Mutasi Corona Delmicron Menurut Ahli Virus. Mia mengatakan jika virus menginfeksi seseorang biasanya salah satu mutasi yang dominan lah yang akan menginfeksi, bukan kombinasi dari dua varian.

Ahli Mikrobiologi sekaligus Staf Pengajar Biologi, Universitas Padjadjaran, Mia Miranti menjelaskan kabar soal fenomena mutasi baru, yang disebut penggabungan varian Delta dan Omicron (Delmicron). Menurutnya, pembuktian bahwa ada varian virus SarS-CoV-2 baru sebenarnya harus dilihat berdasarkan genom sekuens dari virusnya.

Baca Yuk :

Mutasi Corona Delmicron Menurut Ahli Virus

Ia menjelaskan jika varian gabungan dari Delta dan Omicron diberi nama Delmicron hanya karena gejala penyakitnya mirip, bukan berarti virusnya mengalami mutasi.

Hal tersebut dijelaskan Mia, lantaran sifat virus menggunakan objek sebagai tempat multiplikasi virus. Sehingga tidak mungkin satu objek melakukan multiplikasi untuk dua virus yang berbeda.

Lebih lanjut Mia menampik jika varian Delmicron menjadi salah satu faktor adanya lonjakan kasus Covid-19. Menurutnya, meningkatnya kasus harian disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, misalnya ada individu yang membawa virus dari luar seperti contohnya kasus delta dari India ke Indonesia.

Kedua, terdapat mutasi virus di sebuah wilayah, seperti contohnya mutasi Omicron atau B.1.1.529 dari Afrika Selatan. Ketiga, vaksin dianggap sebagai pelindung, padahal menjadi pencegah agar yang tertular tidak mengalami penyakit lebih parah.

Kemudian Mia menjelaskan hal yang ditakutkan dari mutasi virus. Menurutnya, kemampuan dari virus lebih cepat berikatan dengan reseptor ACE2, dapat menghindari antibodi manusia seperti yang terjadi pada varian Delta dan Omicron.

Ahli Temukan ‘Delmicron’, Gabungan Delta dan Omicron?

Istilah ‘Delmicron’ mulai mencuat ke publik. Tidak sedikit laporan yang mengklaim bahwa Delmicron adalah kombinasi dari varian Delta dan Omicron dari virus corona baru.

Namun rupanya hal tersebut keliru. Delmicron merupakan fenomena melonjaknya kasus infeksi akibat varian Delta dan Omicron, dan istilah ini bukan merupakan varian baru dari virus corona.

Istilah Delmicron pertama kali diutarakan oleh Dr Shashank Joshi, seorang anggota gugus tugas Covid-19 di Maharashtra, India dalam debat News18.

“Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron, di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus,” katanya, sebagaimana dikutip dari Business Today India.

Dr Joshi dilaporkan menyinggung situasi di mana varian Delta dan Omicron bersamaan menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di wilayah tertentu. Sehingga istilah Delmicron mengacu pada situasi, bukan varian virus corona baru.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga tidak sembarangan memberi nama varian virus. WHO biasanya memberi nama varian virus corona dengan huruf Yunani dalam urutan abjad.

Misalnya, jika ada varian baru virus corona, itu akan diberi nama sesuai alfabet yang mengikuti ‘Omicron’, yaitu, pi, rho, sigma dan lainnya. Nama-nama ini diputuskan setelah pertimbangan luas dan tinjauan sistem penamaan potensial.

Setelahnya, WHO memberikan label untuk varian ini, seperti Variants of Interest (VoI) dan Variants of Concern (VoC). Sementara WHO memberikan nama dan label, mereka juga menyimpan nama ilmiah seperti varian Omicron yang secara ilmiah disebut B.1.1.529.

Mutasi Corona Delmicron Menurut Ahli Virus

Hingga kini, badan kesehatan global seperti WHO dan Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) belum mengomentari istilah Delmicron. Bahkan gugus tugas Covid-19 nasional India dan Dewan Penelitian Medis India (ICMR) juga belum buka suara soal istilah baru ini.

cnnindonesia.com, cnbcindonesia.com

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , ,

Streaming Now