Siswa Eligible yang Bisa Mendaftar SNMPTN 2021. Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) telah mengumumkan mekanisme SNMPTN dan SBMPTN- UTBK 2021. Proses pendaftaran SNMPTN dan SBMPTN-UTBK akan dimulai pada bulan Januari 2021. Seleksi pertama yang akan dilalui para siswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri adalah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SNMPTN.

Siswa Eligible yang Bisa Mendaftar SNMPTN 2021

Berikut ini syarat sekolah yang bisa mendaftar SNMPTN 2021:

  1. SMA/MA/SMK yang mempunyai NPSN.
  2. Sekolah dengan akreditasi A bisa mendaftarkan 40 persen siswa terbaik di sekolahnya,
  3. Sekolah dengan akreditasi B bisa mendaftarkan 25 persen siswa terbaik di sekolahnya,
  4. Sekolah akreditasi C atau lainnya hanya bisa mendaftarkan 5 persen siswa terbaik di sekolahnya.
  5. Mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).



Penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN diselenggarakan dengan prinsip :

  1. Adil, yaitu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa dan kekhususan Program Studi di PTN yang bersangkutan;
  2. Akuntabel, yaitu dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas;
  3. Fleksibel, yaitu pelaksanaan TPS diselenggarakan beberapa kali dan setiap calon mahasiswa dapat menempuh lebih dari satu kali tes;
  4. Efisien, yaitu penyelenggaraan tes masuk PTN menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, pelibatan sumber daya manusia, dan fleksibilitas waktu; dan
  5. Transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru PTN dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaan dapat diakses secara mudah.

Jalur Penerimaan dan Alokasi Daya Tampung Mahasiswa Baru

Jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana pada PTN dilakukan melalui: (a) Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) yang dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dan/atau portofolio calon mahasiswa; dan (b) Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) dilakukan berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta kriteria lain yang disepakati PTN. Selain penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN dan SBMPTN, PTN dapat melakukan seleksi mandiri dimana dapat menggunakan nilai hasil UTBK.

Kuota daya tampung setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SNMPTN ditetapkan paling sedikit 20% (dua puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Adapun kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40% (empat puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan. Sementara, kuota setiap Program Studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti seleksi mandiri ditetapkan paling banyak 30% (tiga puluh persen) dari daya tampung Program Studi yang bersangkutan.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SNMPTN adalah: (a) calon peserta berada di kelas terakhir pada pendidikan menengah yang akan lulus pada tahun berjalan; (b) calon peserta memiliki prestasi akademik baik dan konsisten ditunjukkan dengan merupakan kuota terbaik di sekolah dan dilakukan oleh LTMPT; (c)  calon peserta masuk kuota peringkat terbaik di sekolah yang ditentukan berdasarkan akreditasi sekolah; dan (d) calon peserta memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN ditetapkan oleh LTMPT.

Persyaratan peserta untuk mengikuti SBMPTN adalah: (a) Peserta memiliki akun LTMPT; (b) Peserta memiliki nilai UTBK SBMPTN yang masih berlaku; (c) peserta telah memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan menengah; dan (d) lulusan pendidikan menengah maksimal tiga tahun terakhir. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui SBMPTN ditetapkan oleh LTMPT. Adapun ketentuan mengenai persyaratan, metode, tata cara, dan kriteria seleksi mandiri yang dilaksanakan oleh masing- masing PTN diatur dan ditetapkan oleh PTN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain syarat untuk sekolah, ada juga syarat untuk siswa. Akan tetapi berbeda dari SNMPTN 2020, data siswa yang diisikan hanya yang eligible. Sementara pada SNMPTN 2020, semua data siswa diinput.

Apa itu eligible?

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Prof Dr Budi Prasetyo Widyobroto lewat sosialisasi SNMPTN di laman Youtube LTMPT, Rabu (16/12/2020), menjelaskan secara gamblang terkait eligible.

Dia menyebutkan, pada jalur SNMPTN perguruan tinggi akan mencari para siswa yang unggul di sekolahnya. Walaupun tidak dapat dimungkiri hal itu bisa sangat relatif.

“Sehingga kuota jalur SNMPTN masing-masing sekolah ditentukan oleh 2 hal, yang pertama akreditasi sekolah tersebut, kedua jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut, jurusan paralel,” kata Budi.

Karena itu LTMPT akan menghitung kuota sekolah berdasarkan 2 hal tersebut. Kuota itu menunjukkan berapa jumlah siswa yang bisa mendaftar SNMPTN.

Budi mencontohkan sebuah SMA yang memiliki total siswa 100 orang (kelas XII) dengan akreditasi A, maka berhak mendapat kuota 40 persen untuk masing-masing jurusannya.

Sehingga jurusan IPA 40 persen, IPS 40 persen, dan seterusnya.
Perhitungan paralel

Dia juga mengatakan penghitungannya paralel, bukan kelas. Jadi walaupun misalnya jurusan IPA ada 6 kelas, tetap dihitung 40 persen dari total 6 kelas tersebut.

“IPA-nya ada 6, kita berbicaranya satu institusi sekolah tersebut, bukan kelas,” ujarnya

Budi juga menjelaskan bahwa LTMPT menentukan kuota sekolah, tapi siapa saja yang bisa mendaftar dari jumlah yang sudah ditentukan itu adalah pihak sekolah.

“Yang menentukan 40 persen identik 40 orang itu LTMPT, tapi yang menentukan siapa saja 40 orang itu adalah sekolah,” ujarnya.

Hal itu karena ada kemungkinan satu-dua siswa yang tidak mendaftar SNMPTN. Dia mencontohkan adanya siswa yang mendaftar sekolah di luar negeri, sehingga tidak mendaftar SNMPTN.



Dipilih sekolah

Sehingga tidak harus siswa yang rangking 1-40 dapat mendaftar SNMPTN. Bila ada yang tidak ingin mendaftar lewat jalur SNMPTN seperti kasus di atas, “kursi”-nya bisa dialihkan ke siswa lainnya.

Kemudian Budi menggarisbawahi bahwa siswa yang dipilih sekolah untuk bisa mendaftar SNMPTN itulah yang disebut eligible.

“Yang dipilih oleh sekolah tersebut adalah siswa yang eligible untuk mendaftar SNMPTN,” pungkasnya.

Budi juga menjelaskan bahwa tidak semua data siswa dalam satu sekolah akan diinput pada SNMPTN 2021. Hal itu karena dilakukan untuk efisiensi.

Kuota sekolah berbeda-beda

Budi mengatakan bahwa saat ini hingga 23 Desember sedang berlangsung pengecekan data siswa dan status sekolah di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin).

Dia mengimbau sekolah untuk mengecek data siswa dan status sekolah di Pusdatin. Jika ada yang salah, diharapkan untuk segera dikoreksi. Sebab, itu penting untuk menetapkan kuota masing-masing sekolah.

Lalu pada 28 Desember 2020, LTMPT akan mengumumkan secara terbuka kuota masing-masing sekolah di Indonesia untuk mendaftar SNMPTN.

Setelah pengumuman itu, jika masih ada yang kurang pas, LTMPT juga menyediakan layanan masa sanggah bagi sekolah yang ingin mengoreksi, yaitu paling lambat 15 Januari 2021 pukul 15.00 WIB.

Siswa Eligible yang Bisa Mendaftar SNMPTN 2021

Setelah kuota diumumkan, sekolah bisa menentukan siapa yang bisa mendaftar SNMPTN.


Read previous post:
jadwal-belajar-dirumah-bersama-tvri
Jadwal Dan Materi Belajar Dari Rumah di TVRI Hari Senin 21 Desember 2020

Close