Greeone

Tak Perlu Panik, Kota Bandung Siapkan Resiko PTMT. Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan kebijakan untuk penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) sejak Juni 2021. Semua prosedur dilakukan dengan sangat ketat.

Tak Perlu Panik, Kota Bandung Siapkan Resiko PTMT

Baca Yuk :

Pelaksanaan PTMT tidak hanya melibatkan Satgas Covid-19 namun juga OPD terkait. Hal ini terlihat bahwa sampai dengan saat ini belum semua sekolah dapat melaksanakan PTMT. Hanya sekolah-sekolah yang sudah lolos verifikasi lapangan dengan hasil layak yang dapat menyelenggarakan tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menjelaskan, sebelum PTMT Tahap 2 pada September lalu dilakukan, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan berbagai langkah untuk mewujudkan pembelajaran yang mengutamakan keselamatan anak dan kesehatan warga sekolah.

Di antaranya Vaksinasi bagi seluruh PTK, Self Asessment melalui aplikasi, Verifikasi lapangan, Vaksinasi Siswa dan Surveillance melalui Test PCR kepada siswa dan guru dengan sampling sebanyak 10 persen dari sekolah yang sudah melaksanakan PTMT. Serta pengawasan melalui Tim Pengawas Monev penyelenggaraan PTMT secara terus menerus dan berkesinambungan.

“Prioritas kami adalah keselamatan serta kesehatan Siswa dan warga sekolah. Jadi, rangkaian pencegahan dan tindak lanjut penanganan kasus jika ada kejadian biasa maupun luar biasa, sudah kami persiapakan. Termasuk percepatan vaksinasi anak usia 12-17 tahun sudah mencapai dua ratus ribu lebih siswa,” jelas Hikmat di Bandung, Rabu (20/10/2021).

Perlu diketahui, target Pemerintah Pusat dalam upaya Percepatan Vaksinasi anak usia 12-17 tahun adalah sebesar 70 persen. Sementara Kota Bandung telah melebihi target dengan melakukan vaksinasi sebanyak 205.892 siswa atau 80,87 persen melalui Gebyar Vaksinasi Pelajar Kota Bandung.

Selain vaksinasi, Pemerintah Kota Bandung pun menyelenggarakan surveillance atau Pengawasan berupa swab antigen bagi siswa dan guru yang mengikuti PTMT secara acak. Tahap pertama dilakukan pada 105 Sekolah dengan sampling 30 orang siswa dan 3 orang guru per sekolah.

“Kegiatan surveillance ini masih berjalan, dan 15 – 19 Oktober 2021 kami dapatkan 46 orang Positif Covid dan 1.679 Dinyatakan Negatif. Dan ini pun sudah kami tangani sesuai prosedur,” ujarnya.

Ketentuan Surveillance

Ada beberapa ketentuan terkait tindaklanjut surveillance yang harus dipahami bersama. Pertama, Jika hasil surveillans terdapat 0-1 persen positif Covid-19, maka PTMT tetap berjalan. Dengan catatan, siswa atau guru yang positif ditindaklanjuti sesuai standar penanganan penderita Covid-19 oleh Puskesmas setempat.

Kedua, jika hasil surveillance 1-5 persen Positif Covid.19, maka selain penanganan penderita Covid-19 sesuai ketentunan, dilakukan juga pelacakan kontak erat, dan test bagi rombongan belajar yang terkait. Lalu PJJ kembali dilakukan di kelas tersebut sampai proses tracing serta perlakuan medis entry test dan exit test tuntas. Sementara kelas lainnya tetap dapat melaksanakan PTMT.

Ketiga, kondisi dimana hasil surveillance menyatakan bahwa lebih dari 5 persen dinyatakan positif, maka akan dilaksanakan tindak lanjut kasus sesuai standar juga pengetesan bagi seluruh anggota sekolah dan PJJ kembali dilakukan bagi satu sekolah sampai proses penyembuhan dan evaluasi dari Tim gabungan Satgas Covid-19 selesai.

Hal tersebut merupakan mitigasi wabah yang disiapkan Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan kelancaran, keamanan serta kualitas layanan PTMT. Sehingga orang tua tidak perlu khawatir namun juga tetap harus meningkatkan kulitas prokes kepada keluarga dan anak-anak utamanya di masa PPKM level 2 ini.

“Jangan sampai lengah, di sekolahnya 2 jam, pulang sekolah karena mall dibuka, cafe dibuka, area rekreasi dibuka, kemudian kita berlomba-lomba, euforia berlebihan, dan datang ketempat yang ramai serta lalai terhadap prokes akhirnya secara tidak sadar terpapar virus,” tuturnya.

Saat ini, lanjutnya, Dinas Pendidikan telah mengantongi data siswa dan guru yang positif Covid-19 hasil surveillance. Untuk penangannya, pasien ditindaklanjuti oleh Dinkes Kota Bandung.

Selain itu, kami pun telah melakukan penguatan kembali kepada Kepala Sekolah beserta jajaran untuk lebih meningkatkan prokes baik di sekolah maupun di rumah. Namun demikian perlu difahami bahwa proses surveillance tahap 1 ini masih berjalan, dengan target total sebanyak 3.498 orang yang harus di swab.

“Kami sangat berharap kepada orang tua siswa untuk terus melaporkan hasil assessment anak setiap hari, termasuk riwayat perjalanannya, sehingga akan memudahkan petugas dalam melakukan tracing dan tentunya jangan memaksakan untuk PTMT jika kondisi tubuh anak kurang fit,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kota Bandung mulai pelaksanakan PTMT pada 8 September 2021 bagi Satuan Pendidikan kelompok 1 yang telah melakukan tahapan ujicoba sebanyak 330 sekolah dengan kuota peserta belajar sebanyak 50 persen per kelas. Pada 15 September 2021 kelompok 2 mulai PTMT tahapan ujicoba sebanyak 1.667 Satuan Pendidikan dengan kuota peserta 25 persen per kelas.

Sekolah yang diizinkan PTMT, sebelumnya telah menyatakan siap secara aplikasi dilanjut verifikasi kesiapan pelaksanaan tatap muka yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kewilayahan. Pelaksanaan pun dilakukan secara ketat dengan protokol kesehatan.

Setiap harinya, setiap sekolah diwajibkan untuk melaporkan secara sistem di Simdik Dinas Pendidikan Kota Bandung. Mulai dari jumlah siswa, guru yang hadir, sakit, hingga laporan yang terkonfirmasi Covid-19. Sejauh ini, pelaksanaan PTMT berjalan lancar dengan tetap melakukan PJJ bagi siswa yang belum diizinkan tatap muka oleh orang tuanya

*Artikel ini merupakan siaran Pers Disdik Kota Bandung

Tak Perlu Panik, Kota Bandung Siapkan Resiko PTMT

Sumber: Disdik Kota Bandung

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , ,

Streaming Now