Cara Menanam Jahe di Rumah, dari Bibit hingga Dapat Dipanen Cara menanam jahe di rumah dari mulai bibit hingga dapat dipanen, tidak terlalu sulit apabila mengetahui tahapannya.

Jahe menjadi salah satu tanaman yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, sebagai bahan minuman, bumbu masak, dan obat-obatan tradisional.


Tanaman rimpang ini sangat mudah ditanam dan dibudidayakan. Namun, untuk mendapatkan hasil jahe yang berkualitas, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanamnya.

Cara menanam jahe Melansir situs Dinas Pertanian Jawa Barat, menanam jahe dimulai dengan memilih rimpang yang disiapkan untuk ditanam kembali.

1. Memilih bibit

Pilih bibit berkualitas, yang diambil dari tanaman tua dan berumur sekitar 10 bulan. Pastikan pohon induk bibit sehat dan tidak terserang hama penyakit, sehingga kualitas rimpang yang digunakan pun tidak sakit. Sebaiknya, gunakan bibit yang diambil dari kebun, bukan dari pasar dan pilih bibit yang mempunyai tampilan fisik bagus dan tidak ada cacat luka ataupun lecet.

2. Pengolahan media tanam

Perlu untuk menyesuaikan keasaman tanah dengan keasaman media tanam jahe. Pengolahan media tanam untuk jahe diawali dengan menyiapkan sedalam sekitar 30 cm agar mendapatkan tanah yang gembur dan bersih.

Baca Juga :  Rekomendasi Wisata Lembang Terbaru Instagramable Desember 2022, Cek Harga Tiket Masuknya

Biarkan tanah hingga 2-4 minggu agar gas-gas beracun menguap dari tanah dan menghilangkan bibit penyakit. Apabila lahan menanam jahe mempunyai kondisi air tanah jelek, cegah genangan air dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm dan lebar 80-100 cm.

Sediakan lubang-lubang kecil atau alur dengan kedalaman 3-7,5 cm untuk menanam bibit jahe. Cara menanam jahe dilakukan dengan melekatkan bibit rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan.

Media tanam Polybag

Untuk media tanamnya sendiri sebaiknya media tanam yang gembur, dengan perbandingan tanah 40 persen, pupuk kandang 30 persen dan sekam 30 persen.

Apabila tidak ada sekam, maka bisa menggantinya dengan pasir biasa asalkan media tanamnya gembur.  Pada polybag yang sudah berisi campuran tanah, pupuk kandang dan sekam atau pasir,, buatlah lubang di tengahnya dengan ukuran sebesar bibit jahe. Kemudian padatkan kembali media tanam untuk menopang tanaman jahe yang sudah tumbuh.

Lakukan proses penumbuhan selama 6 bulan. Sampai di usia 6 bulan nanti, tanaman jahe sudah berkembang biak melalui tunas-tunas rimpangnya, mengembangkan dirinya hingga penuh 1 polybag.

3. Penanaman

Penanaman jahe dilakukan dengan bibit yang telah disemai terlebih dahulu maupun langsung dari rimpang yang baru saja dipanen. Penanaman rimpang dapat dilakukan langsung ke dalam lubang tanam, sedangkan bibit semai harus melewati proses penyemaian terlebih dahulu sebelum ditanam di lubang tanam.

Baca Juga :  Rekomendasi Tempat Makan Seruit Kuliner Khas Lampung

Kelebihan menanam jahe langsung dari rimpang yaitu pengadaan dan pengangkutan lebih mudah, sebab hanya perlu menanam kembali rimpang yang baru saja ditanam tanpa perlu menyemai ulang bibit, sehingga prosesnya lebih praktis.

Sementara itu, penanaman dengan sistem ini dapat membuat rimbang lebih mudah busuk atau rusak jika disimpan dengan tidak hati-hati. Jika ditanam dari rimpang berkualitas jelek, akan menghasilkan tumbuhan yang tidak bagus dan tanaman belum memiliki kepastian dapat tumbuh sempurna dan waktu budidaya pun lebih lama.

4. Pemupukan

Melansir situs nad.litbang.pertanian.go.id, tanaman jahe membutuhkan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan baik, sehingga tanah harus digemburkan. Untuk pemupukan secara organik, dapat menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang.

Pemberian pupuk kompos organik dilaukan di awal pertanaman saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar yang ditebar dan dicampur tanah olahan.

Saat berumur 2-4 bulan, dapat diberikan pupuk organik dan pupuk buatan seperti urea 20 gram/pohon, TSP 10 gram/pohon, ZK 10 gram/pohon, pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Sedangkan pupuk P diberika saat awal tanam, pupuk N dan K diberikan 1/3 dosis pada awal tanam dan sisanya (2/3 dosis) saat tanaman berumur 2 dan 4 bulan.

Baca Juga :  Rekomendasi Wisata Lembang Terbaru Instagramable Desember 2022, Cek Harga Tiket Masuknya

5. Pengairan

Tanaman jahe tidak memerlukan air terlalu banyak untuk pertumbuhannya. Penanaman jahe sebaiknya dilakukan di awal musim hujan, sekitar bulan September-Oktober, sebab tanaman muda membutuhkan air yang lebih banyak untuk pertumbuhannya.

6. Panen
Pemanenan jahe dilakukan dengan bergantung pada penggunaan jahe. Jika untuk bumbu masak, tanaman jahe bisa dipanen di usia 4 bulan. Sedangkan jika untuk dijual, sebaiknya dipanen sekitar 10-12 bulan.

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, antara Juni-Agustus, sebab pemanenan saat musim hujan membuat rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang.

Cara memanen jahe, dapat dilakukan dengan membongkar tanah dengan hati-hati memakai garpu atau cangkul. Setelah itu bersihkan jahe dari tanah dan kotoran, lalu jemur di atas papan atau daun pisang selama 1 minggu sebelum disimpan di tempat terbuka.

Cara Menanam Jahe di Rumah, dari Bibit hingga Dapat Dipanen

Sumber: https://www.kompas.com


Tags : , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »
Live Streaming