Fakta Unik Sistem Pendidikan Di Jepang, Setiap Negara memiliki budaya yang berbeda-beda dan memiliki tradisi yang unik dan keunggulan tersendiri.  Para orang tua dari berbagai belahan dunia memiliki pemikiran yang berbeda-beda tentang cara mendidik generasi penerus.

Fakta Unik Sistem Pendidikan Di Jepang

Baca Yuk :

Di negara ini, anak-anak yang berusia 6 tahun berjalan kaki ke sekolah, mengerjakan tugas sendiri, hingga menggunakan transportasi umum sejak dini tanpa pengawasan orang dewasa.

Orang tua di Jepang percaya bahwa sangat penting untuk mengajar anak-anak kecil menemukan jalan mereka sendiri untuk membuat mereka mandiri. Mereka berpendapat bahwa hal itu juga mengajarkan tentang tanggung jawab kepada anak-anak mereka.

“Ini memungkinkan eksplorasi yang cukup bagi anak-anak untuk menghadapi batas secara alami,” kata Dr Kyle Pruett, MD , Profesor Klinis Psikiatri Anak di Yale School of Medicine, dikutip dari Good Housekeeping.

Fakta Unik Sistem Pendidikan Di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki banyak keunikan. Jepang juga menjadi  salah satu negara yang menjadi impian untuk banyak orang untuk dikunjungi. Berikut ini adalah beberapa Fakta Unik Sistem Pendidikan Di Jepang

  1. Tiga Tahun Pertama Fokus Pengembangan Karakter

Sistem pendidikan di Jepang adalah bahwa siswa di Jepang tidak mengikuti ujian sampai duduk di kelas 4.

 Awal-awal tahun masuk sekolah, siswa di Jepang difokuskan pada pengembangan karakter dan membentuk perilaku yang baik.

Sekolah Jepang mengutamakan sopan santun sebelum pengetahuan. Tujuan siswa selama 3 tahun pertama adalah mengembangkan karakter anak dan membentuk perilaku yang baik, bukan menilai pengetahuan mereka.

Para siswa belajar bagaimana menjadi murah hati, berempati, dan penuh kasih. Para siswa juga diajarkan untuk menghormati orang lain dan mengembangkan ikatan yang lembut dengan alam dan hewan.

  1. Para Siswa Bersihkan Sekolah Tanpa Bantuan Petugas

Para siswa membersihkan sekolah sendiri tanpa bantuan petugas kebersihan. Siswa diajarkan mandiri sejak dini dengan bertugas membersihkan sekolah. Siswa bertanggung jawab atas kebersihan ruang kelas, kantin, bahkan toilet.

Sistem pendidikan Jepang percaya bahwa bersih-bersih bersama mengajarkan siswa untuk saling membantu dan bekerja dalam tim. Dengan menghabiskan waktu mereka untuk mengelap meja, menyapu, dan mengepel lantai, siswa belajar menghargai pekerjaan mereka sendiri dan pekerjaan orang lain.

  1. Makan di Dalam Kelas Bersama Guru

Para siswa akan makan bersama para guru di dalam kelas. Biasanya, yang sering terlihat adalah para guru dan para siswa makan di sebuah ruang terpisah dan jarang terlihat berbincang bersama kecuali jam pelajaran, namun berbeda jika Jepang.

Salah satu sistem tersebut merupakan norma yang dianggap membantu dalam membangun ikatan siswa-guru yang positif. Saat makan, percakapan yang sangat berguna dapat terjadi yang dapat membantu membangun suasana kekeluargaan.

  1. Siswa Jepang Belajar Puisi dan Kaligrafi Jepang

Siswa di Jepang akan belajar puisi dan kaligrafi Jepang. Sepertinya mata pelajaran satu ini adalah mata pelajaran khusus dan harus dikuasai. Kaligrafi Jepang, juga disebut Shodo, adalah suatu bentuk seni di mana orang menulis karakter kanji yang bermakna (karakter Cina yang digunakan dalam sistem penulisan Jepang) dengan cara yang ekspresif dan kreatif. Hal tersebut mengajarkan anak-anak untuk menghormati tradisi berusia seabad dan menghargai budaya mereka.

  1. Harus Kenakan Seragam Sekolah

Terkait seragam sekolah, setiap negara tentunya berbeda. Jepang mengharuskan para siswa kenakan seragam sekolah. Kebijakan seragam di hampir setiap sekolah menengah pertama di Jepang dimaksudkan untuk menghilangkan hambatan dan membantu meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan kebersamaan di antara siswa.

Kebijakan ini bertujuan menanamkan ide bahwa ketika siswa memakai baju yang sama, mereka akan merasa menjadi bagian satu sama lain. Juga ada stigma yang berkembang bahwa daripada mengurusi tentang penampilan, para pelajar hendaknya fokus belajar saja.

  1. Hadiri Lokakarya Setelah Sekolah

Lokakarya setelah sekolah atau sekolah persiapan sangat populer di Jepang. Saat hadiri lokakarya tersebut, siswa dapat mempelajari hal-hal baru selain dari hari sekolah 6 jam mereka. Kelas diadakan pada malam hari, dan sebagian besar siswa Jepang mengikutinya sehingga mereka bisa masuk ke sekolah menengah pertama yang baik.

