangat ramai pada saat itu, Tiger memutuskan pindah ke rumah sakit paru Wuhan, dan keputusan ini dianggapnya sebagai keputusan yang sangat tepat.

Di rumah sakit itu Tiger dites darah, fungsi liver, dan juga CT scan. Hasil CT scan menunjukkan ada bitnik-bintik di bagian bawah paru-paru Tiger. Ia lalu diberi obat resep dan obat tradisional China berbentuk kapsul oleh dokter.

Ketika Wuhan mulai ditutup, tanggal 22 Januari Tiger mulai dikarantina di rumah oleh sang ayah. Kebetulan sang ibu pernah belajar di universitas kedokteran dan ayahnya bekerja di perusahaan farmasi, sehingga mereka bisa menangani Tiger.

Memburuk

Sekitar 3 hari kemudian, Tiger memeriksakan lagi dirinya ke rumah sakit karena mulai batuk. Ia mengalami batuk kering dengan sedikit dahak kekuningan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Tiger memburuk karena infeksinya menyebar ke seluruh paru. Tiger kemudian diinfus dan diberikan obat oral. Dokter juga mengatakan bahwa Tiger terduga terinfeksi virus, namun hanya komite pakar yang akan menentukan apakah bisa segera dilakukan tes.

Tanggal 26 Januari, Tiger demam tinggi sampai 39 derajat celcius. Tiger batuk berat sampai perut dan punggungnya terasa sakit. Ia mengaku bahwa hari itu adalah hari terburuk dalam hidupnya.

Hasil laporan mengatakan bahwa situasi dapat memburuk dengan cepat pada tahap pertengahan. Namun, di sore hari demamnya menghilang. Tiger merasa dirinya seperti sudah ke neraka dan kembali lagi.

Pada saat penyakitnya memburuk, Tiger mencari cara untuk mengembalikan semangat. Saat itu ia menonton film anime favoritnya dan berencana ke Jepang pada pertengahan Februari untuk nonton konser penyanyi dan artist anime Ayaka Ohashi.

Menonton tayangan anime itu sangat membuatnya bersemangat untuk sembuh karena ia ingin kelak bisa menonton konsernya lagi. Sekitar tanggal 28 Tiger melakukan pengecekan lagi dan kondisinya membaik.

Virusnya Menyebar

Kakak laki-laki Tiger mulai mengalami demam dan batuk tanggal 29 Januari. Hasil tesnya menunjukkan ada bintik bayangan di parunya. Kakanya juga dicurigai terinfeksi corona. Pada hari yang sama, nenek Tiger juga demam.

Sementara itu saat Tiger dites hasilnya ia positif terinfeksi corona. Rumah sakit memberinya obat anti-HIV selama lima hari, sedangkan keluarga Tiger juga mulai minum obat resep.

Karena kondisinya membaik dan keterbatasan tempat di rumah sakit, Tiger diperbolehkan pulang tetapi harus mengisolasi diri. Tiger juga tak lagi diinfus.

Kakak Tiger juga positif terinfeksi. Sedangkan sang nenek mengalami demam tetapi pulih setelah empat hari kemudian. Pada akhirnya kakak Tiger pulih dan kini sudah negative dari virus.

Pada tanggal 4 februari, CT scan menunjukkan perbaikan berarti pada paru-paru Tiger dan batuknya pun sembuh. Tiger kemudian dites lagi dan diberi obat resep.

Keesokan harinya hasil tes menunjukkan Tiger negatif untuk virus, tetapi dokter mengatakan Tiger harus dites ulang tanggal 7 Februari. Tiger kemudian melakukannya dan hasilnya negatif. Tiger pun dinyatakan sembuh dari corona.

Sumber: Kompas.com | The Guardian

Chat Bersama Kami
Read previous post:
festival-dan-jambore-budaya-baca-16-17-maret-2020
Acara Bandung : Festival Dan Jambore Budaya Baca 16-17 Maret 2020

mengenal program organisasi penggerak
Mengenal Program Organisasi Penggerak

darul hikam education confernce 2020
Darul Hikam Education Conference 2020

Close