Apa Itu Resesi Ekonomi? Masih Bingung Resesi Ekonomi? Simak Penyebab dan Dampak Resesi Ekonomi Disertai dengan Cara Menghadapi Resesi. Ekonomi dunia yang tidak baik-baik saja membuat pemerintah terus bekerja keras untuk memperkecil risiko resesi. Sebagai rakyat, kenali pengertian, penyebab dan dampak resesi ekonomi hingga langkah apa yang bisa Anda lakukan saat ini.

Dari banyak definisi, resesi ekonomi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.


Apa Itu Resesi Ekonomi? Masih Bingung Resesi Ekonomi? Simak Penyebab dan Dampak Resesi Ekonomi Disertai dengan Cara Menghadapi Resesi

Beberapa minggu belakangan pasti kita sering mendengar kata resesi baik di media sosial, berita, maupun diskusi dengan teman. Tapi, sebenarnya apa sih resesi ekonomi itu?

Pengertian, Penyebab dan Dampak Resesi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB) resesi adalah kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya. Selain itu, bisa pula diartikan sebagai menurunnya kegiatan dagang.

Pengertian Resesi Ekonomi

Dalam The Economic Times menjelaskan bahwa resesi adalah sebuah perlambatan atau kontraksi besar-besaran dalam aktivitas ekonomi. Penurunan pengeluaran yang tinggi umumnya mengarah pada resesi.

Dikutip dari Gramedia, penurunan aktivitas ekonomi yang memicu resesi dimulai dari berbulan-bulan hingga tahunan. Artinya ada kontraksi besar-besaran dalam kegiatan ekonomi.

Di laman sikapiuangmu.ojk.go.id, resesi ekonomi diartikan sebagai suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara tengah memburuk yang ditandai dengan adanya penurunan produk domestik bruto (PDB), jumlah pengangguran bertambah, dan pertumbuhan ekonomi riil negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Pandemi covid-19 telah mengubah secara signifikan kebiasaan masyarakat sehingga aktivitas sosial masyarakat kini dibatasi (social distancing). Imbasnya, aktivitas ekonomi mulai terganggu dan berakibat pada pelemahan daya beli serta perlambatan ekonomi. Lalu, dampak dari resesi ekonomi itu apa saja sih? Simak artikel berikut dikutip dari laman Sikapiuangmu OJK:

  1. Perlambatan ekonomi akan membuat sektor riil menahan kapasitas produksinya sehingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan sering terjadi bahkan beberapa perusahaan mungkin menutup dan tidak lagi beroperasi
  2. Kinerja instrumen investasi akan mengalami penurunan sehingga investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman
  3. Ekonomi yang semakin sulit pasti berdampak pada pelemahan daya beli masyarakat karena mereka akan lebih selektif menggunakan uangnya dengan fokus pemenuhan kebutuhan terlebih dahulu
Baca Juga :  SOAL Kunci Jawaban IPA Kelas 8 SMP MTS Semester 1 Halaman 283 284 285 286 Soal Pilihan Ganda dan ESSAI

Pandemi covid-19 yang sedang kita hadapi bersama merupakan salah satu pemicu resesi ekonomi di beberapa negara. Bahkan, hal ini telah menyebabkan angka pengangguran dan jumlah penduduk miskin di berbagai negara juga ikut meningkat sebagai konsekuensi lesunya perekonomian.

Apa Itu Resesi Ekonomi? Masih Bingung Resesi Ekonomi? Simak Penyebab dan Dampak Resesi Ekonomi Disertai dengan Cara Menghadapi Resesi

Penyebab Resesi Ekonomi

Resesi ekonomi dipicu oleh berbagai hal yang berkaitan dengan ekonomi. Secara umum penyebabnya adalah sebagai berikut.

  1. Inflasi

Inflasi adalah kondisi di mana harga suatu barang meningkat secara terus menerus selama periode tertentu. Inflasi akan membuat daya beli masyarakat melemah, kemudian berdampak pada kegiatan ekonomi yang tidak berjalan. Inflasi yang berlebihan dalam suatu negara akan sangat berbahaya karena berpotensi membawa resesi.

  1. Guncangan Ekonomi

Kegiatan ekonomi yang berhenti secara ekstrem jadi hal yang sangat berbahaya untuk sebuah negara. Kejadian ini terjadi saat pandemi COVID-19. Banyak negara mengalami kelumpuhan ekonomi yang berpotensi mengundang resesi.

  1. Deflasi

Deflasi adalah sebuah kondisi di mana harga barang atau jasa mengalami penurunan ekstrem. Kondisi ini merupakan lawan dari inflasi. Meski demikian kondisi tersebut juga tak kalah berbahaya karena mampu merugikan penyedia barang dan jasa. Saat mengalami kerugian, aktivitas produksi akan berkurang dan daya beli masyarakat ikut melemah.

