Niat Puasa Rajab dan Keutamaannya. Pelaksanaan puasa rajab 2021 dimulai 13 Februari atau 1 Rajab 1442 hijriah. Apakah Anda sudah tahu tata cara puasa rajab? Jika belum, silahkan simak penjelasan berikut ini yang memuat niat bacaan puasa rajab dan keutamaannya.

Niat Puasa Rajab dan Keutamaannya

Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan hijriyah dan penanggalan Jawa. Bulan Rajab termasuk bulan-bulan yang dihormati atau disebut sebagai Asyhurul Hurum dalam Al-qur’an.



Umat Muslim mulai Jumat (12/2/2021) sore sudah memasuki Bulan Rajab 1442 Hijriah. Di bulan mulia ini, Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah salah satunya Puasa Rajab. Amalan lain yang bisa dilakukan yakni membaca shalawat, berpuasa, istighfar, dan sedekah.

Berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulullah Saw selalu berpuasa di bulan Rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis sohih bahwa Rasulallah saw berpuasa di bulan rajab.

Berpuasa pada bulan Rajab adalah amalan yang paling baik. Rasulullah Saw selalu berpuasa di bulan Rajab ini. Diriwayatkan dalam hadis sohih bahwa Rasulallah saw berpuasa di bulan rajab.

Anda yang akan melaksanakan ibadah puasa Rajab mulai 13 Februari sebaiknya terlebih dahulu mengetahui niat, tata cara, dan keutamaan puasa Rajab berikut ini.



Tata Cara Puasa Rajab

Dalam pelaksanaannya ada tata cara puasa rajab yang perlu Anda cermati. Tata cara puasa rajab ialah sebagai berikut:

  1. Niat boleh diucapkan dalam hati dengan bahasa yang dipahami
  2. Niat dapat diucapkan satu hari sebelum atau saat melakukan puasa
  3. Puasa dimulai dengan niat
  4. Menahan diri dari segala macam hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar sampai matahari terbenam
  5. Membatalkan puasa pada saat azan Magrib dengan makanan yang cukup

Niat Puasa Rajab

Niat Puasa Rajab ialah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri Rajaba sunnatan lillahi ta’aala.

Artinya: Saya berniat puasa Rajab sunah karena Allah ta’ala.

Keutamaan Puasa Rajab Mulai 13 Februari 2021

Perlu Anda ketahui supaya niat puasa Anda semakin besar dan semangat Anda untuk beribadah tak luntur sampai kapanpun, bahwa berpuasa Rajab merupakan puasa sunah namun memiliki keuatamaan yang tinggi seperti diriwayatkan dalam hadis.




Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim mengatakan bahwa Rasulullah bersabda sesungguhnya di surga ada sungai berwarna Rajab, warnanya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu. Barang siapa berpuasa satu hari di bulan Rajab akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.

Berikut keutamaan-keutamaan yang dapat diperoleh dari puasa rajab:

  1. Puasa selama 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka baginya
  2. Puasa selama 8 hari pada bulan Rajab membuka 8 pintu surga
  3. Puasa selama 10 hari pada bulan Rajab akan menghapus dosa-dosanya dan diganti dengan kebaikan
  4. Puasa sehari akan mendapatkan air susu yang berasal dari Sungai Rajab di surga

Jadi, sudahkah Anda siap untuk Puasa Rajab mulai 13 Februari nanti? Perhatikan tata cara puasa rajab serta niat dan keutamaannya agar ibadah Anda semakin sempurna.

Terkait Polemik Shaum Rajab

Apakah Shaum Di Bulan Rajab Itu Sunah Atau Bid’ah?

Terkait hal itu Ajengan Aef Cimahi akan menyampaikan tiga poin singkat saja :

1. Memperbanyak shaum di bulan Rajab itu disunahkan karena Rajab merupakan salahsatu empat bulan haram ( yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab) dimana ada hadits shohih yang menganjurkan memperbanyak shaum sunah dibulan-bulan itu.

Berikut ini dalilnya:

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali ramadhan), Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa.” (HR. Ahmad & HR. Abu Daud)

2. Mengkhususkan shaum rajab hanya dihari-hari tertentu dengan dalil hadits-hadits maudhu (palsu) adalah tidak dibenarkan.

Hadits palsu yang biasanya menjanjikan pahala bombastis banyak beredar di medsos salahsatunya adalah hadits dibawah ini:

مَنْ صَامَ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبَ كُتِبَ لَهُ صِيَامُ شَهْرٍ وَمَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبَ أَغْلَقَ اللهُ عَنْهُ سَبْعَةَ أَبْوَابٍ مِنَ النَّارِ وَمَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ فَتَحَ اللهُ ثَمَانِيَةَ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ صَامَ نِصْفَ رَجَبَ حَاسَبَهُ اللهُ حِسَاباً يَسِيْراً.

“Barangsiapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab, dituliskan baginya (ganjaran) puasa satu bulan, barangsiapa berpuasa tujuh hari pada bulan Rajab, maka Allah tutupkan baginya tujuh buah pintu api Neraka, barangsiapa yang berpuasa delapan hari pada bulan Rajab, maka Allah membukakan baginya delapan buah pintu dari pintu-pintu Surga. Dan barangsiapa puasa nishfu (setengah bulan) Rajab, maka Allah akan menghisabnya dengan hisab yang mudah.”

Hadits diatas ini adalah hadits (مَوْضُوْعٌ)palsu yang tidak boleh jadi sandaran beramal.

3. Tapi juga jika ada yang mengharamkan mutlaq melaksanakan shaum sunah dibulan Rajab. menurut hemat Ajengan Aef Cimahi (Saefudin Abdul Fattah) itu tidak tepat karena sah-sah saja seorang yang rajin shaum. Dengan niat untuk memuliakan bulan Rajab dengan memperbanyak shaum karena hadits shohihnya ada(bisa lihat hadits poin pertama).

Kesimpulan Ustadz Ajengan Aef Cimahi (Saefudin Abdul Fattah):

  1. Boleh memperbanyak shaum sunah dibulan Rajab.
  2. Tidak boleh hanya mengkhususkan shaum dihari-hari tertentu dibulan Rajab dengan dasar hadits-hadits palsu
  3. Tidak boleh mengharamkan atau membid’ahkan memperbanyak shaum dibulan rajab.

Wallahu a’lam bishowaab

Semoga bermanfaat. Aamiin

Ajengan Aef Cimahi (Saefudin Abdul Fattah) (Narasumber fikih kontemporer di radio MQ FM dan MQTV, Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Ihsan Cimahi & Banjaran)

 

Sumber :

 

 

Read previous post:
Sejarah dan Filosofi Kue Keranjang Pada Perayaan Imlek

Close