Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Mengenal Cyberchondria, Kecemasan akibat Googling Informasi Medis di Internet, internet adalah jaringan luas yang menghubungkan komputer di seluruh dunia. Namun demikian,  juga mendatangkan sebuah gejala yang dinamakan cyberchondria atau yang lebih dikenal dengan compuchondria.

Cyberchondria merupakan gejala di mana seseorang terlalu memikirkan kondisi kesehatan mereka dan mencoba mendiagnosisnya sendiri dengan bantuan informasi yang tersedia di internet daripada mengunjungi ahli kesehatan.

Baca Yuk :

Mengenal Cyberchondria, Kecemasan akibat Googling Informasi Medis di Internet

Ketika seseorang mendiagnosa diri sendiri hanya dengan bantuan internet, kondisi ini disebut dengan cyberchond.

Cyberchondria merupakan kondisi yang terjadi ketika seseorang berpikiran berlebihan terhadap kondisi kesehatan mereka, sehingga mereka mencoba mencari gejalanya suatu penyakit lewat internet dan mendiagnosisnya sendiri.

Cyberchondria sendiri merupakan gabungan kata dari cyber dan chondria. Pengidap kondisi ini akan merasa gelisah, bahkan depresi ketika mereka membaca di internet tentang gejala suatu penyakit yang tengah mereka alami.

Sebuah studi baru menunjukkan, bagaimana orang menjadi “cyberchondria.” Itu berasal dari kata “hypochondria,” yang dikenal sebagai kecemasan kesehatan atau kekhawatiran obsesif tentang kesehatan meskipun hanya memiliki gejala kecil, demikian menurut peneliti Jill Newby, associate professor di University of New South Wales, dan Eoin McElroy, dosen psikologi di University of Leicester di Inggris.

Cyberchondria terjadi ketika seseorang memeroleh terlalu banyak informasi dari pencarian web tentang suatu kondisi, yang memicu kecemasan dan kepanikan.

Ketika kamu mencari tentang kondisi kecil yang kamu alami, seperti sering sakit kepala dan Google kemudian menampilkan cerita-cerita menakutkan yang membuat kamu berpikir bahwa kamu sakit parah.

“Algoritma pencarian web sangat misterius. Tetapi hasil pencarian teratas belum tentu merupakan penjelasan yang paling mungkin untuk gejalamu,” kata Newby dan McElroy dalam sebuah artikel yang diposting di The Conversation.

“Hasil pencarian teratas sering kali hanya sebuah click bait – di mana mereka menampilkan kisah yang jarang, tetapi menarik dan mengerikan tentang penyakit tersebut (bukan hal-hal yang membosankan).”

Para peneliti mengatakan, kecemasan kesehatan dapat menyebabkan kontak yang tidak perlu dengan layanan kesehatan dan secara negatif memengaruhi fungsi seseorang sehari-hari.

“Temuan ini menunjukkan, jika kamu merasa cemas tentang kesehatan, kamu dapat menggunakan strategi praktis kami untuk mengurangi pencarian kecemasan tentang kegelisahan dan pencarian online berlebihan tentang kesehatan,” tambah Newby dan McElroy.

Tim mencatat, bahwa mereka belum menentukan bagaimana terapi online secara langsung membantu mengurangi cyberchondria.

Gejala Cyberchondria

Dikutip dari halodoc.com, Cyberchondria bisa dicontohkan dengan ibu yang baru melahirkan, kemudian putra atau putrinya memiliki gejala suatu penyakit. Ibu kemudian mencari di internet tentang penyakit yang tengah dialami si buah hati dan mendiagnosisnya sendiri tanpa bantuan ahli.