  1. Teknologi
Baca Juga :  SOAL Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA MA SMK Halaman 210 Membandingkan Isi Teks Resensi

Penyebab inflasi bisa dipicu oleh penerapan teknologi baru. Hal ini terjadi pada teknologi yang mampu menggantikan tenaga kerja buruh dan muncul pengangguran besar-besaran. Saat banyak orang kehilangan mata pencarian daya beli akan lemah dan ekonomi akan terhenti.

  1. Gelembung Aset

Gelembung aset adalah kondisi di mana harga aset naik secara ekstrem dan membuat banyak pemilik aset tanpa berpikir panjang langsung melakukan penjualan. Hal ini memicu resesi karena secara langsung menghancurkan pasar. Oleh karenanya pemilik aset tidak dianjurkan untuk terpancing dengan kondisi demikian.

Apa Itu Resesi Ekonomi? Masih Bingung Resesi Ekonomi? Simak Penyebab dan Dampak Resesi Ekonomi Disertai dengan Cara Menghadapi Resesi

Dampak Resesi Ekonomi

Resesi menjadi sebuah kondisi yang perlu dihindari bahkan diantisipasi. Dampak resesi bisa dialami oleh seluruh masyarakat. Adapun dampaknya adalah sebagai berikut.

  1. Pengangguran naik
  2. Hutang negara naik
  3. Pendapatan negara turun
  4. Kesejahteraan masyarakat turun
  5. Banyak perusahaan bangkrut
  6. Banyak pemecatan pekerja
  7. Daya beli turun

Cara Menghadapi Resesi

Sebagian besar negara saat ini terancam mengalami resesi termasuk Indonesia. Untuk mempersiapkan kondisi tersebut ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat yakni sebagai berikut.

  1. Kelola pendapatan dengan baik
  2. Jangan boros
  3. Siapkan dana darurat
  4. Hindari hutang
  5. Siapkan asuransi
  6. Lakukan investasi yang menguntungkan

Lalu, bagaimana mempersiapkan kondisi keuangan kita agar dapat meminimalisir dampak dari kemungkinan resesi ekonomi tersebut? Berikut beberapa tips yang dapat kamu lakukan:

1. Masih ingat dengan rumus perencanaan keuangan 10-20-30-40? Yaa… pastikan 20 persen dari dana yang kalian gunakan untuk investasi dialokasikan untuk dana darurat pada instrumen yang sangat likuid dan disiplin mempersiapkannya.

Baca Juga :  SOAL Kunci Jawaban IPA Kelas 8 SMP MTS Semester 1 Halaman 283 284 285 286 Soal Pilihan Ganda dan ESSAI

Semakin besar proporsinya maka akan semakin siap kalian dalam memenuhi kebutuhan di tengah kondisi resesi ekonomi. Perlu diingat ya, hal ini sangat penting karena bisa saja kita kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja tutup.

2. Mulailah mengurangi dan tidak menambah beban-beban pengeluaran, seperti utang, jika memungkinkan segera lunasi atau jika dirasa masih sangat berat maka segera negosiasikan ajukan ke lembaga jasa keuangannya untuk restrukturisasi. Jangan anggap enteng utang meskipun hanya dari kartu kredit karena kamu tidak akan tahu kondisi keuanganmu ketika resesi ekonomi menerpa.

3. Lihat kembali portofolio investasimu, jika kondisi pasar global sudah mulai menurun maka segeralah atur ulang portofolio investasimu kedalam bentuk yang lebih aman seperti emas.

4. Hiduplah dengan sewajarnya dan nggak perlu panik ya! Tetap lakukan konsumsi seperti biasa karena ini bisa membantu ekonomi tetap tumbuh.

Ingat konsumsi masyarakat berperan besar pada pertumbuhan ekonomi kita lho! Namun, Kita tetap perlu berkomitmen pada rencana keuangan dengan tetap menyisihkan uang untuk tabungan dan investasi serta dahulukan kebutuhan.

Kurangi pembelian-pembelian sesuatu yang sebetulnya tidak terlalu diperlukan, apalagi sifatnya hanya kesenangan jangka pendek. Gunakan fasilitas asuransi kesehatanmu bila harus berobat sehingga tidak mengganggu likuiditas keuangan.

5. Cermati perkembangan kondisi ekonomi terbaru dan mulailah memanfaatkan peluang di sekitarmu yang dapat bernilai ekonomi. Jangan ragu untuk usaha kecil-kecilan bila dirasa kondisi keuangan masih lemah, karena kamu jelas butuh tambahan penghasilan untuk menopang keuangan keluarga. Ingat kata ilmuwan Albert Einstein “in the midst of every crisis, lies great opportunity

Apa Itu Resesi Ekonomi? Masih Bingung Resesi Ekonomi? Simak Penyebab dan Dampak Resesi Ekonomi Disertai dengan Cara Menghadapi Resesi

Sumber :


Tags : , , ,

Artikel Sebelumnya : « | Artikel Sesudahnya : »
Live Streaming