Mengenal Apa itu Insecure Dan Cara Mengatasi Pada Remaja, Perasaan insecure muncul saat merasa bersalah, kekurangan atau bahkan tidak mampu. Insecure adalah hal yang normal terjadi. Tetapi merasa insecure terhadap diri sendiri secara berlarut-larut dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan Anda. Mulai dari kesehatan fisik, emosional, hingga pekerjaan Anda.

Mengenal Apa itu Insecure Dan Cara Mengatasi Pada Remaja

Baca Yuk :

Apakah kamu  pernah merasa pekerjaan Kamu  tidak maksimal? Merasa membosankan, merasa tidak berguna,atau  Suka membanding-bandingkan diri Kamu  dengan orang lain? Jika jawabannya iya, kemungkinan besar kamu   mengalami insecure.

Mengenal Apa itu Insecure

Insecure adalah istilah untuk menggambarkan perasaan tidak aman yang membuat seseorang merasa gelisah, takut, malu, hingga tidak percaya diri. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi insecure, mulai yang berasal dari luar atau dari dalam diri sendiri.

Merasa tidak aman atau insecure memang hal alami yang bisa dirasakan manusia. Namun, ketika rasa insecure itu muncul berlebihan dan dibiarkan begitu saja, maka dapat menghambat pengembangan diri kamu   sendiri.

Melansir dari Psych Central, psikoanalis Jerman bernama Erich Fromm mengungkapkan, manusia harus mampu menoleransi rasa tidak aman tersebut. Nah, berikut ini hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan kepercayaan diri dan menoleransi rasa insecure yang dimiliki.

Faktor Penyebab Insecure Pada Remaja

Insecurity bisa saja muncul karena beberapa sebab. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Faktor eksternal

Munculnya insecure bisa dipicu oleh orang lain serta lingkungan Anda. Beberapa contoh faktor eksternal yang memainkan peran pada timbulnya perasaan tidak aman tersebut adalah:

  • Pengalaman buruk atau Trauma
    Pengalaman buruk atau trauma melahirkan rasa tidak bahagia. Dalam bukunya yang berjudul The 3 Most Common Causes of Insecurity and How to Beat Them, Melanie Greenberg, Ph.D menyebutkan bahwa perasaan ini berpengaruh besar terhadap self-esteem (harga diri). Penolakan dan kegagalan bisa memiliki pengaruh dua kali lipat terhadap rasa tidak percaya diri.
    Pengalaman seseorang di masa lalu yang negatif seperti penolakan, pengacuhan, gagal dalam mencapai apa yang diharapkan, dan dikhianati, dapat menyebabkan seseorang melihat dirinya sendiri dan orang lain secara negatif. Ia merasakan ketidakamanan dari banyak sisi, bahkan dari dirinya sendiri.
    Contoh trauma yang bisa menyebabkan seseorang mengalami insecure adalah dipecat dari tempat kerja, pola asuh orang tua yang kurang tepat, gagal membina hubungan, orang yang disayangi meninggal, terkena penyakit atau korban bullying.
  • Perlakuan overprotective dari orang tua
  • Perlakuan dibanding-bandingkan dengan orang lain.
  • Penolakan dari orang lain: lamaran pekerjaan tidak diterima atau pernyataan cinta ditolak.
  • Kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan: nilai jelek atau batal dipromosikan.
  • Tekanan dari orang tua: dibentak ketika melakukan kesalahan. Cara mendidik anak yang terlalu keras tersebut bisa berdampak pada perkembangannya. Anak cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri dan merasa tidak berharga.

Faktor internal

Selain faktor dari luar, insecure pun bisa dipengaruhi oleh hal-hal dari dalam diri seseorang, termasuk:

  • Mengharapkan Segala Sesuatu Berjalan Sempurna (Perfeksionis)
    Saat seorang perfeksionis mendapati ada rencana yang tidak tercapai, mereka akan merasa bersalah dan merasa gagal. Meskipun kesalahan tersebut hanya sedikit saja. Padahal bagi orang lain ketidaksempurnaan tersebut adalah hal wajar. Namun tidak bagi orang perfeksionis. Akibatnya, mereka akan menyalahkan diri terus-menerus.
  • Menerima vonis tidak baik dari orang lain.
    Orang yang mengalami insecure cenderung susah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini bisa jadi karena mereka sering mendapatkan vonis atau penilaian yang buruk dari orang lain. Vonis tersebut membuat mereka merasa tidak aman saat bersosialisasi dengan orang lain. Akhirnya mereka cenderung bersahabat dengan sunyi.
  • Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
    Ekspektasi yang terlalu tinggi dapat menyebabkan seseorang berharap terlalu tinggi. Bahkan, setelah berharap, dia mulai berangan-angan. Yang ada di dalam bayangannya hanyalah kebahagiaan.
  • Terlalu fokus terhadap kekurangan diri
    Setiap orang memiliki kekurangan serta kelebihan, dan tidak ada yang terlahir sempurna di dunia. Sayangnya, tidak semua orang dapat berpikir demikian, bahkan Kamu  mungkin salah satu orang yang tidak bisa menerima fakta tersebut.
  • Kebutuhan atas pujian dari orang lain
    Sebenarnya, tidak ada masalah dengan pujian yang diberikan oleh orang lain, Namun, jika baru merasa percaya diri setelah dipuji, hal ini bisa menimbulkan perasaan insecure. Pasalnya, Kamu  baru percaya atas kelebihan yang dimiliki, yakin terhadap diri sendiri, setelah orang lain memberikan validasi atau mengakuinya.
    Sementara itu, jika orang lain tidak menyatakan pujian seperti yang diharapkan, Kamu  akan merasa insecure dan ragu terhadap kelebihan yang ada pada diri sendiri. Padahal, untuk percaya dan yakin terhadap kelebihan yang dimiliki, Kamu  tidak harus mendapatkan konfirmasi dari orang lain terlebih dahulu.

