Greeone

Kuliah Sambil Kerja Kenapa Tidak? Berburu Beasiswa hingga ke Amerika. Bagi sebagian orang tertari untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat (AS) merupakan sebuah impian.

Salah satu cara yang umum dilakukan adalah dengan mencari beasiswa dari Fulbright atau LPDP untuk studi di sana.

Baca Yuk :

Kuliah Sambil Kerja Kenapa Tidak? Berburu Beasiswa hingga ke Amerika

Namun, ada satu cara lainnya yaitu dengan melamar langsung beasiswa dari universitas di Amerika Serikat.

detikers bisa melamar langsung untuk mendapatkan “beasiswa” dari universitas yang ada di AS. Saya memberikan tanda kutip pada kata beasiswa karena ini bukan pure beasiswa, di mana detikers tinggal belajar tanpa harus khawatir soal biaya kuliah dan biaya hidup.

Tapi beasiswa di sini berupa potongan biaya kuliah (tuition waiver). Nah, sisa biaya kuliahnya bisa kita lunasi dengan bekerja di lingkungan kampus. Lalu pekerjaannya apa? Bisa macam-macam dan sangat tergantung dari ketersediaan pekerjaan dan juga pendanaan dari universitas tersebut.

Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya yang mendapatkan beasiswa dari Ohio University pada 2018 hingga 2020 lalu. Pada tahun itu di Ohio University paling tidak ada tiga jenis beasiswa yang ditawarkan, yaitu: teaching assistance (TA), kedua adalah General Assistance (GA) dan ketiga adalah Graduate Recruitment Scholarship (GRS).

Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa TA biasanya mempunyai kewajiban untuk mengajar. Mengajar di sini dalam artian memegang kelas, berarti mahasiswa ini harus mempersiapkan bahan kuliah, memberikan ujian dan melakukan penilaian.

Mahasiswa yang mendapatkan Beasiswa TA ini kebanyakan adalah mahasiswa program doktoral (S3), mereka mendapatkan tanggung jawab untuk mengajar, baik sendiri maupun dengan tim pengajar lainnya. Tentunya mengajar bukan pekerjaan ringan, setiap akhir semester biasanya mahasiswa diberi isian untuk menilai performance dosen yang bersangkutan.

Hasil isian ini tentunya akan menjadi salah satu faktor penilaian mahasiswa yang menerima beasiswa TA. Dan isian ini sangat diperhatikan sebagai masukan untuk dosen.

Kemudian, beasiswa jenis kedua adalah General Assistantship (GA). Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini harus bekerja maksimal 20 jam per minggu di kampus.

Fungsi kerjanya bisa macam-macam, ada yang menjadi asisten dosen, bekerja di sekretariat jurusan, pusat studi, student center, ataupun laboratorium di kampus. Saya pernah bekerja di Social Media Analytics Research Team Lab/SMARTLab karena mendapatkan beasiswa GA. SMART Lab merupakan lembaga yang banyak melakukan penelitian di bidang social media analytics, termasuk misalnya menganalisis jaringan percakapan di media sosial.

Lembaga ini juga hampir setiap minggu menggelar diskusi terkait berbagai penelitian di bidang sosial media yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu, seperti kedokteran, psikologi, ekonomi, ataupun pendidikan.

Untuk mahasiswa GA yang menjadi asisten dosen biasanya mendapat tugas untuk membantu dosen melakukan penelitian, namun bisa juga membantu ketika dosen itu menyiapkan diskusi di lingkungan kampus dan tugas-tugas lainnya. Biasanya dosen banyak memiliki riset sehingga mahasiswa GA bisa membantu penelitian tersebut.

Tipe terakhir adalah apa yang disebut dengan beasiswa GRS. Untuk mahasiswa yang mendapatkan GRS hanya mendapatkan jam kerja 5 jam per minggu bekerja di kampus.

Jumlah ini sangat minim sehingga akan kurang untuk biaya hidup apalagi untuk membayar sisa bayaran kuliah dan asuransi. Lalu cara mengatasinya bagaimana? Cara yang paling umum adalah dengan bekerja di cafetaria, food facility, asrama, ataupun perpustakaan yang ada di kampus. Para mahasiswa bisa bekerja 15 jam per minggu untuk bekerja di lokasi ini.

Pekerjaan di cafetaria ini bisa macam-macam seperti melayani pembeli, menjadi kasir, membersihkan lokasi kantin atau bahkan mencuci piring. Sehingga melihat mahasiswa menjadi pelayan, menyapu lantai, mencuci piring atau menjadi kasir adalah hal yang biasa di lingkungan kampus di AS.

Salah satu yang paling berat bagi mahasiswa yang mendapat beasiswa GA adalah mengatur waktu. Karena mereka harus menyesuaikan waktu kerja mereka dengan jam kuliah yang mereka miliki.

Selain itu, mahasiswa yang ingin bekerja di cafetaria, dining hall atau food facility juga banyak karena tidak hanya mahasiswa internasional yang ingin bekerja di sini, tapi mahasiswa dari AS juga banyak yang bekerja di lokasi ini.

Kemudian pekerjaan di lokasi ini sifatnya kerja fisik sehingga biasanya akan sangat melelahkan, apalagi kemudian harus mengikuti kuliah dan mengerjakan tugas.

Keputusan mengenai jenis beasiswa yang diterima akan sangat tergantung dari funding yang ada dari universitas tersebut. Selain itu, tentunya juga tergantung dari banyaknya pelamar dari suatu program studi.

Karena melamarnya langsung ke universitas, maka saingannya bisa siapa saja dari seluruh dunia. Keberadaan funding juga bisa membuat tipe beasiswa yang kita terima bisa berubah. Bisa saja seorang mahasiswa pada tahun awal mendapatkan GRS, namun kemudian pada tahun kedua berubah menjadi GA.

Semua akan sangat tergantung kebijakan dari masing-masing jurusan di universitas tersebut.

Dari bekerja inilah mahasiswa internasional bisa membayar uang kuliah dan sisanya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari di AS. Tentunya pihak kampus sudah memberikan potongan bayaran para mahasiswa yang mendapatkan tiga jenis beasiswa ini. A

pa masih ada sisanya? Ya kalau bisa berhemat ya tentu masih ada sisanya, jadi masih bisa digunakan untuk traveling atau keperluan lainnya.

Untuk mendapatkan beasiswa ini caranya tinggal langsung mendaftar ke universitas. Semuanya bisa dilakukan secara online. detikers tinggal mengisi application form dan memenuhi syarat-syarat yang diajukan.

Pada 2018 lalu saya diminta membuat essay apa interest yang ingin dipelajari, tiga surat rekomendasi dan tes TOEFL. Tapi ini bisa berbeda-beda tiap universitas dan juga jurusan. Untuk jenjang doktoral juga bisa berbeda persyaratannya. Jadi sangat tergantung program studi dan universitasnya.

Pendaftaran ini tidak gratis alias harus bayar sesuai dengan biaya pendaftaran mahasiswa baru. Tentunya biaya lain yang harus diperhitungkan juga ada misalnya biaya untuk tes TOEFL dan juga tes lainnya kalau memang disyaratkan universitas untuk mendaftar seperti tes GMAT atau GRE.

Kalau memang pelamar diterima sebagai mahasiswa, maka pihak universitas akan mengirimkan email dengan penjelasan mengenai tipe beasiswa mana yang kita terima beserta penjelasan soal keuangannya. Kalau kita setuju, maka akan dikirimkan lagi surat untuk pengurusan visa F1 (visa pelajar).

Lalu apa semuanya selesai? Tentu saja belum, karena untuk pergi ke AS diperlukan tiket pesawat yang harus kita beli sendiri. Kemudian paling tidak kita harus punya uang minimal untuk bertahan satu bulan di AS. Uang akan digunakan untuk membayar apartemen dan biaya hidup.

Kita butuh uang ini karena meski kita sudah mengantongi beasiswa, tidak serta merta begitu sampai di AS kita bisa langsung bekerja. Tentunya kita harus mengikuti orientasi mahasiswa terlebih dahulu, lalu mengurus administrasi kuliah seperti bertemu dosen dan membuat kartu mahasiswa dan pengecekan kesehatan.

Saat itu saya juga harus cek TBC di universitas, mungkin dengan adanya kasus covid akan ada pengecekan kesehatan lainnya. Semua ini membutuhkan waktu dan tidak bisa langsung serta merta bisa langsung jalan begitu kita sampai AS.

Perlu diketahui bahwa saat summer anda biasanya tidak mendapatkan gaji. Hal ini disebabkan summer adalah masa liburan panjang sehingga tidak ada kuliah dan cafetaria juga tutup karena memang mahasiswa semua libur. Apa ada pekerjaan saat summer di kampus ? mungkin ada tapi jumlahnya tidak banyak .

Beasiswa ini mungkin bukanlah hal yang ideal. detikers harus bekerja untuk bisa membayar kuliah dan bertahan hidup. Setiap akhir semester juga ada perasaan khawatir apakah funding di universitas masih ada. Karena setiap ada perubahan soal pendanaan akan sangat mempengaruhi hidup anda. Namun ada banyak orang dari berbagai negara sudah melaluinya dan bisa lulus dari universitas di AS.

Kuliah Sambil Kerja Kenapa Tidak? Berburu Beasiswa hingga ke Amerika

Sumber : https://www.detik.com/

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,

Streaming Now