Hari Down Syndrome Sedunia 2021, setiap tanggal 21 maret diperingati sebagai hari Down Syndrome Sedunia atau Hari Sindrom Down Internasional.

Hari Down Syndrome Sedunia 2021

Dilansir dari worlddownsyndromeday.org, Down syndrome (or Trisomy 21) is a naturally occurring chromosomal arrangement that has always been a part of the human condition, being universally present across racial, gender or socioeconomic lines in approximately 1 in 800 live births, although there is considerable variation worldwide. Down syndrome usually causes varying degrees of intellectual and physical disability and associated medical issues.



Hari Down Syndrome Sedunia 2021

Kegiatan dalam rangka hari Down Syndrome Sedunia adalah untuk mengadvokasi hak-hak, inklusi, serta kesejahteraan orang-orang penderita down syndrome tersebut.

Sejak tahun 2012, tanggal 21 Maret ditetapkan sebagai Hari Down Syndrome Sedunia. Pemilihan tanggal tersebut memiliki filosofi, Tanggal 21 bulan ketiga merupakan presentasi keunikan tiga copy kromosom atau trisomi yang ada pada kromosom ke-21 dalam tubuh seorang anak dengan down syndrome.

Apa itu Down Syndrome?

Down Syndrome adalah suatu kelainan bawaan genetik yang terjadi ketika kandungan masih dalam masa embrio dikarenakan kesalahan dalam pembelahan sel yang disebut dengan neodisjuction. Kromosom nomor 21 pada penderita down syndrome tidak membelah diri menjadi dua, melainkan berjumlah tiga atau trisomi.

Akibatnya seorang bayi memiliki 47 kromosom bukan 46 kromosom seperti pada umumnya. Hal itu yang menjadi penyebab terjadinya ke abnormalitasan pada perkembangan fisik dan mental seorang anak yang mengalami down syndrome.

Down syndrome pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh DR. John Longdon Down karena ciri cirinya yang unik. Dimana Penderita down syndrome memiliki ciri-ciri diantaranya  yaitu penderita yang memiliki penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar. Tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongolia maka sering juga dikenal dengan Mongoloid. Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).

Perbedaan antara autisme dan down syndrome

Dilansir dari Differencebetween, autisme dan down syndrome itu berbeda, autisme adalah kondisi neurobehavioral yang serius dan kompleks. Ditandai oleh masalah dalam berinteraksi, komunikasi non verbal, komunikasi verbal, keterampilan sosial serta sistem motorik.

Autisme akan memengaruhi cara orang mengenali dunia dan berinteraksi dengan orang lain. Orang autis akan memandang, mendengarkan, merasakan dan berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang berbeda sama sekali.

Sementara down syndrome atau biasa disebut dengan trisomi 2 ini adalah kelainan genetik yang dipicu oleh salinan ketiga kromosom 21. Orang-orang dengan down syndrome menunjukkan mental yang setara dengan anak berusia delapan hingga sembilan tahun. Namun, beberapa individu dapat menjalani kehidupan dengan normal.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan, tonus otot yang buruk dan IQ yang lebih rendah. Gangguan ini terjadi secara kebetulan dan dapat dideteksi sejak masih berada di dalam rahim.

Down Syndrome merupakan salah satu dari macam-macam syndrome yang dapat terjadi pada anak dikarenakan adanya kelainan genetik pada kromosom 21 di dalam q22 gen SLC5A3. Sehingga tak heran jika anak anak berkebutuhan khusus ini memiliki kondisi yang dapat langsung dilihat perbedaannya dibandingkan anak normal lainnya. Seperti wajah yang terlihat bundar (moon face) dengan mata yang sipit tertarik ke atas.

Faktor risiko Down syndome

Ada banyak faktor risiko untuk Down syndome, yaitu:

  • Kehamilan di usia yang tua: semakin tua usia Anda saat hamil, bayi Anda memiliki risiko yang lebih besar terhadap Down syndrome. Risiko meningkat mulai usia ibu hamil 35 tahun ke atas.
  • Bayi sebelumnya lahir dengan Down syndrome.
  • Faktor keturunan: ayah dan ibu dapat mewariskan kelainan genetik ini pada anak.

Down syndrome tidak dapat diobati. Namun, pentingnya bagi orangtua menyadari kondisi ini secepat mungkin dan membantu bayi sejak dini. Yang paling penting adalah dukungan serta memberi anak perawatan medis dan mendorongnya mengembangkan keterampilan sosial yang penting.

Hari Down Syndrome Sedunia 

Tujuan dari peringatan Hari Down Syndrome Sedunia yang jatuh pada 21 Maret ini untuk meningkatkan kesadaran publik serta menciptakan suara dunia tentang hak, inklusi, dan kesejahteraan penderita kelainan ini.

Menurut penelitian, Penderita down syndrome biasanya memiliki IQ rata-rata kurang dari 70, tinggi badan yang relatif pendek, kepala mengecil, hidung datar menyerupai orang mongoloid.

Ciri karakteristik tersebut yang terkadang menjadi penyebab masyarakat memberikan statement dan perlakuan negatif terhadap keberadaan orang dengan gangguan down syndrome.

Di Indonesia perhatian tentang kelayakan hidup penderita down syndrome masih kurang. Masih maraknya diskriminasi terhadap penderita sehingga mereka tidak medapatkan perlakuan yang seharusnya karena disebabkan oleh kurangnya edukasi dan informasi secara menyeluruh mengenai “Apa itu Down Syndrom.




Sebagai manusia yang diberi kesempurnaan fisik seharusnya kita lebih bersikap kooperatif, positif, dan suportif pada penderita down syndrome. Karena Penderita dengan down syndrome memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan manusia normal lainnya untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Termasuk dalam mengembangkan bakat dan kemampuan sosial mereka, baik dalam ranah masyarakat atau pun pemerintahan. Demikian artikel tentang Hari Down Syndrome Sedunia Tanggal 21 Maret 2021, semoga bermanfaat.

Source: worlddownsyndromeday.org, sud.banjarkota.go.id , tihimapsikologi.student.uny.ac.id

Hari Down Syndrome Sedunia 2021

Read previous post:
jadwal-belajar-di-rumah-bersama-tvri
Kunci Jawaban SD Kelas 1 2 3 4 5 6 BDR TVRI Rabu 17 Maret 2021

Close