Selain kecanduan internet untuk mendeteksi sejumlah penyakit, cyberchondria akan ditandai dengan:

  • Mereka akan merasa memiliki berbagai penyakit berbahaya, bahkan dapat mengancam nyawa mereka. Padahal, gejala yang dirasakan merupakan gejala ringan.
  • Mereka akan semakin merasa cemas dan takut terhadap kondisinya setelah membaca literatur dari internet tentang penyakit yang mereka khawatirkan. Padahal, seharusnya mereka berusaha untuk menenangkan diri dengan menemui para ahli.
  • Mereka sebenarnya tengah berada dalam kondisi kesehatan yang stabil. Namun, karena pikirannya sendiri, mereka membesar-besarkan suatu gejala yang tampak.
  • Ketika melakukan “self diagnose” hanya dengan membaca literatur di internet, semua orang akan salah mengartikan penyakit yang tengah mereka alami. Padahal, rata-rata semua penyakit akan muncul dengan gejala awal yang hampir sama. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah menemui dokter di rumah sakit terdekat untuk mendeteksi dengan tepat perihal penyakit yang sedang kamu alami.

Sebuah studi pada 2016 mencoba mencari beberapa hal yang bisa menandakan cyberchondria. Berikut di antaranya:

  • Menghabiskan setidaknya 1-3 jam untuk meneliti gejala di internet
  • Proses pencarian informasi membuat Anda merasa tertekan dan cemas
  • Kebutuhan untuk mencari informasi terasa kompulsif dan sulit ditolak
  • Takut atau merasa mengidap beberapa penyakit
  • Merasa perlu memeriksakan diri ke dokter
  • Tak percaya pada jawaban yang diberikan dokter

Namun, sulit bagi seseorang untuk mengenali cyberchondria dalam dirinya sendiri. Pasalnya, kecemasan bekerja dengan memengaruhi pola pikir Anda. Orang lain seperti teman dan anggota keluarga lebih mungkin untuk mendeteksi cyberchondria

Seperti gangguan kecemasan lainnya, cyberchondria bisa berdampak pada kualitas hidup seseorang. Rasa cemas yang muncul akan membuat seseorang kesulitan melakukan aktivitas harian.

Kecemasan juga dapat meningkatkan stres, yang pada akhirnya berujung ke timbulnya gejala fisik, termasuk di antaranya tekanan darah tinggi dan sakit kepala.

Penyebab Cyberchondria

Hingga saat ini, para peneliti belum mengetahui pasti penyebab cyberchondria. Namun, seperti bentuk gangguan kecemasan lainnya, ada beberapa faktor risiko yang melatarbelakangi.

Orang dengan gangguan depresi dan kecemasan lebih rentan terhadap cyberchondria. Karena, kondisi mental tersebut umumnya akan menimbulkan rasa khawatir berlebih.

Seseorang juga mungkin mengalami cyberchondria jika memiliki pengalaman buruk terkait penyakit. Misalnya, saat seseorang berhadapan dengan kematian anggota keluarga secara tiba-tiba. Hal tersebut bisa meningkatkan risiko cyberchondria.

Apa yang harus dilakukan?

Ketika sesuatu terjadi dan Anda merasakan gejala suatu penyakit yang pertama Anda lakukan adalah tidak panik. Anda boleh mencari informasi di Internet namun perlu diperhatikan sumber informasi yang Anda baca adalah sumber terpercaya.

Batasi waktu mengakses internet. Saat gejala muncul yakinkan diri untuk membatasi diri mencari informasi di Internet karena pengidap Cyberchondria akan memiliki hasrat yang kuat untuk terus menyelam di dunia maya.

Untuk menghindari cyberchondria, Anda disarankan untuk membatasi kebiasaan mencari informasi kesehatan di internet.

Mengenal Cyberchondria, Kecemasan akibat Googling Informasi Medis di Internet

Referensi:

  • Sering Mencari Gejala Penyakit di Internet? Bisa Jadi Tanda Cyberchondria,kompas.com
  • Keseringan Googling Penyakit, Awas Kena Cyberchondria, halodoc.com
  • Cyberchondria, Rasa Cemas Akibat Googling Soal Penyakit,hellosehat.com
  • Cyberchondria, Ketika Rasa Cemas Berlebihan Muncul Usai Mencari Penyakit di Internet,liputan6.com
  • Recent Insights Into Cyberchondria,ncbi.nlm.nih.gov
  • Cyberchondria: Overlap with health anxiety and unique relations with impairment, quality of life, and service utilization ,ncbi.nlm.nih.gov
  • Cyberchondria—You can catch it on the internet, encompasshealth.com
Baca Yuk :

Artikel Pilihan :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , ,