Mahasiswi Inspiratif, Maimunah Safitri Berhasil Masuk UGM Tanpa Tes. Kisah inspiratif kali ini datang dari Maimunah Safitri. Wanita yang akrab disapa Mai ini berhasil masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) tanpa tes atau melalui jalur SNMPTN. Mai merupakan siswa SMK dan menjadi siswa pertama yang lolos SNMPTN di daerahnya, yakni Desa Banyumas, Kecamatan Langkat, Sumatera Utara. Ia merupakan anak sulung dari dua bersaudara pasangan Sawal dan Ponisih.



Sehari-hari, ayahnya bekerja sebagai buruh tani di sawah milik orang lain. Sebelumnya, ia sempat bekerja di kebun sawit namun ia terpaksa berhenti karena usia yang tak lagi muda.

“Bapak dulu sempat kerja di kebun sawit, tapi lama-lama berat kan fisik juga semakin menua. Akhirnya memilih jadi buruh tani, garap kebun milik tetangga kalau ada yang nyuruh. Alhamdulillah selalu saja ada yang dikerjakan oleh bapak,” jelas Mai dikutip dari laman UGM.

Setiap Minggu, bapak Mai biasa membawa uang sekitar Rp 300.000. Mai mengaku uang itu tak banyak tetapi bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Mai sendiri berhasil diterima di Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil Sekolah Vokasi. Selain itu, Mai juga merupakan penerima program KIP-Kuliah yang membebaskan dirinya dari biaya kuliah hingga 8 semester.

Awalnya Mai sempat tidak yakin untuk mendaftar ke UGM, namun berkat prestasinya dan kerja kerasnya ia berhasil lolos. Sejak bersekolah di SMKN 1 Stabat, Mai sudah menjadi juara kelas, ia juga kerap memenangkan kompetisi, seperti yaitu medali perak Olimpiade Numeradi dan Literasi Indonesia (ONLI) POSI 2021, medali perak Kompetisi Sains Indonesia (KSI) POSI 2021, medali perak Olimpiade Biologi Nasional 2021.

“Saat daftar SNMPTN Undangan sama guru BK sempat disarankan untuk tidak pilih UGM. Katanya berat kalau dari SMK, sayang nilai sudah bagus kalau tidak lulus kan sedih,” ujar Mai.

Mahasiswi Inspiratif, Maimunah Safitri Berhasil Masuk UGM Tanpa Tes

Tidak hanya rajin bersekolah, Mai juga harus membagi waktunya dengan bekerja. Mai sudah bekerja selama satu tahun selama pandemi sembari sekolah daring. Menurut Mai bekerja sambil bersekolah merupakan hal yang sulit. “Sampai sekarang masih kerja di Binjai, dari Senin sampai Sabtu jadi drafter di workshop/perusahaan alat-alat listrik,” jelas Mai.




Mengetahui anaknya diterima di UGM tentu menggembirakan hati kedua orang tuanya. Mereka sangat senang karena Mai dapat berkuliah. Meskipun begitu, orang tua Mai tetap ragu karena keterbatasan biaya. “Anak memang sejak SMP ingin bisa kuliah. Lalu, saya bilang jangan jauh-jauh Mamak gak ada duit, tapi Mai bilang bisa nanti ada beasiswa,” cerita Ponisih.

“Bapak mamak senang sekali tau Mai diterima di UGM. Bahkan, mamak sudah mencicil belikan barang-barang seperti koper untuk persiapan kuliah di Jogja jauh-jauh hari sebelum pengumuman. Saya sempat nggak enak, gimana kalau besok tidak diterima,” lanjut Mai. Ponisih berharap agar Mai dapat menamatkan studinya di UGM dan lulus tepat waktu. Ia juga mendoakan agar Mai bisa meraih apa yang menjadi cita-citanya.

Semoga dari kisah Mai di atas, kita dapat memetik hikmahnya, bahwa kesuksesan harus dibarengi dengan ketekunan dan kerja keras. Bagi Sobat Phi yang masih berjuang menggapai cita-cita, semangat ya!

Mahasiswi Inspiratif, Maimunah Safitri Berhasil Masuk UGM Tanpa Tes

//sumber: https://www.detik.com/edu/edutainment/d-5624504/kisah-maimunah-anak-buruh-tani-yang-berhasil-masuk-ugm-tanpa-tes


Read previous post:
Ingin Kuliah Dapat Beasiswa, Cek Dulu 5 Lembaga Penyedia Beasiswa Berikut Ini!
Inilah 5 Keuntungan Jadi Mahasiswa Aktif Saat Kuliah

Close