Dluz.club Portal Fashion Beauty Parenting Wisata

Mengenal Sindrom Tourette, Sebuah Kelainan Saraf Dengan Pergerakan atau Vokalisasi berulang, Ada berbagai kelainan atau gangguan saraf yang bisa terjadi pada bayi baru lahir, salah satunya sindrom Tourette.

Gejala tics ini biasanya memburuk dalam kondisi stres atau menyenangkan. Gejala akan membaik ketika pengidapnya tenang atau fokus pada suatu aktivitas. Gejala ini bisa membaik atau sebaliknya menjadi kronis saat dewasa.

Baca Yuk :

Melansir The Conversation, ini adalah kondisi umum, sekitar satu dari 100 anak mengidapnya. Meski demikian, masih ada stigma terkait sindrom ini. Tidak heran apabila pengidapnya menyembunyikan tic mereka di depan banyak orang.

Penyanyi kenamaan Amerika Serikat, Billie Eilish, buka suara tentang sindrom Tourette yang ia idap sejak kecil. Ia sering kali telihat tiba-tiba menggerakkan mata ke samping dan menaikkan salah satu alis matanya beberapa kali.

Tourette syndrome adalah kelainan bawaan sejak bayi baru lahir yang menyerang sistem saraf. Sindrom Tourette ditandai dengan anak yang tidak bisa mengendalikan gerak-gerik tubuh dan ucapan yang terlontar dari mulutnya (tics).

Mengenal Sindrom Tourette, Sebuah Kelainan Saraf Dengan Pergerakan atau Vokalisasi berulang

Tik umumnya dapat timbul di antara usia 2 hingga 15 tahun, dengan usia rata-rata sekitar 6 tahun. Laki-laki memiliki kemungkinan tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan perempuan mengalami sindrom Tourette.

Pengertian Sindrom Tourette

Sindrom Tourette (TS) adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan involunter dan berulang-ulang, stereotipikal, dan vokalisasi yang disebut dengan tics.

Sebagian besar individu dengan sindrom Tourette tidak membutuhkan penanganan khusus, bila gejala yang timbul tidak terlalu mengganggu. Tik bisa saja berkurang dan dapat dikendalikan lebih baik setelah usia remaja.

Penyebab dan Faktor Risiko Sindrom Tourette

Penyebab pasti TS belum diketahui, tetapi dugaan kuat mengarah pada kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Diduga pula ketidakseimbangan neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin berperan dalam terjadinya TS.

Hal ini sulit untuk dikendalikan penderitanya. Misalnya, seseorang dapat mengedipkan matanya berulang kali, mengangkat bahunya terus-menerus, serta mengeluarkan suara yang tidak lazim atau kata-kata yang tidak beraturan.

Penyebab sindrom Tourette belum dapat diketahui secara pasti. Namun, kondisi yang kompleks ini diduga terjadi akibat kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan. Gangguan pada zat kimia di otak yang mengantarkan impuls saraf, termasuk dopamin dan serotonin, juga diduga turut berperan.

Faktor risiko terjadinya sindrom Tourette meliputi beberapa hal berikut:

  • Riwayat keluarga.
    Memiliki riwayat anggota keluarga yang mengalami sindrom Tourette atau gangguan tik lainnya dapat meningkatkan risiko terjadinya sindrom Tourette.
  • Jenis kelamin.
    Laki-laki memiliki kemungkinan tiga hingga empat kali lebih banyak dibandingkan perempuan mengalami sindrom Tourette.

Gejala Sindrom Tourette

Tik, yang merupakan gerakan atau suara yang tiba-tiba, singkat, dan dapat timbul kapan saja, adalah tanda khas dari sindrom Tourette. Tik dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang berat dapat memengaruhi komunikasi, fungsi sehari-hari, serta kualitas hidup secara signifikan.

Tik dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Tik sederhana.
    Tik yang tiba-tiba, singkat, dan repetitif hanya melibatkan jumlah kelompok otot yang terbatas. Contoh tik sederhana adalah mata berkedip, gerakan hidung, batuk, dan suara seperti menggonggong dari tenggorokan.
  • Tik kompleks.
    Merupakan pola gerakan yang khas dan terkoordinasi dan melibatkan berbagai kelompok otot. Contoh tik kompleks adalah melangkah dengan pola tertentu, mengulangi gerakan bahu diangkat terus-menerus, mengulang-ulang kata atau frase yang disebut oleh diri sendiri atau orang lain terus-menerus, dan kadang-kadang mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar didengar.
  • Tik juga dapat melibatkan gerakan (tik motorik) atau suara (tik vokal).
    Tik motorik umumnya timbul terlebih dahulu, sebelum tik vokal. Namun, spektrum dari tik yang dialami oleh individu dengan sindrom Tourette sangat bervariasi.

Cara merawat pasien sindrom tourette di rumah

Pasien dengan sindrom tourette membutuhkan dukungan dari keluarga, teman, petugas kesehatan, dan bahkan support group.engan kondisi tersebut, diharapkan staf pendidik dapat mengerti kondisi anak Anda dan dapat memberikan pelatihan atau kelas tambahan dengan jumlah murid yang lebih sedikit.

Karena penyebab sindrom Tourette belum diketahui secara pasti, tidak ada cara yang terbukti dapat mencegah kondisi ini sepenuhnya.

(klikdokter.com, halodoc.com, hellosehat.com, suara.com)

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , , , , ,

Streaming Now