Hari Waffle Sedunia, Tanggal 25 Maret diperingati sebagai Hari Waffle Internasional atau biasa disebut ‘Waffle Day’. Waffle dikenal karena rupanya yang khas. Kue ini biasanya dicetak bundar atau kotak dan mempunyai motif kotak-kotak di permukaannya.

Hari Waffle Sedunia

Waffle adalah kue yang sangat populer di negara Belgia dan Amerika, dengan bentuk yang unik seperti batang cokelat yang berlubang-lubang persegi, kue Waffle biasa dinikmati dengan topping strawberry, cokelat, madu, sirup maple, atau ice cream.



Tak hanya Belgian waffle jenis lain dari waffle juga ada yang bernama waffle Brussel yang berbentuk persegi. Waffle Brussel biasanya disajikan di banyak negara dengan barbagai macam topping manis sebagai sajian sarapan.

Dan ada juga waffle Liege, yaitu waffle dengan bentuk oval. Perbedaan dua waffle ini terlihat dari bentuknya, waffle brussels berbentuk persegi dengan lubang-lubang sempurna serta adonan yang mengembang. Sementara waffle Liege terlihat lebih tipis dengan adonannya dibuat dari adonan brioche dan ditambahkan potongan gula karamel, sehingga rasa waffle Liege lebih kaya dan lengket di bagian dalam.

Sejarah waffle

Sejarah waffle Brussels belum ada yang mengetahuinya tahun dan berapa ditemukan. Namun demikian, terdapat sebuah tulisan bahwa waffle Brussels pertama kali ada pada tahun 1847, meski bisa dibilang waffle Brussels bahkan sudah ada lebih lama dari itu.

Kata ‘waffle’ pertama kali muncul di literatur Brussels sejak tahun 1604 dan juga pada karikatur kemerdekaan Belgia tahun 1830. Selain itu, pada gambar yang menunjukkan Tahta Willem I, raja pertama Belanda dan Grand Duke of Luxembourg, juga terdapat gambar waffle di dalamnya. Industri waffle di Belgia hadir pada awal abad ke-19.




Banyak keluarga Brussels yang membuka toko waffle di rumahnya. Salah satu bakers (tukang roti) paling terkenal di Belgia juga menambahkan ragi ke dalam adonan waffle. Lambat laun, reputasi Belgia sebagai tempat pembuatan waffle menyebar ke negara tetangga seperti Perancis, Jerman, dan Belanda.

Waffle semakin terkenal di dunia internasional begitu terasa ketika waffle Brussels muncul di World Fair tahun 1964 yang digelar di New York. Salah satu stan makanan bernama ‘Bel-gem’ yang dikelola oleh Murice Vermeersch menyajikan sekitar 2.500 waffle setiap harinya dengan topping stroberi dan whipped cream di acara tersebut.

Orang Amerika hingga Jepang terkesima dengan tekstur waffle yang ringan dan empuk yang disajikan pada acara pameran serupa.

Waffle di masa lampau Jauh sebelum waffle muncul, sejak zaman dahulu pun telah ada makanan yang menyerupai bentuk waffle. Waffle dipercaya berevolusi dari wafer yang tipis dan krispi menjadi kue yang lebih tebal dan empuk. Sebelumnya, waffle dipercaya berawal sebagai kue yang sederhana dengan bentuk datar, tanpa lubang-lubang besar yang kita kenal seperti sekarang dan pada awalnya dibuat oleh orang Yunani kuno.



Kue datar yang dibuat oleh orang-orang Yunani kuno itu bernama ebelios. Ebelios dimasak di antara dua piringan besi panas. Makanan ini pun menyebar di Eropa pada abad pertengahan. Kue tersebut dibuat dari campuran tepung, air atau susu, dan sesekali ditambahkan telur, kemudian dikenal sebagai wafer.

Terkadang sajian waffle juga dimasak di atas api dengan menggunakan piringan besi panjang. Kemudian sekitar abad ke-13, wafer muncul dengan aneka bentuk yang berbeda. Mulai dari lambang keluarga dan pemandangan alam hingga pola bergaris yang kini jadi ciri khas wafer.

