Pengertian Historiografi Tradisional, Simak Karakteristik dan Fungsinya. Historiografi tradisional adalah sebuah karya tulis atau penulisan sejarah tradisional oleh para pujangga yang dimulai sejak masa kerajaan Hindu/Buddha sampai masa masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara.

Saat ini sudah banyak sekali buku atau referensi yang memberikan kita pengetahuan tentang kerajaan-kerajaan beserta tokohnya. Tahukah kamu dari mana sejarawan mengumpulkan informasi-informasi tersebut lalu menjadikannya sebuah buku? Sumber-sumber tersebut salah satunya didapat dari sebuah historiografi tradisional.


Pengertian Historiografi Tradisional, Simak Karakteristik dan Fungsinya

Isi dari sebuah historiografi bersifat subjektif karena berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan sosok raja. Selain itu, isi historiografi tradisional dibumbui dengan mitos, legenda serta kekuatan magis. Kekuatan magis biasanya ditunjukkan dengan sosok raja yang sakti, dapat menghilang dan sebagainya.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Makan Seruit Kuliner Khas Lampung

Dalam buku Historiografi Islam yang ditulis oleh Fajriudin (2018), dijelaskan beberapa karakteristik historiografi tradisional adalah:

  • Historiografi tradisional ditulis bersifat istana/keraton-sentris yang berarti karyanya banyak mengungkapkan kehidupan seputar keraton/istana
  • Historiografi tradisional ditulis bersifat religio-magis yang berarti sosok raja digambarkan sebagai seseorang memiliki kelebihan secara batiniah dan punya kekuatan gaib
  • Historiografi tradisional ditulis bersifat regio-sentrisme yang berarti lebih menonjolkan wilayah kekuasaan kerajaan
  • Historiografi tradisional ditulis bersifat etnosentrisme atau ditulis menggunakan penekanan terhadap suku bangsa atau budaya dalam sebuah wilayah
  • Historiografi tradisional sifatnya psikopolitis yang berarti ditulis oleh para pujangga yang isinya bermuatan psikologis raja sehingga fungsi dari historiografi tradisional terkadang digunakan untuk keperluan politik dalam mempertahankan wilayah kekuasaan raja
Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Makan Seruit Kuliner Khas Lampung

Pengertian Historiografi Tradisional, Simak Karakteristik dan Fungsinya

Fungsi Historiografi Tradisional

Pada umumnya, historiografi tradisional punya fungsi besar dan banyak digunakan sebagai sumber penulisan sejarah. Hal tersebut dikarenakan dalam sebuah historiografi tradisional berisikan informasi tentang nama orang, nama daerah sampai tahun kejadian.

Misalnya bisa ditemui pada historiografi tradisional Babad Galuh, Banten, dan Cirebon yang di dalamnya terdapat informasi tentang nama raja atau tokoh terkait lainnya. Selain itu kita bisa menemukan informasi tentang nama daerah hingga kejadian dalam cerita babad tersebut.

Oleh karena itu, keberadaan tulisan historiografi tradisional perlu disimpan baik-baik untuk menjadi catatan sejarah yang berguna dalam menuliskan dan mengaitkan penemuan-penemuan saat ini dengan zaman dahulu.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Makan Seruit Kuliner Khas Lampung

Contoh-contoh lain dari tulisan historiografi tradisional yang menjadi sumber penulisan sejarah saat ini antara lain adalah Babad Parahiangan, Babad Tanah Pasundan, Babad Tanah Jawa, Babad Galuh, Babad Sriwijaya, dan Babad Negarakertagama.

Pengertian Historiografi Tradisional, Simak Karakteristik dan Fungsinya

Sumber : https://www.detik.com/


Tags : , , , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »
Live Streaming