Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Tumbuhan Paku Jenis Baru Ditemukan di Pedalaman Hutan Papua Nugini, tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali mengidentifikasi jenis tumbuhan paku (pteridofita) baru, Deparia stellata.

Tumbuhan paku Deparia stellata ini ditemukan dari pedalaman hutan Pegunungan Bintang, Papua Nugini.

Baca Yuk :

Tumbuhan Paku Jenis Baru Ditemukan di Pedalaman Hutan Papua Nugini

Periset Bidang Botani Pusat Riset BRIN Wita Wardani dan tim melakukan penelitian berdasarkan spesimen yang dikoleksi oleh W.R. Barker dalam Ekspedisi Pegunungan Bintang tahun 1975.

Penemuan ini sebagai langkah penting untuk terus mendapatkan informasi variasi dan inventarisasi jenis tumbuhan paku (pteridofita), khususnya di wilayah fitogeografi Malesia.

Tumbuhan tersebut ialah Deparia stellata, ia merupakan tumbuhan paku (pteridofita) baru yang ditemukan dari pedalaman hutan Pegunungan Bintang, Papua Nugini.

Peneliti Bidang Botani Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wita Wardani beserta tim berhasil mengidentifikasi tumbuhan pteridofita jenis baru tersebut berdasarkan spesimen yang dikoleksi oleh W.R. Barker dalam Ekspedisi Pegunungan Bintang tahun 1975.

Ekspedisi tersebut merupakan perjalanan eksplorasi botani kolaboratif antara Rijksherbarium Belanda dengan herbarium nasional Papua Nugini.

Dikutip dari jurnal Reinwardtia, Wita menerangkan bahwa secara sepintas tutupan permukaan tangkai dan rakis daun jenis baru ini nampak berbeda. Benar saja, melalui pengamatan mikroskop berdaya pembesaran tinggi di Herbarium Bogor (BO), akhirnya Wita mengonfirmasi kebaruan spesimen tersebut yang diterbitkan dalam jurnal Reinwardtia pada 6 Desember 2021.

“Kunci penemuan ini adalah kesediaan herbarium Natural History Museum London (BM) meminjamkan spesimennya. Spesimen ini saya temukan saat berkunjung ke herbarium tersebut untuk memeriksa tumpukan spesimen yang belum teridentifikasi di tahun 2016. Semula saya mengidentifikasi spesimen tersebut sebagai Deparia petersenii,” ungkap Wita.

Referensi: Kompas.com, antaranews.com

Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,