Pada abad pertengahan dan Renaisans, wafer dimakan oleh semua lapisan masyarakat, dari masyarakat kecil sampai raja-raja. Seringkali wafer dimakan pada momen berbau agama dan hari suci.

Orang Inggris menyebutnya ‘waferers’ dan orang Perancis menyebutnya ‘gaufriers’. Orang Belanda sangat menyukai wafer yang mereka sebut sebagai ‘wafles’. Koloni pun memperkenalkannya ke Dunia Baru pada awal abad ke-17.




Dan pada saat itulah kue ini kemudian bertemu dengan ‘teman sejatinya’, yakni sirup maple. Pada 1735, ‘wafles’ kemudian mendapatkan tambahan huruf ‘f’, menjadi waffle. Konon, Thomas Jefferson adalah orang pertama yang membawa besi pencetak waffle dengan pegangan panjang ke Amerika pada tahun 1789. Sekitar 80 tahun kemudian, Cornelius Swarthout pun mematenkan besi pencetak waffle yang bisa digunakan di atas kompor. Cone waffle untuk es krim pertama kali muncul di World’s Fair tahun 1904 di St. Louis, Amerika Serikat.

Berikut ini adalah resep Maple Waffles ada di menu di dapur Chef Anna Olson yang sangat nikmat

Resep Maple Waffles ada di menu di dapur Chef Anna Olson

Membuat 4 wafel jumbo Untuk 8 porsi

Bahan

  • Kacang Manis & Asin
  • 130 g (1 cangkir) kacang asin panggang
  • 30 mL (2 sdm) sirup maple
  • 335 g (2 ¼ cangkir) tepung serbaguna
  • 8 g (2 ½ sdt) baking powder
  • sejumput kayu manis bubuk
  • 375 mL (1 ½ cangkir) 2% susu
  • 125 mL (1/2 cangkir) sirup maple
  • 60 mL (1/4 cangkir) minyak sayur
  • 2 butir telur besar, pisahkan
  • es krim, untuk penyajian
  • sirup maple, untuk penyajian
  • buah segar, untuk disajikan (opsional)



Cara Membuatnya

  • Untuk kacang, panaskan oven dengan suhu 180 ° C (350 ° F) dan lapisi loyang dengan kertas roti. Aduk kacang dengan sirup maple hingga melapisi, lalu sebarkan dalam satu lapisan di atas nampan yang sudah disiapkan. Panggang selama kurang lebih 15 menit, sampai berwarna kecokelatan. Setelah dingin, sirup maple akan mengeras dengan lapisan yang manis dan renyah.
  • Untuk wafel, saring tepung, baking powder, garam dan kayu manis dalam mangkuk besar. Dalam mangkuk terpisah, kocok susu, sirup maple, minyak dan kuning telur bersama-sama dan aduk ke dalam dasar tepung (beberapa gumpalan tidak masalah). Dalam mangkuk terpisah, kocok putih telur dengan pengocok elektrik dengan kecepatan tinggi hingga lembut saat pengocok diangkat. Lipat putihnya menjadi adonan dengan 2 tambahan.
  • Panaskan wafel dan masak wafel sesuai petunjuk. Wafel besar membutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk dimasak. Sajikan wafel hangat, dengan sesendok es krim, Siram dengan sirup maple dan taburan kacang manis & asin. Tambahkan sedikit buah segar, jika diinginkan.

Di Indonesia terdapat beragam jenis waffle. Salah satunya bergaya ala Belanda, kue waffle dibelah kemudian diisi dengan karamel. Jenis topping-nya pun beragam, mulai dari yang manis seperti es krim dan selai hingga yang gurih semisal sosis, daging cincang, dan keju yang nikmat. Demikian artikel tentang Hari Waffle Sedunia, semoga bermanfaat, selamat mencoba.

Source: kampas.com, youtube:  Oh Yum with Anna Olson

Hari Waffle Sedunia

Read previous post:
hari tuberkulosis sedunia 2021
Hari Tuberkulosis Sedunia 2021

Close