Greeone

Hari Anak Sedunia 20 November 2021, Peringatan hari anak terdapat berbagai momentum untuk memperingati hari anak.  Hari Anak Sedunia yang diperingati hari ini, 20 November, peringatan Hari Anak Internasional yang dirayakan setiap 1 Juni, sedangkan , Hari Anak Nasional berlangsung setiap 23 Juli.

Tema Hari Anak Sedunia 20 November 2021

Baca Yuk :

Tema Peringatan Hari Anak Sedunia atau World Children’s Day tahun 2021 ini adalah “Masa Depan yang Lebih baik untuk Setiap Anak”.

Dikutip dari un.org, Hari Anak Sedunia 2021 mengusung tema “A Better Future for Every Child” atau masa depan yang lebih baik untuk setiap anak. Sejak adanya pandemi Covid-19 telah menunjukkan bagaimana ketidaksetaraan memengaruhi hak setiap anak.

Tanggal 20 November merupakan tanggal yang penting karena pada tahun 1959 Majelis Umum PBB mengesahkan Deklarasi Hak Anak. Ini juga merupakan tanggal pada tahun 1989 ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak.

Sejak tahun 1990, Hari Anak Sedunia juga menandai peringatan tanggal Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi dan Konvensi tentang hak-hak anak.

Hari Anak Sedunia adalah hari aksi tahunan UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak. Tahun ini, COVID-19 telah mengakibatkan krisis hak-hak anak.

Hari Anak Sedunia adalah hari aksi tahunan UNICEF untuk anak-anak, oleh anak-anak.  Tahun ini, COVID-19 telah mengakibatkan krisis hak-hak anak. Pandemi bagi anak-anak berdampak langsung, dan jika tidak ditangani, dapat berdampak seumur hidup. Sudah waktunya bagi generasi untuk berkumpul bersama untuk menata kembali jenis dunia yang ingin kita ciptakan bagi anak-anak.

Oleh karena itu, Hari Anak Sedunia 2021 menjadi momen penting untuk mendengarkan ide serta permintaan anak-anak dan remaja.

 Sejarah Hari Anak Sedunia

Sejarah hari anak sedunia bermula sejak tahun 1924 oleh Liga Bangsa-Bangsa, PBB mengadopsi dokumen ini sebagai pernyataannya sendiri tentang hak-hak anak. Dengan Teks aslinya berbunyi sebagai berikut:

  • Anak harus diberikan sarana yang diperlukan untuk perkembangan normalnya, baik materiil maupun spiritual.
  • Anak yang lapar harus diberi makan, anak yang sakit harus disusui, anak yang terbelakang harus ditolong, anak yang nakal harus diasuh, dan anak yatim piatu dan anak terlantar harus dinaungi dan ditolong.
  • Anak harus menjadi orang pertama yang menerima bantuan di saat-saat sulit.
  • Anak harus ditempatkan pada posisi untuk mencari nafkah dan harus dilindungi dari segala bentuk eksploitasi.
  • Anak harus dibesarkan dalam kesadaran bahwa bakatnya harus diabdikan untuk melayani sesamanya.

Kemudian PBB mengadopsi 10 prinsip tambahan dengan resolusi yang menyertainya, yang diusulkan oleh delegasi Afghanistan.

Menyerukan kepada pemerintah untuk mengakui hak-hak ini, berusaha untuk menerimanya, dan mempublikasikan dokumen tersebut seluas mungkin.

Pada 20 November 1989, Majelis Umum PBB mengadopsi Konvensi Hak Anak. CRC adalah perjanjian hak asasi manusia yang mengatur hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, kesehatan, dan budaya anak-anak.

Dokumen tersebut berkaitan dengan kebutuhan dan hak khusus anak, yang mewajibkan semua negara yang meratifikasinya terikat padanya oleh hukum internasional dan harus bertindak demi kepentingan terbaik anak.

Pada September 2012, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memimpin inisiatif untuk pendidikan anak-anak dan ingin setiap anak dapat bersekolah. Kedua, untuk meningkatkan keterampilan yang diperoleh di sekolah-sekolah ini dan kemudian selanjutnya diterapkan kebijakan pendidikan untuk mempromosikan perdamaian, rasa hormat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Hari Anak Sedunia bukan hanya hari untuk merayakan anak-anak apa adanya, tetapi untuk membawa kesadaran kepada anak-anak di seluruh dunia yang telah mengalami kekerasan dalam bentuk pelecehan, eksploitasi, dan diskriminasi.

Anak-anak dijadikan buruh di beberapa negara, tenggelam dalam konflik bersenjata, hidup di jalanan, menderita karena perbedaan baik itu agama, masalah minoritas, maupun disabilitas. Pada saat ini, ada sekitar 153 juta anak berusia antara 5 dan 14 tahun yang dipaksa menjadi pekerja anak.

Ibu dan ayah, guru, perawat dan dokter, pemimpin pemerintah dan aktivis masyarakat sipil, tokoh agama dan masyarakat, pengusaha dan profesional media, serta kaum muda dan anak-anak itu sendiri, dapat memainkan peran penting dalam menjadikan Hari Anak Sedunia relevan bagi mereka.

Selamat Hari Anak Sedunia 20 November 2021, Mari jadikan dunia ini ramah bagi anak-anak dan selalu mendukung Agar mereka tetap nyaman dan aman dalam tumbuh kembangnya, serta Semoga anak-anak Indonesia mampu menjadi generasi terbaik di mata dunia.

(un.org, nationaltoday.com, kompas.com, tempo.co)

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , , , , , , , ,

Streaming Now