Phiradio Pindah Ke http://phiradio.tikomdik-disdikjabar.id

Live Streaming

Apa Perbedaan BDT dan DTKS?, Berikut Penjelasan dan Manfaatnya. Meskipun kedua hal ini sama-sama merupakan sistem basis data elektronik yang mengelola informasi rumah tangga miskin di Indonesia, namun fungsinya kedua berbeda. Perbedaan Basis Data Terpadu (BDT) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sangat mudah untuk dikenali.

Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk perencanaan program dan mengidentifikasi nama dan alamat calon penerima bantuan sosial, baik rumah tangga, keluarga maupun individu berdasarkan pada kriteria-kriteria sosial-ekonomi yang ditetapkan oleh pelaksana Program.


Apa Perbedaan BDT dan DTKS?, Berikut Penjelasan dan Manfaatnya

Basis Data Terpadu dapat digunakan untuk:

  • Melakukan analisis atau perencanaan kegiatan/program penanggulangan kemiskinan
    Data ini dapat digunakan antara lain bagi instansi pemerintah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan analisis tentang indikator sosial ekonomi bagi 40% masyarakat dengan kondisi sosial-ekonomi terendah. Bagi perencana program Pemerintah (Pusat maupun Daerah), indikator tersebut dapat digunakan untuk merancang program penanggulangan kemiskinan yang relevan, sekaligus memperkiraan anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut.
  • Menetapkan sasaran penerima manfaat program-program perlindungan sosial
    Ketika instansi pelaksana program penanggulangan kemiskinan atau perlindungan sosial telah menetapkan kriteria kepesertaan program, maka Basis Data Terpadu dapat menyediakan data nama dan alamat individu/keluarga/rumah tangga bagi instansi pemerintahan yang mengelola program perlindungan sosial. Sebagai contoh, sejak tahun 2012 Basis Data Terpadu telah menyediakan nama dan alamat penerima manfaat dari Program RaskinJamkesmasBantuan Siswa MiskinProgram Keluarga Harapan, maupun program-program lain yang dikelola Pemerintah Daerah.

Pengertian DTKS Kemensos adalah data yang meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdaan Sosial serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

DTKS Kemensos memuat data 40% penduduk dengan status kesejahteraan sosial terendah dan dapat menerima bansos yang digulirkan pemerintah.

Tujuan dari DTKS Kemensos agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pengelolaan DTKS sendiri dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next-Generation (SIKS-NG) yang terintegrasi.

Lantas apa yang membedakan BDT dan DTKS? Berikut mengulas lebih jauh dan detail mengenai perbedaan BDT dan DTKS.

Perbedaan BDT dan DTKS

Secara garis besar sebenarnya BDT dan DTKS merupakan sebuah  sistem yang sama dalam mengelola informasi rumah tangga miskin dan rentan di Indonesia. Hanya saja istilahnya saja yang dirubah dahulu bernama Basis Data Terpadu (BDT) dan sekarang dirubah menjadi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menurut Dinas Sosial Palangkaraya, DTKS merupakan sebuah sistem yang  memberikan informasi terkait status sosial ekonomi  demografi dari 40% penduduk di Indonesia yang dihitung mulai dari yang paling rendah status kesejahteraannya.

Di Awal kehadirannya secara nasional sistem DTKS dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang bertempatan di kantor Sekretariat Wakil Presiden. Namun seiring berjalannya waktu di tahun 2017,  data dan informasi tersebut pengelolanya dipindahkan menjadi tanggung jawab Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesejahteraan Sosial (PUSDATIN- KESOS) Kementerian Sosial.

DTKS dibagi dalam berbagai kelompok yang disebut juga DESIL. Pengelompokan tersebut diantaranya

  • Desil 1 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 1- 10 % dan merupakan kelompok yang terendah tingkat kesejahteraannya dihitung secara nasional.
  • Desil 2 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 11- 20 % dihitung secara nasional.
  • Desil 3 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 21- 30 % dihitung secara nasional.
  • Desil 4 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 31- 40 % dihitung secara nasional.

Kesuksesan dan keakuratan program pendataan DTKS sangat dipengaruhi oleh kinerja dan dedikasi petugas survei serta kejujuran yang diutarakan oleh masyarakat dalam memberikan informasi terkait pendataan kondisi ekonominya. Jika pengamalannya berjalan dengan baik maka program DTKS yang dibuat oleh pemerintah sangat potensial untuk membantu rakyat tidak mampu.

Apa Perbedaan BDT dan DTKS?, Berikut Penjelasan dan Manfaatnya

Sumber :


Rekomendasi Untuk Anda :

Artikel Sebelumnya : «
Artikel Selanjutnya : »

Tags: ,