Cara Melawan Rasisme Melalui Pendidikan. Ki Hajar Dewantara menyebut, pendidikan adalah upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup. Melalui pendidikan, seseorang dapat menyaring dan menimbang bukti, membedakan yang benar dan salah, yang nyata dan tidak, fakta dan fiktif.

Cara Melawan Rasisme Melalui Pendidikan

Oleh karena itu, pendidikan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Pendidikan adalah alat terbaik untuk menangkal rasisme dan diskriminasi serta membangun masyarakat yang inklusif. Sikap menghargai terhadap perbedaan warna kulit, gender, bahasa dan budaya tidak cukup dipelajari sendiri. Artinya sikap tersebut perlu dilatih dan ditanamkan melalui pendidikan.



Melalui pendidikan, seseorang bisa menyadari tentang masalah yang dihadapi dalam dunia nyata. Anak diajarkan sejak dini mengenai pentingnya kesetaraan, menghormati dan toleransi. Guru perlu bersikap hati-hati dalam melakukan interaksi dengan siswa. Karena terkadang pengajar baik di perguruan tinggi ataupun sekolah tanpa sadar melakukan bullying dan rasisme.

Menjadi Anti-Rasis

Menurut Ibram X Kendi dalam bukunya How to Be an Anti-Racist, Kendi melalui pengamatannya pada sejarah rasisme pada masyarakat kulit hitam yang terstruktural di AS, ia menyimpulkan bahwa pemikiran rasis bisa dimiliki oleh siapa saja. Dia juga memaparkan bagaimana mudahnya pemikiran rasis mengakar dan mudah terkait dengan kebijakan rasis yang menciptakan kesenjangan sosial, ekonomi, budaya dan politik yang berbahaya.

Kendi berpendapat bahwa cara yang paling benar melawan rasisme ialah dengan cara menjadi seorang yang aktif melawan tindakan dan perilaku rasisme yang ada. Dengan kata lain menjadi seorang anti-rasis. Berikut adalah cara yang dapat diikuti untuk menjadi seorang yang anti-rasis menurut Ibram X Kendi dalam bukunya How to Be an Anti-Racist:

  1. Memahami Definisi Rasisme

Perbincangan menegenai rasisme terkadang kurang dapat dimengerti ketika partisipan dipaham arti dari rasisme. Menurut KBBI, definisi dari rasisme atau rasialisme adalah 1) prasangka berdasarkan keturunan bangsa; perlakuan yang berat sebelah terhadap (suku) bangsa yang berbeda-beda; 2) paham bahwa ras diri sendiri adalah ras yang paling unggul.

Beberapa orang terkadang disadari atau tanpa disadari mempercayai dan menerapkan prasangka buruk dan menganggap bahwa ras mereka merupakan ras yang lebih unggul dari yang lain. Seorang yang anti-rasis, menurut Kendi, ialah orang yang mendukung kebijakan yang anti-rasis melalu tindakan mereka atau mengekspresikan gagasan anti-rasis.

  1. Memahami Kesenjangan Rasial

Rasisme memproduksi ketidaksetaraan dan kesenjangan rasial di berbagai bidang kehidupan pribadi dan publik. Hal itu termasuk politik, program kesehatan, peradilan hukum, pendidikan, pemasukan, pekerjaan dan kepemilikan properti.

Menjadi seorang yang anti-rasis berarti mengetahui dan mempelajari mengenai ketidaksetaraan dan perbedaan yang memberikan suatu kelompok ras dibandingkan ras lainnya. Mengakui bahwa ada ras dan etnis yang underprivileged.

Seorang yang rasis akan mengasosiasikan hal buruk dan kesenjangan ekonomi yang dialami oleh suatu kelompok dengan perilaku dan karakteristik kelompok tersebut.  Sedangkan seorang yang anti-rasis menganggap permasalahan bukan berada pada kelompok, melainkan dari kebijakan-kebijakan rasial yang membuat rugi kelompok tersebut.

  1. Berhenti Berkata “Saya Tidak Rasis”

Berpendapat “saya tidak rasis” tidak mengubah keadaan dan pandangan diri sendiri terhadap rasisme. Menurut Kendi, pernyataan ini terkadang merupakan pernyataan yang egois dan menyangkal realita. Dengan menganggap diri sebagai orang yang tidak rasis, atau tidak ingin masuk dalam perdebatan rasisme, membuat sulit bagi kita melihat apakah gagasan, pemikiran, dan tindakan merupakan hal yang rasis.

  1. Menentang Gagasan Rasisme

Setelah dapat mengidentifikasi disparitas rasial, selanjutnya adalah memeriksa pandangan, kepercayaan dan dukungan politik yang kita miliki menjustifikasi ketidaksetaraan ras. Pandangan, kepercayaan yang secara sadar atau tidak sadar tersebut tentu harus kita ubah. Seperti pandangan bahwa orang berkulit putih lebih menarik daripada orang berkulit hitam, atau stigma buruk yang kita asosiasikan pada suatu kelompok ras atau etnis.

  1. Mendukung dan Mengedukasi



Kita tidak bisa menjadi seorang yang anti-rasis tanpa adanya tindakan aktif. Menurut Kendi, salah satu cara untuk aktif adalah mendukung aktivisme dan organisasi yang melawan kebijakan yang menciptakan disparitas rasial. Hal itu bisa dilakukan dengan mengikuti dan mendanai aktivisme dan organisasi yang mendukung adanya kesetaraan ras dan ingin mengubah kebijakan-kebijakan yang rasis.

Tindakan aktif juga dapat dilakukan dengan cara mengedukasi kepada generasi selanjutnya. Khususnya mengedukasi tentang bagaimana pentingnya kesetaraan bagi semua orang lintas ras dan etnis di semua aspek.

Itulah langkah-langkah yang bisa dilakukan para pengajar dan tenaga pendidikan untuk melawan rasisme. Berpendapat boleh saja Sobat Phi. Namun, pendapat yang menyinggung SARA akan ada konsekuensinya. Yuk kita sama-sama lawan rasisme!

Cara Melawan Rasisme Melalui Pendidikan

//sumber: https://kema.unpad.ac.id/rasisme-dan-bagaimana-agar-menjadi-pribadi-yang-anti-rasis/

https://kumparan.com/achmad-hidayatullah-1590235765754825941/peran-pendidikan-dalam-melawan-rasisme-1tY4bg56lqS


Read previous post:
Mengenal Sertifikat Tanah Elektronik
Mengenal Sertifikat Tanah Elektronik

Close