Peristiwa Langit Terbaik di Februari 2021, terdapat Fenomena Langit Menarik Februari 2021 yang bisa di lihat di Indonesia.

Peristiwa Langit Terbaik di Februari 2021

The Secrets of the Universe

Top Astronomy Events in February 2021:

February 4: Moon at perigee
February 8: Alpha-Centaurid meteor shower
February 8: Mercury at inferior solar conjunction
February 10: Moon will pass by Saturn
February 12: New Moon
February 18: Moon at apogee
February 19: Moon will pass by Mars
February 27: Full Snow Moon
February 28: Mercury reaches its highest point in the morning sky



Dilansir dari In The Sky, berikut ini lima peristiwa langit yang akan terjadi pada Februari 2021:

1.Bulan di titik perigee

Bulan akan mencapai titik perigee ke Bumi pada 4 Februari. Perigee digunakan untuk menyebutkan kondisi Bulan berada pada titik terdekat terhadap Bumi. Pada saat itu, Bulan akan tampak sedikit lebih besar. Jarak Bulan dari Bumi bervariasi karena orbitnya tidak melingkar sempurna, melainkan agak oval dan menelusuri jalur yang disebut elips.

Saat Bulan melintasi jalur elips ini mengelilingi Bumi setiap bulannya, jaraknya bervariasi sekitar 10 persen, antara 363.000 km dan 405.000 km. Ukuran sudut Bulan dan kecerahannya juga bervariasi oleh faktor yang sama. Pada momen ini, jarak Bulan ke Bumi hanya 370.000 km dan muncul dengan diameter sudut 32,27 arcmin.

Periode dari siklus Bulan mencakup perigee (terdekat) dan apogee (terjauh) hingga kembali lagi adalah 27,555 hari. Perigee terjadi pada 4 Februari saat Bulan berada di sekitar fase seperempat terakhir, satelit alami itu akan muncul di langit pagi.

2.Hujan meteor Alpha Centaurid

Hujan meteor Alpha Centaurid akan aktif dari 28 Januari hingga 21 Februari dengan titik puncak hujan meteor terjadi pada 8 Februari. Pengamatan tidak membutuhkan teleskop, namun harus dilakukan di lokasi yang benar-benar gelap dan minim polusi cahaya dan cuaca cerah. Titik radian hujan meteor Alpha Centaurid akan terbit pada tengah malam. Ini akan mulai terlihat pada pukul 21:50 WIB dan akan tetap aktif hingga sekitar pukul 05:34 WIB. Pengamat dapat melihat meteor Alpha Centaurid di konstelasi Centaurus yang terletak di belahan langit selatan, dengan enam meteor per enam jam.

3.Konjungsi Bulan dan Saturnus

Bulan akan berdekatan dengan Saturnus pada 10 Februari dengan jarak Bulan sejauh 3 derajat ke selatan Saturnus.

Pasangan kosmik ini akan terlihat di langit fajar, terbit pada pukul 04:55 WIB atau sekitar 1 jam 4 menit sebelum Matahari terbit dan mencapai ketinggian 10 derajat di atas ufuk timur sebelum menghilang pada pukul 05:44 WIB. Jika ingin melihat detail cincin Saturnus maka dibutuhkan bantuan teleskop.



Bulan dan Saturnus akan berada di konstelasi Capriconus. Dalam pengamatan mata telanjang, planet bercincin itu hanya akan muncul sebagai bintang kuning terang yang tidak berkelap-kelip di dekat Bulan.

4.Konjungsi Bulan dan Mars

Beberapa hari setelah berbagi kenaikan yang sama dengan Saturnus, Bulan akan berkonjungsi dengan Planet Merah pada 19 Februari.

Pada saat itu, Bulan akan berada sejauh 3 derajat di selatan Mars. Dalam waktu yang hampir bersamaan, kedua objek tersebut juga akan melakukan pendekatan yang dekat.

Pasangan itu akan terlihat sekitar pukul 18:27 WIB saat langit senja memudar dengan ketinggian 58 derajat di atas ufuk barat laut. Bulan dan Mars akan tenggelam menuju cakrawala pada pukul 23:06 WIB. Keduanya dapat diamati di konstelasi Aries.

5.Bulan purnama

Akhir Februari akan ditutup dengan fenomena Bulan Purnama pada 27 Februari 2021. Pada saat itu, Bulan akan mencapai fase penuh dan terletak hampir tepat di seberang Matahari. Karena berada tepat di seberang Matahari, hal ini akan membuat Bulan terbit tepat saat Matahari terbenam. Pengamat dapat mulai melihatnya pada 15:17 WIB.




Urutan Bulan Purnama sepanjang tahun sering diberi nama sesuai dengan musimnya. Bulan Purnama kali ini akan menjadi yang ketiga di musim dingin 2021 dan disebut sebagai Lenten Moon. Tepat ketika Bulan mencapai fase penuh, satelit alami Bumi itu akan berada di konstelasi Leo dan akan muncul tertinggi di belahan Bumi utara. Pada saat itu, jaraknya dari Bumi adalah 370.000 km.

Source:

febykurniawatirejeki.com
www.suara.com,
in-the-sky.org
The Secrets of the Universe


Read previous post:
Info Beasiswa SMA Gratis 2021 di SMA Pradita Dirgantara

Close