Gejala Insecure

Ada beberapa gejala yang bisa menandakan seseorang memiliki perasaan insecure, yaitu:

  • Mencoba membuat orang lain merasa insecure
    Orang yang memiliki perasaan insecure umumnya selalu berusaha membuat lawan bicara atau orang lain merasa insecure. Biasanya, hal itu dilakukan penderita dengan selalu menunjukkan kelebihannya agar tampak hebat di hadapan orang lain.
  • Memamerkan diri secara terselubung
    Seseorang yang insecure sering pamer atau menyombongkan diri, tetapi dengan cara merendahkan diri atau mengeluh (humblebrag). Misalnya, mereka mengeluh lelah setelah melakukan perjalanan ke berbagai tempat atau negara karena pekerjaannya.
  • Menceritakan pencapaian mereka setiap saat
    Seseorang yang insecure memiliki perasaan inferior atau rendah diri terhadap orang lain. Perasaan rendah diri ini mendorong mereka untuk selalu menceritakan hal-hal yang telah mereka capai.
    Contohnya mereka bisa bercerita tentang gaya hidupnya yang mewah atau tingkat pendidikannya yang tinggi. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan orang lain bahwa hidup mereka sempurna.
  • Menyalahkan diri sendiri bila suatu hal tidak berjalan sempurna.
    Seseorang yang insecure menginginkan pendidikan yang tinggi, pekerjaan yang terbaik, dan segala sesuatunya sempurna. Ketika mereka tidak memperoleh apa yang diinginkan, mereka akan kecewa dan cenderung menyalahkan diri sendiri.
  • Memiliki kepercayaan yang tipis terhadap orang lain
    Seseorang yang insecure cenderung lebih cemburu karena memiliki kepercayaan yang tipis terhadap orang lain, mereka sering kali akan memastikan kebenaran informasi yang didapat dan mudah curiga. Hal ini membuat mereka sulit memiliki hubungan yang baik dengan orang lain.
  • Overthinking
    Orang terkadang diliputi prasangka. Mereka cenderung terlalu banyak berpikir hingga menenggelamkan diri dalam bayang-bayang yang diciptakan sendiri. Masalahnya, bayangan yang tercipta sering kali mendekatkan pada pikiran-pikiran negatif. Inilah yang menjadi penyebab munculnya insecurity. Sebenarnya tidak masalah jika kamu tergolong sebagai orang yang sensitif. Tapi kamu juga harus bisa mengendalikan pikiran yang kamu miliki. Pikiran itu terkadang bisa sangat liar. Daripada overthinking dan melahirkan pikiran-pikiran yang tidak dapat divalidasi, lebih baik bangun pikiran-pikiran yang positif.

Cara mengatasi insecure Pada Remaja

Apabila Kamu  telah memahami bahwa diri Kamu  memiliki perasaan insecure, maka mulai sekarang cobalah untuk menghadapi kondisi tersebut. Beberapa cara untuk mengatasi insecure adalah sebagai berikut:

  • Menulis Kata-kata Positif di Tempat yang Sering Kamu Lihat
  • Kelilingi Dirimu dengan Orang-orang yang Positif
  • Kurangi Akses ke Media Sosial
  • Dengarkan Lagu-lagu yang Positif
  • Manjakan tubuh Kamu dengan relaksasi, seperti melakukan pijat atau perawatan wajah.
  • Lakukan kegiatan favorit Kamu  setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Matikan sejenak ponsel Kamu  atau lakukan detoks media sosial.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.
  • Berlatih self-compassion dengan cara berbicara yang baik kepada diri sendiri.
  • Pastikan kalau Kamu makan secara teratur dan memiliki waktu tidur yang cukup.
  • Habiskan waktu dengan orang-orang terdekat atau tersayang, seperti orangtua atau sahabat karena membantu Kamu menghargai kualitas dan perspektif unik diri Kamu
  • Konsultasi dengan Ahlinya

Perasaan tidak aman sebetulnya wajar saja Anda alami. Tetapi, insecure yang berlebihan dan berkepanjangan bisa membuat Anda tidak berkembang. Hal ini tentu akan menghambat aktivitas, bahkan mungkin karir Anda di masa depan.

Jika ternyata rasa insecure yang Anda miliki tak kunjung menghilang, cobalah untuk menjalani terapi yang mungkin dapat memberikan dampak positif terhadap diri. Terapi ini tidak selalu bersama dengan para ahli, melainkan Anda juga bisa melakukannya sendiri di rumah.

Salah satu contohnya, menuliskan perasaan insecure yang Anda alami setiap hari. Tumpahkan perasaan tersebut ke dalam tulisan. Biasanya, menulis dapat membantu Anda “melepaskan” perasaan-perasaan negatif yang mungkin selama ini menumpuk, termasuk perasaan yang tak nyaman ini.

Itulah informasi tentang Insecure pada remaja, Tidak cuma itu, perasaan tersebut pun ternyata dapat mengganggu kesehatan mental dan memicu bad mood, hipertensi, malu dan kecemasan sosial berat, depresi, demensia, self-esteem rendah, gangguan makan, sampai kelelahan kronis. Insecure memang tidak bisa dihilangkan dan masih akan datang sewaktu-waktu.

Referensi: halodoc.com, hellosehat.com, alodokter.com, gramedia.com

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , ,

Streaming Now