Tiga Alasan BPIP Tuai Kontroversi. Sobat Phi sudah tahu BPIP atau Badan Pembinaan Ideologi Pancasila? Lembaga ini bertugas membumikan Pancasila kepada masyarakat, khususnya nilai-nilainya. BPIP juga diharapkan dapat mengangkat dan merangsang seluruh lapisan masyarakat untuk mendiskusikan berbagai permasalahan Pancasila.



Tiga Alasan BPIP Tuai Kontroversi

Selama ini, keberadaan BPIP diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang BPIP. Tetapi pada nyatanya lembaga ini tidak terlalu dikenal bukti kerjanya. Sebagian masyarakat menganggap, BPIP tidak perlu didirikan. Inilah tiga alasan BPIP menuai kontroversi.

  1. Ditentang Cucu Soekarno



Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menyebut pembahasan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) harus dihentikan. Pembentukan UU mengenai Pancasila ini dinilai malah akan menurunkan nilai dan makna Pancasila. Rachmawati juga menyoroti sejumlah pandangan bahwa RUU HIP ini menjadi alat untuk memperkuat legalitas BPIP. Menurut Rachmawati, yang diperlukan saat ini bukan lembaga seperti BPIP, melainkan mengembalikan UUD 45. Ia menegaskan, pemerintah seharusnya menguatkan pemikiran Pancasila dan UUD 45.

  1. Pernyataan Kepala BPIP

Ketua BPIP, Yudian Wahyudi sempat menuai kontroversi terkait dengn pernyataannya yang menyebut bahwa agama musuh terbesar Pancasila. Pernyataan ini diklarifikasi Yudian, yang menyatakan sebaliknya. Menurut dia, fatwa-fatwa agama justru mengisi yang termaktub dalam nilai-nilai Pancasila. Kadang kala, penjelasan yang terbiasa disampaikan secara akademik itu memungkinkan dipotong kutipannya sehingga masyarakat salah tafsir. “Jadi tidak akan ada lagi nanti kontroversi saya sebagai pribadi,” ujarnya seperti dilansir dari situs Viva news.

  1. Pro Kontra Konser Pancasila

Di tengah pandemi covid-19, BPIP menunjukkan kontribusinya dengan menggelar konser solidaritas kemanusiaan yang diisi sederet artis ternama. Konser ini disiarkan secara langsung pada Minggu (17/5/2020) lalu. Akibatnya, beragam kritik tertuju pada BPIP. Konser ini dianggap hanya menghamburkan uang negara. Sebab, biaya konser lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk penanganan covid-19, atau BLT dan menalangi defisit BPJS.

Tiga Alasan BPIP Tuai Kontroversi



Itulah tiga kontroversi terkait dengan BPIP. Menurutmu bagaimana, Sobat Phi?

Chat Bersama Kami
Read previous post:
UTBK SBMPTN 2020 Dilaksanakan Dua Gelombang di Masa Pandemi
UTBK SBMPTN 2020 Dilaksanakan Dua Gelombang di Masa Pandemi

New Normal Menuntut Guru Lakukan 3 Hal Ini
New Normal Menuntut Guru Lakukan 3 Hal Ini

PPDB Jabar 2020 Tahap 2 Dibuka 25 Juni Hingga 1 Juli 2020
PPDB Jabar 2020 Tahap 2 Dibuka 25 Juni Hingga 1 Juli 2020

Close