Para orangtua di Jepang terbilang tegas. Mereka menerapkan pedoman yang mesti diikuti oleh anak. Meski begitu, mereka tidak mengekang dan terbuka untuk mendengarkan saran anak dan bersikap fleksibel ketika diperlukan.

Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia

Studi terkini menunjukkan bahwa anak di Jepang paling sehat dan bahagia. Setiap orangtua menginginkan anaknya sehat dan bahagia. Menurut hasil studi kesehatan utama di seluruh dunia yang diterbitkan dalam The Lancet, William Doyle, jika Anda adalah anak yang lahir di Jepang pada hari ini, Maka, Anda diramalkan dapat menikmati kehidupan yang paling lama dan paling sehat, dan gaya hidup serta pola makan adalah alasan utama.

Pada sebuah penelitian anak-anak Jepang disebut sebagai anak-anak yang paling sehat dan paling bahagia di dunia. Anak-anak yang lahir di Jepang menikmati kehidupan terpanjang dibandingkan dengan anak-anak di negara lain.

Dilansir dari Times of India, Rahasia Anak di Jepang Paling Sehat dan Bahagia adalah sebagai berikut:

  • Biarkan mereka menikmati makanan kesukaannya
    Salah satu alasan mengapa anak-anak mengembangkan ketidaksukaan terhadap makanan adalah ketika mereka berulang kali dipaksa untuk makan sesuatu yang tidak mereka sukai.
  • Sajikan makanan dengan piring
    Piring berukuran normal mungkin tampak terlalu besar untuk anak-anak, begitupun porsinya yang mungkin membuat mereka merasa terintimidasi. Saat menggunakan piring berukuran lebih kecil, mereka akan menjaga porsi dan selera makan anak-anak mereka dalam perspektif yang benar.
  • Makan bersama keluarga dan biarkan anak-anak terlibat saat menyiapkan makanan
    Makan gaya Jepang sangat efisien karena mengenyangkan sekaligus memberikan nutrisi berkualitas tinggi.

Pola makanan tersebut relatif rendah kalori, tinggi nutrisi, dan lebih efisien mengenyangkan dengan padat kalori.

Ini akan membantu meminimalkan obesitas serta sejumlah penyakit dan memaksimalkan probabilitas hidup yang panjang dan sehat.

  • Orangtua Jepang memang cenderung membebaskan anak-anaknya memilih yang disukainya Namun di sisi lain, mereka juga mengikuti pola asuh otoritatif, menetapkan pedoman bahwa anak-anak didorong untuk mengikuti apa yang mereka tetapkan.
  • Mereka siap untuk mendengarkan saran anak-anaknya dan fleksibel ketika dibutuhkan. Mereka menetapkan batas tanpa terlalu membatasi.
  • Dorong anak Anda untuk mencari makanan baru

Makanan anak suka dan tidak suka berubah seiring waktu, dan orang tua dapat dengan lembut mengarahkan mereka ke pola yang lebih sehat hanya dengan mengekspos mereka ke berbagai pilihan dan dengan memberi contoh. Pengalaman anak yang lebih awal dan lebih luas dengan mencicipi makanan sehat baru, makanan sehat mereka akan menjadi melalui masa kecil.

  • Kebiasaan Olahraga

Untuk pergi ke sekolah, anak-anak akan berjalan maupun bersepeda dari rumah. Jumlah anak-anak yang melakukan aktivitas tersebut mencapai 98.3% dibandingkan anak-anak di negara yang memiliki penghasilan serupa. Adanya aktivitas fisik harian membuat anak-anak tumbuh dengan optimal dan baik untuk perkembangan otot, sendi, dan tulang.

para orang tua di Jepang akan membiarkan anak-anaknya untuk mencoba pengalaman baru sendiri. Misalnya, anak-anak sudah dibiasakan sejak dini untuk membiarkan untuk mengambil makan makanan kesukaannya.

Namun, sebagai orang tua wajib untuk selalu menawarkan makanan sehat setiap sesi makannya. Dengan begitu, sehingga anak-anak tetap akan mengonsumsi makanan sehat namun mereka hanya mengambil makanan yang ingin mereka makan.

Anak-anak menjadi lebih santai dan mampu memutuskan apa yang ingin dimakan. Aturan yang fleksibel seperti itu juga membuat anak Jepang menjadi bahagia meski pada waktu makan sekalipun

Di Jepang anak telah diajarkan mandiri sejak dini. Ketika berusia 6 tahun, anak-anak berjalan kaki ke sekolah, mengerjakan tugas sendiri, dan menggunakan transportasi umum tanpa pengawasan orang tua.

Menurut orang-orang Jepang sangat penting mengajarkan anak-anak menemukan jalan mereka sendiri dan dapat bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Selain itu, di Jepang anak-anak akan terlibat dalam banyak hal, misalnya yaitu mempersiapkan makanan baik di rumah maupun di sekolah. Dari kegiatan tersebut, anak-anak akan tahu bagaimana proses makanan hingga siap santap dan akan merasa senang karena dilibatkan.

Pendidikan sangat penting untuk pengembangan masyarakat di sebuah negara. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mengupayakan sistem pendidikan terbaik untuk masyarakatnya. Namun penerapan sebuah sistem pendidikan harus disesuaikan dengan masyarakat.

Referensi :liputan6.com, indonesiatoday.co.id

Baca Yuk :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: , , , , ,

Streaming Now