Sejarah Perusahaan Tupperware Di Ambang Kebangkrutan, Saham Tupperware Anjlok Usai Umumkan PHK Karyawan. Pada Maret 2023, perusahaan melaporkan kerugian sebesar US$ 28,4 juta sepanjang 2022. Kerugian tersebut turun dari tahun sebelumnya sebesar US$ 152,2 juta. Lalu, penjualan bersih merosot 18% menjadi US$ 1,31 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Merek wadah makanan berbahan plastik Tupperware di ambang kebangkrutan. Perusahaan kesulitan keuangan lantaran biaya bunga pinjaman jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Sejarah Perusahaan Tupperware Di Ambang Kebangkrutan, Saham Tupperware Anjlok Usai Umumkan PHK Karyawan

Setelah kabar tersebut, saham Tupperware terpantau anjlok nyaris 50%. Investor takut setelah perusahaan menyatakan sudah menyewa penasihat keuangan untuk memperbaiki struktur modal dan kelangsungan usahanya.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Soal Fisika Kelas 11 SMA Halaman 114 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Soal Asesmen Bab 4

“Tupperware sedang memasuki babak untuk membalikkan operasi. Hari ini menandai langkah penting kami untuk mengatasi posisi modal dan likuiditas,” kata CEO Tupperware Miguel Fernandez beberapa hari lalu, dilansir dari CNN Internasional.

Pada penutupan perdagangan 6 April 2023, sebelum pengumuman tersebut, saham TUP berada di angka US$ 2,45 atau setara Rp 36.750. Nilainya langsung anjlok 49,3% menjadi US$ 1,24 atau setara Rp 18.600 pada penutupan perdagangan 10

April. New York Stock Exchange pun memperingatkan saham Tupperware terancam dihapus karena tidak mengajukan laporan tahunan yang diwajibkan.

Sejarah Perusahaan Tupperware Di Ambang Kebangkrutan, Saham Tupperware Anjlok Usai Umumkan PHK Karyawan

Tupperware Berusia 77 Tahun

Perusahaan sempat mengalami peningkatan kinerja selama dua tahun pertama pandemi Covid-19. Harga sahamnya melonjak hingga US$ 37 atau setara Rp 555.000 karena kebijakan lockdown mendorong penjualan peralatan dapur.

Baca Juga :  Kunci Jawaban Ekonomi Kelas 11 SMA Halaman 137 Kurikulum Merdeka, Inflasi

Tupperware yang didirikan pada 1946 sudah berada di hampir 70 negara, melalui perwakilan independen di seluruh dunia. Sayangnya, permintaan produk rumah tangga terus turun dan perusahaan tengah berjuang menarik pembeli muda di tengah persaingan baru.

Nama Tupperware berasal dari nama pendirinya, Earl Silas Tupper yang lahir pada 1907. Pada usia 21 tahun, Tupper menemukan metode pemurnian ampas biji hitam polietilen. Ini adalah bahan dasar pembuat plastik menjadi lebih fleksibel. Pada 1938, lelaki ini mendirikan Earl S Tupper Company dan mematenkan produknya bernama Poly-T.

Usai Perang Dunia II tepatnya pada 1946, barulah produk dagang Tupperware diluncurkan. Produknya adalah wadah penyimpan makanan Wonderlier Bowl dan Bell Tumbler.

Baca Juga :  KODE REDEEM Free Fire 13 Februari 2024 Terbaru

Majalah TIME kala itu mengagumi Tupperware sebagai plastik yang bisa ‘bertahan atas apapun’. Meski dielukan media, ibu rumah tangga yang menjadi target pasar Tupperware justru tidak tertarik atas tren ini.

Sejarah Perusahaan Tupperware Di Ambang Kebangkrutan, Saham Tupperware Anjlok Usai Umumkan PHK Karyawan

Sumber : https://katadata.co.id/

Live Streaming